Latest

Tampilkan postingan dengan label Berita Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Nasional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Juni 2018

Hasan Kleib - Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa
Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa Duta Besar Hasan Kleib memulai tugas untuk memimpin rangkaian pertemuan di Jenewa, Swiss terkait penghentian perlombaan dan pelucutan senjata nuklir, sebut keterangan pers dari kantor Perwakilan Tetap RI di Jenewa, yang diterima di Jakarta, Selasa (26/6).

Rangkaian pertemuan yang akan diselenggarakan hingga pertengahan Agustus 2018 itu dilakukan dalam kerangka Konferensi Pelucutan Senjata atau yang dikenal dengan Conference on Disarmament (CD).

"Amanat ini merupakan bentuk kepercayaan, sekaligus pengakuan komunitas internasional terhadap komitmen Indonesia untuk menjaga perdamaian dunia, serta berkontribusi dalam mencapai dunia yang bebas senjata nuklir," kata Duta Besar Hasan Kleib.

Dia menjelaskan bahwa salah satu prioritas yang akan dikedepankan oleh Indonesia dalam rangkaian pertemuan tersebut adalah mengakselerasi upaya mewujudkan dunia tanpa senjata nuklir.

Pemerintah Indonesia akan mengedepankan peran selaku penghubung di dalam menyelaraskan perbedaan posisi dan pendekatan diantara negara-negara pemilik senjata nuklir dan negara-negara tanpa senjata nuklir.

"Bukan merupakan upaya yang mudah mengingat sejumlah negara masih mengandalkan senjata nuklir dalam doktrin militer nasionalnya. Beberapa diantaranya bahkan terus melakukan modernisasi kekuatan persenjataan nuklirnya," ujar Hasan.

"Situasi juga semakin kompleks dengan perkembangan dinamika keamanan di berbagai kawasan di dunia, khususnya di Semenanjung Korea dan Timur Tengah," lanjutnya.

Meskipun demikian, pemerintah Indonesia akan terus berupaya untuk membangun kepercayaan diantara negara-negara dengan memanfaatkan ruang dialog antarnegara pada berbagai forum internasional, khususnya pada Konferensi Pelucutan Senjata di Jenewa.

Pada akhirnya, berbagai upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan momentum bagi negara-negara untuk menyepakati sebuah kesepakatan internasional terkait penghapusan senjata nuklir.

Wakil Tetap RI untuk PBB mengemban tugas untuk memimpin konferensi itu setelah dipilih melalui sensus oleh seluruh negara anggota Conference on Disarmament dalam Pertemuan Pleno pada 27 Maret 2018 yang lalu.

Conference on Disarmament di Jenewa merupakan satu-satunya forum multilateral yang memiliki mandat untuk menegosiasikan berbagai kesepakatan internasional di bidang pelucutan senjata.

Beranggotakan 65 negara, termasuk seluruh negara pemilik senjata nuklir dan negara-negara dengan kekuatan militer paling signifikan di dunia, Conference on Disarmanent telah menghasilkan berbagai perjanjian internasional terkait pengaturan dan pelucutan senjata, Antara lain Konvensi Senjata Biologi, Konvensi Senjata Kimia dan Traktat Pelarangan Uji Coba Senjata Nuklir.
PBB

Indonesia Pimpin Pertemuan Pelucutan Senjata Nuklir

Unknown  |  at  Kamis, Juni 28, 2018

Hasan Kleib - Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa
Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa Duta Besar Hasan Kleib memulai tugas untuk memimpin rangkaian pertemuan di Jenewa, Swiss terkait penghentian perlombaan dan pelucutan senjata nuklir, sebut keterangan pers dari kantor Perwakilan Tetap RI di Jenewa, yang diterima di Jakarta, Selasa (26/6).

Rangkaian pertemuan yang akan diselenggarakan hingga pertengahan Agustus 2018 itu dilakukan dalam kerangka Konferensi Pelucutan Senjata atau yang dikenal dengan Conference on Disarmament (CD).

"Amanat ini merupakan bentuk kepercayaan, sekaligus pengakuan komunitas internasional terhadap komitmen Indonesia untuk menjaga perdamaian dunia, serta berkontribusi dalam mencapai dunia yang bebas senjata nuklir," kata Duta Besar Hasan Kleib.

Dia menjelaskan bahwa salah satu prioritas yang akan dikedepankan oleh Indonesia dalam rangkaian pertemuan tersebut adalah mengakselerasi upaya mewujudkan dunia tanpa senjata nuklir.

Pemerintah Indonesia akan mengedepankan peran selaku penghubung di dalam menyelaraskan perbedaan posisi dan pendekatan diantara negara-negara pemilik senjata nuklir dan negara-negara tanpa senjata nuklir.

"Bukan merupakan upaya yang mudah mengingat sejumlah negara masih mengandalkan senjata nuklir dalam doktrin militer nasionalnya. Beberapa diantaranya bahkan terus melakukan modernisasi kekuatan persenjataan nuklirnya," ujar Hasan.

"Situasi juga semakin kompleks dengan perkembangan dinamika keamanan di berbagai kawasan di dunia, khususnya di Semenanjung Korea dan Timur Tengah," lanjutnya.

Meskipun demikian, pemerintah Indonesia akan terus berupaya untuk membangun kepercayaan diantara negara-negara dengan memanfaatkan ruang dialog antarnegara pada berbagai forum internasional, khususnya pada Konferensi Pelucutan Senjata di Jenewa.

Pada akhirnya, berbagai upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan momentum bagi negara-negara untuk menyepakati sebuah kesepakatan internasional terkait penghapusan senjata nuklir.

Wakil Tetap RI untuk PBB mengemban tugas untuk memimpin konferensi itu setelah dipilih melalui sensus oleh seluruh negara anggota Conference on Disarmament dalam Pertemuan Pleno pada 27 Maret 2018 yang lalu.

Conference on Disarmament di Jenewa merupakan satu-satunya forum multilateral yang memiliki mandat untuk menegosiasikan berbagai kesepakatan internasional di bidang pelucutan senjata.

Beranggotakan 65 negara, termasuk seluruh negara pemilik senjata nuklir dan negara-negara dengan kekuatan militer paling signifikan di dunia, Conference on Disarmanent telah menghasilkan berbagai perjanjian internasional terkait pengaturan dan pelucutan senjata, Antara lain Konvensi Senjata Biologi, Konvensi Senjata Kimia dan Traktat Pelarangan Uji Coba Senjata Nuklir.

Sabtu, 26 September 2015

http://islamtimes.org/images/docs/000487/
Pemerintahan Presiden Jokowi melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan program pembangunan waduk di tahun ke dua pemerintahannya. Tahun 2016 ini, ada 8 waduk baru yang akan dibangun dan merupakan bagian dari rencana pembangunan 49 waduk selama 5 tahun hingga 2019.
Sedangkan tahun ini, pemerintah menargetkan dapat membangun 13 waduk dengan dana Rp 11,8 triliun.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Mudjiadi mengatakan, ‎8 waduk tersebut akan memakan biaya investasi mencapai Rp 8,6 triliun.

"Untuk 8 waduk baru tersebut, total volume adalah 470 juta meter kubik dapat mengaliri air untuk lahan irigasi seluas 38.400 hektar, mereduksi atau mencegah terjadinya banjir sampai 1800 meter kubik per detik, air baku 9,79 meter kubik per detik, sumber tanaga listrik 20,74 megawatt (MW). Total biaya Rp 8,6 triliiun di luar pembebasan lahan," papar Mudjiadi saat berbincang santai dengan detikFinance, Jumat (25/9/2015).‎

Kebutuhan dana tersebut, kata dia, tidak akan digelontorkan sekaligus dalam satu tahun periode. Hal ini mengingat waktu yang dibutuhkan untuk membangun satu waduk mencapai 4-5 tahun lamanya. Sehingga pencairan dana dilakukan secara tahun jamak dengan rata-rata pencairan anggaran khusus untuk 8 waduk tersebut adalah Rp 1,6 triliun per tahun.

"Anggarannya ada lima tahun kan. Jadi tahun pertama kasih saja uang muka, maksimum 20 %. Tidak mungkin single years. Kalau dalam 5 tahun, rata-rata Rp 1,6 triliun," jelas dia.

Berikut 8 waduk yang akan dibangun di 2016:

1. Waduk Rukoh (NAD)
Volume : 128.66 juta m3
Manfaat : irigasi 11.950 hektar (ha), reduksi banjir 390 m3/det, air baku 0,85 m3/det, listrik 2 MW

2. Waduk Sukoharjo (Lampung)
Volume : 46 juta m3
Manfaat : irigasi 4000 ha, reduksi banjir 450 m3/det, air baku 2,95 m3/det

3. Waduk Kuwil Kawangkoan (Sulut )
Volume : 23,37 juta m3
Manfaat : irigasi 5.472 ha, reduksi banjir 255 m3/det, air baku 0,50 m3/det, listrik 3,30 MW

4. Waduk Ladongi (Sultra)
Volume : 25.57 juta m3
Manfaat : irigasi 7.424 ha, air baku 0,80 m3/det, listrik 1.15 MW, reduksi banjir 142 m3/det

5. Waduk Ciawi
Volume : 6,45 juta m3
Manfaat : reduksi banjir 160 m3/det

6. Waduk Sukamahi (Jabar)
Volume : 1,68 juta m3
Manfaat : reduksi banjir 29 m3/det

7. Waduk Leuwikeris (Jabar)
Volume : 67.74 juta m3
Manfaat : irigasi 11.950 ha, air baku 0,85 m3/det, reduksi banjir 57 m3/det, listrik 15 MW

8. Waduk Cipanas (Jabar)
Volume : 190 juta m3
Manfaat : irigasi 10.500 ha, reduksi banjir 475 m3/det, listrik 2,5 MW, air baku 0.5 m3/det‎.
Jokowi

Pemerintah Jokowi Bangun 8 Waduk Rp 8,6 Triliun di 2016

Unknown  |  at  Sabtu, September 26, 2015

http://islamtimes.org/images/docs/000487/
Pemerintahan Presiden Jokowi melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan program pembangunan waduk di tahun ke dua pemerintahannya. Tahun 2016 ini, ada 8 waduk baru yang akan dibangun dan merupakan bagian dari rencana pembangunan 49 waduk selama 5 tahun hingga 2019.
Sedangkan tahun ini, pemerintah menargetkan dapat membangun 13 waduk dengan dana Rp 11,8 triliun.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Mudjiadi mengatakan, ‎8 waduk tersebut akan memakan biaya investasi mencapai Rp 8,6 triliun.

"Untuk 8 waduk baru tersebut, total volume adalah 470 juta meter kubik dapat mengaliri air untuk lahan irigasi seluas 38.400 hektar, mereduksi atau mencegah terjadinya banjir sampai 1800 meter kubik per detik, air baku 9,79 meter kubik per detik, sumber tanaga listrik 20,74 megawatt (MW). Total biaya Rp 8,6 triliiun di luar pembebasan lahan," papar Mudjiadi saat berbincang santai dengan detikFinance, Jumat (25/9/2015).‎

Kebutuhan dana tersebut, kata dia, tidak akan digelontorkan sekaligus dalam satu tahun periode. Hal ini mengingat waktu yang dibutuhkan untuk membangun satu waduk mencapai 4-5 tahun lamanya. Sehingga pencairan dana dilakukan secara tahun jamak dengan rata-rata pencairan anggaran khusus untuk 8 waduk tersebut adalah Rp 1,6 triliun per tahun.

"Anggarannya ada lima tahun kan. Jadi tahun pertama kasih saja uang muka, maksimum 20 %. Tidak mungkin single years. Kalau dalam 5 tahun, rata-rata Rp 1,6 triliun," jelas dia.

Berikut 8 waduk yang akan dibangun di 2016:

1. Waduk Rukoh (NAD)
Volume : 128.66 juta m3
Manfaat : irigasi 11.950 hektar (ha), reduksi banjir 390 m3/det, air baku 0,85 m3/det, listrik 2 MW

2. Waduk Sukoharjo (Lampung)
Volume : 46 juta m3
Manfaat : irigasi 4000 ha, reduksi banjir 450 m3/det, air baku 2,95 m3/det

3. Waduk Kuwil Kawangkoan (Sulut )
Volume : 23,37 juta m3
Manfaat : irigasi 5.472 ha, reduksi banjir 255 m3/det, air baku 0,50 m3/det, listrik 3,30 MW

4. Waduk Ladongi (Sultra)
Volume : 25.57 juta m3
Manfaat : irigasi 7.424 ha, air baku 0,80 m3/det, listrik 1.15 MW, reduksi banjir 142 m3/det

5. Waduk Ciawi
Volume : 6,45 juta m3
Manfaat : reduksi banjir 160 m3/det

6. Waduk Sukamahi (Jabar)
Volume : 1,68 juta m3
Manfaat : reduksi banjir 29 m3/det

7. Waduk Leuwikeris (Jabar)
Volume : 67.74 juta m3
Manfaat : irigasi 11.950 ha, air baku 0,85 m3/det, reduksi banjir 57 m3/det, listrik 15 MW

8. Waduk Cipanas (Jabar)
Volume : 190 juta m3
Manfaat : irigasi 10.500 ha, reduksi banjir 475 m3/det, listrik 2,5 MW, air baku 0.5 m3/det‎.

Sabtu, 16 Mei 2015


Simpatisan ISIS nampaknya tumbuh sumbur di kabupaten Malang, Jawa Timur. Bukan hanya sekedar menjaring simpatisan ISIS bahkan menjadikan kawasan itu sebagai salah satu tempat pendidikan pengikut gerakan Takfiri.

Menukil laporan Radar Malang cetak, pada Sabtu, 16/05/15, mereka dilatih dan diberi pengetahuan sebelum diberangkatkan ke Suriah. Masih menurut Radar Malang, simpatisan ISIS dari seluruh Indonesia sebelum diberangkatkan ke Suriah mendapatkan pendidikan di pondok Qurani Jundullah.

Pondok ini lokasinya berada di belakang kampus III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), tepatnya berada di dusun Gondang, desa Tegal Gondo, Kecamatan Karang Ploso. 

Terbongkarnya tempat pendidikan ISIS diketahui setelah tertangkapnya rombongan Muhammad Riduansyah di bandara Juanda pada kamis 14/05/15 lalu, yang merupakan buronan badan intelijen negara (BIN) dan 5 orang lainnya yang berencana terbang ke malaysia menuju Turki, dan selanjutnya menuju ke Suriah.

Riduansyah dan kawan-kawan yang tertangkap tersebut berasal dari Sulawesi dan Kalimantan. Mereka dilatih selama 1-3 tahun di desa Tegalgondo sebelum diberangkatkan ke Suriah. 

Setelah terbongkar,  papan nama pondok Jundullah sudah tidak terpasang lagi di depan pintu gerbang pondok. Penduduk setempat mengaku tidak tahu menahu tentang aktivitas pondok tersebut, karena selama ini memang tertutup untuk umum dan tidak semua orang bisa masuk ke pondok Qurani Jundullah.
zionis

Ternyata Karangploso Malang Tempat Pendidikan Gerakan ISIS

Unknown  |  at  Sabtu, Mei 16, 2015


Simpatisan ISIS nampaknya tumbuh sumbur di kabupaten Malang, Jawa Timur. Bukan hanya sekedar menjaring simpatisan ISIS bahkan menjadikan kawasan itu sebagai salah satu tempat pendidikan pengikut gerakan Takfiri.

Menukil laporan Radar Malang cetak, pada Sabtu, 16/05/15, mereka dilatih dan diberi pengetahuan sebelum diberangkatkan ke Suriah. Masih menurut Radar Malang, simpatisan ISIS dari seluruh Indonesia sebelum diberangkatkan ke Suriah mendapatkan pendidikan di pondok Qurani Jundullah.

Pondok ini lokasinya berada di belakang kampus III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), tepatnya berada di dusun Gondang, desa Tegal Gondo, Kecamatan Karang Ploso. 

Terbongkarnya tempat pendidikan ISIS diketahui setelah tertangkapnya rombongan Muhammad Riduansyah di bandara Juanda pada kamis 14/05/15 lalu, yang merupakan buronan badan intelijen negara (BIN) dan 5 orang lainnya yang berencana terbang ke malaysia menuju Turki, dan selanjutnya menuju ke Suriah.

Riduansyah dan kawan-kawan yang tertangkap tersebut berasal dari Sulawesi dan Kalimantan. Mereka dilatih selama 1-3 tahun di desa Tegalgondo sebelum diberangkatkan ke Suriah. 

Setelah terbongkar,  papan nama pondok Jundullah sudah tidak terpasang lagi di depan pintu gerbang pondok. Penduduk setempat mengaku tidak tahu menahu tentang aktivitas pondok tersebut, karena selama ini memang tertutup untuk umum dan tidak semua orang bisa masuk ke pondok Qurani Jundullah.

Kamis, 14 Mei 2015


Dalam kunjungannya, Ayatullah Sayyid Ali Khamanei bercengkrama dengan Aramita, putri Dr. Rezai Nejad, termasuk menciuminya berkali-kali. Pemberitaan Arrahmah.com dengan menyebut bahwa itu adalah nikah mut’ah dan pencabulan, adalah berita bohong dan fitnah yang tendensius.

Hanya dengan modal video yang telah dipenggal dengan durasi 15 detik, redaksi :

http://www.arrahmah.com/kajian-islam/mutah-dini-kedok-khomaeni-mencabuli-balita.html

merilis berita, “Mut’ah Dini, Kedok Khomaeni Mencabuli Balita” yang diposting selasa [12/5]. Video tersebut diupload sehari sebelumnya oleh Muhammad Abdurrahman Al Amiry [11/5] yang diberi title, “Khaminai Pendeta Syiah Mencabuli Anak Kecil – Biarkan Video yang Berbicara”. 

Ada kesimpangsiuran nama, diberita Arrahmah, ditulis Khomaeni sementara video di youtube ditulis Khaminai. Jika yang dimaksud redaksi Arrahmah dengan Khomaeni itu adalah Imam Khomaeni pendiri Republik Islam Iran yang wafat 3 Juni 1989, maka jelas salah besar. Sebab yang ditampilkan dalam video tersebut adalah Ayatullah Sayyid Ali Khamanei, atau biasa disingkat Imam Ali Khamanei. Muhammad Abdurrahman Al Amiry, mungkin hanya salah ketik saja ketika menulisnya dengan nama Khaminai.

Versi dengan durasi lebih panjang dari video penggalan tersebut, telah diposting oleh Muhammad Jahangir, dengan durasi 11 menit 47 detik pada tanggal 27 Februari 2012 dengan judul berbahasa Persia, “Didar_e Rahbar_e Inqilab ba Khanevadeh Syahid Rezai Nejad” yang artinya, “Pertemuan Pemimpin Besar Revolusi dengan Keluarga Syahid Rezai Nejad.”

Syahid Rezai Nejad atau lengkapnya DR. Dariush Rezai Nejad adalah ilmuan nuklir Iran yang terbunuh oleh aksi teror pada 23 Juli 2011, dalam usia 35 tahun. Laporan dari media pers Iran menyebutkan bahwa Rezai Nejad ditembak lima kali oleh pengendara motor yang tidak dikenal ketika ia bersama istrinya sedang menunggu anak mereka didepan sebuah taman kanak-kanak di Teheran. Dalam serangan tersebut istrinya juga mengalami luka tembak namun nyawanya sempat tertolong. Putrinya Aramita Rezai Nejad [5 tahun], melihat didepan matanya, kedua orangtuanya bersimbah darah. Nyawa pakar nuklir dari Universitas Industri Nasharuddin Thusi Tehran tersebut tidak dapat diselamatkan. Peluru yang ditembakkan teroris menembus leher, tangan dan dadanya.

Iran sendiri menuding dinas rahasia Israel “Mossad” berada dibalik pembunuhan tersebut. Yang menurut pemerintah Iran, AS dan Israel sengaja hendak membunuh para ilmuan Iran yang dicurigai bekerja dalam program pembuatan senjata nuklir. Sementara media Israel menyebutkan, intelijen Israel meyakini Rezai Nejad bertugas membuat mesin pemicu senjata nuklir menyusul kerjasama lembaga riset Rezai Nejad dengan Kementerian Pertahanan Iran.

19 Desember 2011. Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, mengunjungi rumah keluarga almarhum Dr. Dariush Rezai Nejad dan mengucapkan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban. Dalam penyampaiannya, Ayatullah Sayyid Ali Khamanei berkata, “Hari ini kemajuan ilmu dan tekhnologi Iran menjadi kebanggan bagi dunia Islam sekaligus menjadi ancaman dan kekhawatiran bagi musuh-musuh Islam.”

Dalam kunjungan tersebut, Ayatullah Sayyid Ali Khamanei juga bercengkrama dengan Aramita, putri Dr. Rezai Nejad, termasuk menciuminya berkali-kali. Pemberitaan Arrahmah.com dengan menyebut bahwa itu adalah nikah mut’ah dan pencabulan, adalah berita bohong dan fitnah yang tendensius. 

Berita lengkap mengenai kunjungan Rahbar tersebut dalam bahasa Persia bisa dibaca di link berikut:

.
Sementara versi video dengan durasi lebih panjang bisa dilihat disini:


Takfirisme

Arrahmah.com Cari Masalah Dengan Kominfo lagi

Unknown  |  at  Kamis, Mei 14, 2015


Dalam kunjungannya, Ayatullah Sayyid Ali Khamanei bercengkrama dengan Aramita, putri Dr. Rezai Nejad, termasuk menciuminya berkali-kali. Pemberitaan Arrahmah.com dengan menyebut bahwa itu adalah nikah mut’ah dan pencabulan, adalah berita bohong dan fitnah yang tendensius.

Hanya dengan modal video yang telah dipenggal dengan durasi 15 detik, redaksi :

http://www.arrahmah.com/kajian-islam/mutah-dini-kedok-khomaeni-mencabuli-balita.html

merilis berita, “Mut’ah Dini, Kedok Khomaeni Mencabuli Balita” yang diposting selasa [12/5]. Video tersebut diupload sehari sebelumnya oleh Muhammad Abdurrahman Al Amiry [11/5] yang diberi title, “Khaminai Pendeta Syiah Mencabuli Anak Kecil – Biarkan Video yang Berbicara”. 

Ada kesimpangsiuran nama, diberita Arrahmah, ditulis Khomaeni sementara video di youtube ditulis Khaminai. Jika yang dimaksud redaksi Arrahmah dengan Khomaeni itu adalah Imam Khomaeni pendiri Republik Islam Iran yang wafat 3 Juni 1989, maka jelas salah besar. Sebab yang ditampilkan dalam video tersebut adalah Ayatullah Sayyid Ali Khamanei, atau biasa disingkat Imam Ali Khamanei. Muhammad Abdurrahman Al Amiry, mungkin hanya salah ketik saja ketika menulisnya dengan nama Khaminai.

Versi dengan durasi lebih panjang dari video penggalan tersebut, telah diposting oleh Muhammad Jahangir, dengan durasi 11 menit 47 detik pada tanggal 27 Februari 2012 dengan judul berbahasa Persia, “Didar_e Rahbar_e Inqilab ba Khanevadeh Syahid Rezai Nejad” yang artinya, “Pertemuan Pemimpin Besar Revolusi dengan Keluarga Syahid Rezai Nejad.”

Syahid Rezai Nejad atau lengkapnya DR. Dariush Rezai Nejad adalah ilmuan nuklir Iran yang terbunuh oleh aksi teror pada 23 Juli 2011, dalam usia 35 tahun. Laporan dari media pers Iran menyebutkan bahwa Rezai Nejad ditembak lima kali oleh pengendara motor yang tidak dikenal ketika ia bersama istrinya sedang menunggu anak mereka didepan sebuah taman kanak-kanak di Teheran. Dalam serangan tersebut istrinya juga mengalami luka tembak namun nyawanya sempat tertolong. Putrinya Aramita Rezai Nejad [5 tahun], melihat didepan matanya, kedua orangtuanya bersimbah darah. Nyawa pakar nuklir dari Universitas Industri Nasharuddin Thusi Tehran tersebut tidak dapat diselamatkan. Peluru yang ditembakkan teroris menembus leher, tangan dan dadanya.

Iran sendiri menuding dinas rahasia Israel “Mossad” berada dibalik pembunuhan tersebut. Yang menurut pemerintah Iran, AS dan Israel sengaja hendak membunuh para ilmuan Iran yang dicurigai bekerja dalam program pembuatan senjata nuklir. Sementara media Israel menyebutkan, intelijen Israel meyakini Rezai Nejad bertugas membuat mesin pemicu senjata nuklir menyusul kerjasama lembaga riset Rezai Nejad dengan Kementerian Pertahanan Iran.

19 Desember 2011. Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, mengunjungi rumah keluarga almarhum Dr. Dariush Rezai Nejad dan mengucapkan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban. Dalam penyampaiannya, Ayatullah Sayyid Ali Khamanei berkata, “Hari ini kemajuan ilmu dan tekhnologi Iran menjadi kebanggan bagi dunia Islam sekaligus menjadi ancaman dan kekhawatiran bagi musuh-musuh Islam.”

Dalam kunjungan tersebut, Ayatullah Sayyid Ali Khamanei juga bercengkrama dengan Aramita, putri Dr. Rezai Nejad, termasuk menciuminya berkali-kali. Pemberitaan Arrahmah.com dengan menyebut bahwa itu adalah nikah mut’ah dan pencabulan, adalah berita bohong dan fitnah yang tendensius. 

Berita lengkap mengenai kunjungan Rahbar tersebut dalam bahasa Persia bisa dibaca di link berikut:

.
Sementara versi video dengan durasi lebih panjang bisa dilihat disini:


Sabtu, 02 Mei 2015

Segala puji bagi Allah, Tuhan Pengatur alam semesta. Shalawat dan salam Allah Swt kita kirimkan kepada Junjungan kita Nabi Besar Muhammad, keluarganya yang suci, dan sahabatnya yang mulia. Saya beserta rombongan yang menyertai merasa sangat gembira karena mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan bertatap muka dengan para ulama, tokoh, dan kalangan cendekiawan di negeri Indonesia yang merupakan sahabat dan saudara kami.

Indonesia memiliki kedudukan istimewa di dunia Islam dan merupakan negeri yang berpenduduk Muslim terbesar. Indonesia menjadi contoh dari manifestasi akhlak dan sikap persaudaraan serta hidup berdampingan secara damai dengan pelbagai pemeluk agama dan individu-individu yang heterogen yang hidup di negeri ini.

Hari ini sangat mendesak bagi negara-negara Islam dan bagi kalian para ulama, tokoh masyarakat, kalangan akademisi serta para pakar, untuk masing-masing kita memikirkan secara serius mana yang terpenting dan yang penting bagi dunia Islam.

Membuat skala prioritas bagi masalah-masalah penting dunia Islam merupakan tugas pertama kita. Sebagaimana Nabi saw bersabda bahwa kita harus senantiasa memikirkan persoalan-persoalan umat Islam.

Kita harus melihat masyarakat Islam, dunia Islam, dan seluruh Muslimin seperti benih dari satu batang tubuh. Kita harus menganalisa dalam masalah-masalah budaya dan religi; manakah yang paling penting dan mana yang penting. Islam adalah hal yang paling penting dan prinsip/dasar bagi kita, sedangkan mazhab Syiah, Syafi’i, Hanafi, Maliki, Hanbali, semuanya adalah cabang atau cagak. Dan semua mazhab tersebut adalah aliran yang berasal dari satu sumber yang bernama Islam. Bila sumber air itu terancam, maka aliran-aliran pun akan kering. Sebelum kita berpikir tentang aliran air mazhab ini atau mazhab itu, kita harus memikirkan sumber Islam: wahyu, tauhid, Alquran, kenabian dan dasar agama.

Hari ini, dunia Islam—karena ulah musuh-musuh Islam dan orang-orang yang bodoh serta oknum-oknum yang lalai dan melupakan prinsip-prinsip—telah mengalami perpecahan. Saya mengingatkan kembali perkataan Imam Khomeini yang menyatakan: “Siapa saja dari Syiah yang menyerang Sunni, dan sebaliknya siapa saja dari Sunni yang menyerang Syiah, ia bukan Syiah dan juga bukan Sunni.” Sekarang adalah momentum persatuan dunia Islam.

Hari ini, masalah pertama yang penting bagi kita Muslimin adalah: jiwa manusia dan bukan hanya jiwa orang Islam, melainkan jiwa seluruh manusia. Kita tidak boleh membiarkan pembunuhan orang-orang yang tidak berdosa. Satu orang saja yang tidak berdosa terbunuh adalah sama dengan membunuh seluruh manusia. Dan membunuh satu wanita yang tidak berdosa berarti membunuh seluruh manusia. Di mana Anda temukan ajaran dan kitab suci yang memiliki ungkapan yang indah seperti ini?[1]

Nabi mengatakan bahwa seruan dan teriakan orang-orang yang teraniaya itu penting bagi kita. Dan siapa pun yang meminta tolong kepada kita, kita harus segera menolongnya, baik dia Muslim maupun non-Muslim.

Bila seseorang, apa pun agama dan mazhabnya; Syiah, Sunni, Yahudi, Kristen atau Budha, dibunuh secara teraniaya dan tanpa dosa, maka dilihat dari sisi hak-hak manusia, mereka sama dan sederajat.
Kita tidak hanya sedih dan prihatin atas terbunuhnya seorang Muslim, bahkan kita juga prihatin atas terbunuhnya setiap manusia yang tak berdosa, apa pun mazhab, ras dan kewargaannya, baik dia orang Arab maupun Persia, baik orang Indonesia maupun bukan, baik berasal dari Timur maupun Barat dunia Islam, baik dari Afrika maupun Asia, dan bahkan dari belahan dunia manapun. Alhasil, kehidupan manusia bagi kita merupakan hal yang paling penting. Keamanan manusia bagi kita merupakan hal yang penting. Ini merupakan tugas negara dan juga ulama serta para pemikir.

Sebagai seorang Muslim, kita harus menjadi pelopor dalam menjaga kehidupan dan keamanan manusia. Bagaimana mungkin kita diam dan menahan diri saat menyaksikan orang-orang yang tidak berdosa terbunuh di Yaman, Irak, Suriah, Libya, dan di mana pun dari kawasan dunia Islam, bahkan bila ada seorang yang tidak berdosa di jantung Eropa atau di Amerika terbunuh maka kita mesti peduli. Terbunuhnya setiap orang yang tidak berdosa, bagi kita mengundang kesedihan dan keprihatinan yang mendalam.

Mungkin Anda pernah mendengar kisah seorang perempuan Nasrani yang dilecehkan dan perhiasan serta harta bendanya dirampas. Imam Ali mengatakan, “Bila seseorang meninggal dunia karena empati dan merasa prihatin atas intimidasi yang dialami oleh seorang yang tak berdosa, maka ia tidak boleh dicela.”

Sahabat besar Nabi Saw, Ali bin Abi Thalib menjelaskan bahwa seseorang yang bersedih dan berempati karena melihat orang yang tak berdosa diintimidasi, lalu karena itu ia meninggal dunia maka ia tidak boleh dipersoalkan kenapa ia mati hanya gara-gara menahan kesedihan dan keprihatinan terhadap orang lain.

Hari ini, prioritas pertama kita di dunia adalah menjaga kehidupan dan keamanan manusia di seluruh dunia. Tentu tugas ini bukan hanya terbatas bagi dunia Islam. Namun sebagai seorang Muslim dan sesuai dengan tugas keagamaan, kita menilai bahwa hak hidup bagi seluruh manusia adalah sama dan sederajat secara yuridis. Dan kita mengecam setiap bentuk pembunuhan terhadap orang yang tak berdosa, apa pun warga negara dan mazhabnya.

Masalah kedua yang dewasa ini begitu penting bagi kita adalah kemuliaan kita; kemuliaan dunia Islam dan kemuliaan Muslimin. Seluruh umat Islam dan semua orang-orang yang mengikuti dan meneladani perjalanan Nabi Muhammad saw harus merasakan kejayaan dan kemuliaan.

Sangat disayangkan, sebagian oknum di dunia Islam justru menginjak-injak kemuliaan umat Islam. Ironis sekali, dengan nama jihad dan agama, mereka mengangkat senjata dan pedang atas nama Nabi Muhammad saw dan Islam. Dan mereka merusak kemuliaan dan citra kita Muslimin di dunia. Akibat ulah oknum-uknum tersebut, banyak sekali anak-anak muda dan masyarakat dunia mulai meragukan kebesaran Islam. Oknum-oknum itu menyebabkan munculnya Islam phobia pada masyarakat dunia. Tentu kita harus merasa bertanggung jawab atas realita yang menyedihkan ini.

Hari ini, berpangku tangan dan diam di hadapan serangan terhadap identitas, realitas, dan hakikat Islam merupakan dosa besar. Hari ini, kita semua harus merasakan tanggung jawab dalam masalah ini. Negara-negara Islam, masyarakat Muslim, ulama-ulama Islam, kaum cendekiawan, kalangan akademisi, dan para pakar memikul tanggung jawab yang berat di pundak mereka.

Kita harus memaksimalkan seluruh potensi kita dan tekad kita untuk menghadapi masalah ini. Kita sesama Muslim berabad-abad hidup secara damai. Buktinya, Anda lihat di Irak terdapat tempat-tempat ibadah dari pelbagai mazhab Islam atau dari pelbagai agama yang terkait dengan permulaan sejarah Islam, dan bahkan sebelum datangnya Islam, sampai sekarang pun masih ada situs-situs historis itu. Tetapi, oknum-oknum yang biadab yang mengatasnamakan jihad, mereka merusak bangunan-bangunan dan tempat-tempat ibadah, dan sayangnya mereka berbuat kerusakan atas nama agama dan Islam.

Mari kita perhatikan ayat pertama yang berbicara tentang jihad dalam Alquran! Ayat pertama jihad yang turun menyatakan bahwa jihad Islam itu untuk “pertahanan”. Dan ayat sebelumnya mengatakan “Karena kaum Muslimin tertindas dan teraniaya, maka mereka diizinkan untuk berjihad.” Jadi, jihad Islam adalah untuk membela orang yang teraniaya. Jihad Islam untuk membela tempat-tempat ibadah, gereja-gereja dan sinagoge. Islam adalah agama yang membela semua kalangan. Jihad Islam adalah membela semua kelompok.

Saya katakan dan saya tanya kepada mereka yang menyebut dirinya sebagai orientalis atau pakar Islam yang secara bohong dan dusta menyatakan bahwa Islam adalah agama pedang, “Apakah Islam masuk ke Indonesia dengan pedang?” Saya bertanya kepada mereka, “Apakah Islam masuk ke Timur Asia juga dengan pedang?”

Islam bukan agama pedang, Islam agama dakwah dan logika. Islam sama sekali tidak pernah memaksakan agama kepada orang lain. Tidak ada paksaan dalam agama.[2] Konsep agama tidak sesuai dengan pedang. Yakni, agama berarti keyakinan, dan keyakinan tidak mungkin diwujudkan dengan pedang.

Adalah kebohongan besar penyataan yang mengatakan bahwa tapal batas negeri-negeri Islam adalah tapal batas darah. Tapal batas Islam adalah tapal batas rasio, logika, dan kasih sayang. Nabi Junjungan kita adalah Nabi pembawa dan penebar rahmat. Saya bertanya kepada kalian ulama, cendekiawan, dan kaum intelektual, “Apakah sikap dan perilaku Nabi saw terhadap kaum Yahudi, Nasrani, dan pelbagai pemikiran dan akidah yang berbeda ketika memasuki Madinah dan mulai membentuk pemerintahan Islam dan waktu itu kekuasaanya belum begitu kuat berbeda atau berubah saat beliau telah mencapai puncak kekuasaannya di tahun-tahun terakhir dari hidupnya? Bukankah di Madinah terdapat para pengikut pelbagai ajaran/agama? “

Nabi saw tidak pernah mengusir kaum Yahudi dan Nasrani dari Madinah. Dan bahkan beliau bersabar dan menahan diri terhadap orang-orang munafik yang dikenalinya. Nabi Islam membawa agama bagi kita, yaitu agama toleransi dan hidup berdampingan secara damai dengan orang lain; agama kasih sayang dan rahmat.

Ada sebagian orang yang secara dusta menulis di pelbagai buku bahwa Islam adalah agama kekerasan. Dan kelompok-kelompok teroris yang muncul saat ini adalah hasil didikan Islam. Kemudian mereka mengeksploitasi tindakan teroris untuk berbohong kepada masyarakat dunia dan mengatakan bahwa Islam adalah agama kekerasan.

Islam bukanlah agama kekerasan. Kita tidak boleh bersikap diam di hadapan kelompok-kelompok yang hari ini telah melayangkan pukulan dan serangan terbesar terhadap eksistensi Islam dan Alquran serta Nabi Saw. Kita harus memiliki satu suara dan harus bangkit untuk menghadapi kekerasan, radikalisme dan terorisme.

Islam adalah agama moderat, logika, dan rasio. Kita harus menjelaskan Islam yang sesungguhnya kepada penduduk dunia. Hari ini, tugas yang besar ini berada di pundak kita. Islam adalah agama toleransi dan kemudahan. Saat Rasulullah Saw mengutus Ali bin Abi Thalib dan Mu’adz Ibn Jabal ke Yaman, yang hari ini dibombardir dan dibumihanguskan serta berlumuran darah, kepada dua orang utusan tersebut, beliau bersabda, “Saat kalian berada di Yaman, hendaklah agama dan penjelasan kalian adalah penjelasan yang mengandung kabar gembira. Hendaklah perilaku kalian dengan masyarakat membuat mereka tidak mengambil jarak dengan Islam. Permudahlah urusan rakyat dan jangan kalian persulit. Islam adalah agama mudah; agama toleransi.” Kita harus menjelaskan agama seperti ini kepada seluruh penduduk dunia. Persatuan dunia Islam saat ini merupakan tugas dan tanggung jawab terbesar bagi kita.

Masalah ketiga yang sangat penting bagi dunia Islam adalah ekspansi dan kemajuan. Islam adalah agama peradaban, ilmu pengetahuan, dan agama kesucian zahir dan batin. Nabi saw berulang kali mewasiatkan supaya masyarakat memperhatikan kesucian zahir dan batin. Dan setelah berlangsung berabad-abad dari wasiat Nabi saw tersebut, Raja Louis XIV dari Perancis justru berbangga karena sepanjang hidupnya tidak pernah pergi ke kamar mandi. Demikianlah kondisi Eropa setelah berabad-abad dari masa Islam. Islam adalah agama yang mengajarkan kesucian dan kebersihan zahir dan batin kepada masyarakat. Islam memotivasi masyarakat untuk mempelajari ilmu, mengembangkan ilmu serta bersikap toleransi terhadap sesama. Bahkan Nabi saw mengatakan bahwa “Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.”

Agama kita adalah agama akhlak; agama kelakuan yang baik, dan agama perdamaian. Agama ini menginginkan kemajuan peradaban ilmu dan pengetahuan bagi kita. Kita kaum Muslim, selama belum memiliki pertumbuhan ilmiah dan ekonomi, kita tidak akan mampu berlepas diri dari konspirasi-konspirasi musuh-musuh Islam, dan mereka yang berbuat aniaya terhadap dunia Islam.
Kita harus bekerja sama di bidang kemajuan ilmu dan pengetahuan. Iran telah banyak berkorban dan membayar cukup mahal untuk mencapai kemajuan dan perkembangan ilmu. 

Kami diembargo karena mengembangkan ilmu dan pengetahuan. Barat mengembargo kami karena kemajuan ilmu pengetahuan. Dan embargo yang diterapkan Barat terhadap kami semata-mata karena mereka menginginkan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi itu hanya dimonopoli oleh mereka. Mereka tidak suka bila monopoli ini (teknologi dan pengetahuan) dicabut dari mereka. Mereka berpikir bahwa hegemoni mereka terhadap dunia adalah hegemoni militer, ekonomi, dan ilmu pengetahuan.

Kita harus meruntuhkan hegemoni-hegemoni ini. Ilmu dan pengetahuan adalah milik semua bangsa. Saat universitas-uiversitas dan ilmu pengetahuan ada di genggaman umat Islam, kita menganggap bahwa mengajarkan ilmu kepada orang lain merupakan zakat ilmu, dan kita mengharuskan dan mewajibkan diri kita untuk mengajarkan ilmu kepada orang-orang lain. Dan masyarakat Barat dan Eropa juga belajar ilmu dari dunia Islam. Dan tanpa pamrih, kita berikan ilmu kepada mereka. Ironisnya, mereka justru sekarang ingin mencegah kita dari mendapatkan kemajuan ilmu pengetahuan.

Kita menganggap bahwa pertumbuhan, ekspansi, dan perkembangan ilmu dan teknologi merupakan hak semua manusia, dan termasuk hak Muslimin. Oleh karena itu, di bidang ini kita harus bekerja sama. Para pakar, kalangan akademisi, dan cendekiawan–baik di bidang riil maupun dunia maya–harus saling bersinergi.

Bila kita memperhatikan dan mempertimbangkan prioritas-prioritas dunia Islam, kita akan memiliki dunia yang lain. Kita memiliki tanggung jawab dan tugas besar di hadapan anak-anak dan generasi kita di masa yang akan datang.

Kita tidak boleh membiarkan anak-anak muda kita mengalami keraguan terkait dengan Islam dan warisan besar Nabi Saw. Dan kita tidak boleh membiarkan oknum-oknum yang dengan melancarkan perang perpecahan dan membangkitkan isu-isu perbedaan, mereka menyebarkan kekerasan dan radikalisme atas nama agama. Agama berlepas diri dari mereka semua. Agama kita adalah agama kasih sayang dan cinta, agama persaudaraan. Oleh karena itu, hendaklah dalam pernyataan dan perilaku kita, kita memperhatikan pandangan yang proporsional dan moderat.

Perkataan dan pernyataan kita harus kuat dan kokoh, yakni memiliki kekokohan rasional dan logis. Ini adalah tanggung jawab kita dan misi kita. Para ilmuwan dan para pakar Indonesia dan Iran, begitu juga negara-negara Islam lainnya harus bersatu dalam satu barisan untuk menghadapi serangan-serangan yang dilakukan terhadap Islam.

Islam Indonesia dan Iran adalah Islam moderat dan kasih sayang. Kita di Iran melihat bahwa Syiah dan Sunni hidup berdampingan secara damai. Bila Anda bepergian ke Teheran, ibu kota Iran, Anda akan melihat banyak dari tempat-tempat ibadah yang terkait dengan abad-abad yang lampau, dan sampai hari ini tempat-tempat ibadah itu masih ada. Di DPR dan Parlemen kita (Majelis Syura Islami), baik Syiah maupun Sunni, baik Yahudi maupun Masihi, dan juga Zoroaster, mereka semua berdampingan dan berada dalam satu barisan. Ini adalah logika Islam dan Nabi saw serta kitab Alquran.

Kami—karena nikmat Islam, Alquran dan Sunah Nabi saw–belajar persaudaraan dan persatuan dari Islam. Menurut hemat kami, menjaga keamanan umat Islam di seluruh dunia Islam adalah tanggung jawab negara Islam.

Sebagaimana kami membela orang-orang Syiah Libanon, kami juga membela orang-orang Sunni di Gaza. Bagi kami, Ahlu Sunnah di Gaza atau Syiah di Lebanon, Sunni di Irak atau Syiah di Irak, masyarakat Kristen di Irak dan Lebanon, bila mereka memang teraniaya, maka kami akan membela mereka.

Hari ini adalah hari yang mengharuskan kita untuk gotong royong dan bangkit guna membela agama Allah dan Islam. “Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” ( QS. Muhammad: 7 )



[1] . Yang dimaksud adalah ayat “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.” (QS. al-Maidah, 32)
[2] . Sesuai dengan ayat, “Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam).” (QS. Al-Baqarah, 256)
Takfirisme

Pidato Presiden Iran Hassan Rouhani di depan Ulama, Tokoh, Cendekiawan dan Akademisi Indonesia di Jakarta

Unknown  |  at  Sabtu, Mei 02, 2015

Segala puji bagi Allah, Tuhan Pengatur alam semesta. Shalawat dan salam Allah Swt kita kirimkan kepada Junjungan kita Nabi Besar Muhammad, keluarganya yang suci, dan sahabatnya yang mulia. Saya beserta rombongan yang menyertai merasa sangat gembira karena mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan bertatap muka dengan para ulama, tokoh, dan kalangan cendekiawan di negeri Indonesia yang merupakan sahabat dan saudara kami.

Indonesia memiliki kedudukan istimewa di dunia Islam dan merupakan negeri yang berpenduduk Muslim terbesar. Indonesia menjadi contoh dari manifestasi akhlak dan sikap persaudaraan serta hidup berdampingan secara damai dengan pelbagai pemeluk agama dan individu-individu yang heterogen yang hidup di negeri ini.

Hari ini sangat mendesak bagi negara-negara Islam dan bagi kalian para ulama, tokoh masyarakat, kalangan akademisi serta para pakar, untuk masing-masing kita memikirkan secara serius mana yang terpenting dan yang penting bagi dunia Islam.

Membuat skala prioritas bagi masalah-masalah penting dunia Islam merupakan tugas pertama kita. Sebagaimana Nabi saw bersabda bahwa kita harus senantiasa memikirkan persoalan-persoalan umat Islam.

Kita harus melihat masyarakat Islam, dunia Islam, dan seluruh Muslimin seperti benih dari satu batang tubuh. Kita harus menganalisa dalam masalah-masalah budaya dan religi; manakah yang paling penting dan mana yang penting. Islam adalah hal yang paling penting dan prinsip/dasar bagi kita, sedangkan mazhab Syiah, Syafi’i, Hanafi, Maliki, Hanbali, semuanya adalah cabang atau cagak. Dan semua mazhab tersebut adalah aliran yang berasal dari satu sumber yang bernama Islam. Bila sumber air itu terancam, maka aliran-aliran pun akan kering. Sebelum kita berpikir tentang aliran air mazhab ini atau mazhab itu, kita harus memikirkan sumber Islam: wahyu, tauhid, Alquran, kenabian dan dasar agama.

Hari ini, dunia Islam—karena ulah musuh-musuh Islam dan orang-orang yang bodoh serta oknum-oknum yang lalai dan melupakan prinsip-prinsip—telah mengalami perpecahan. Saya mengingatkan kembali perkataan Imam Khomeini yang menyatakan: “Siapa saja dari Syiah yang menyerang Sunni, dan sebaliknya siapa saja dari Sunni yang menyerang Syiah, ia bukan Syiah dan juga bukan Sunni.” Sekarang adalah momentum persatuan dunia Islam.

Hari ini, masalah pertama yang penting bagi kita Muslimin adalah: jiwa manusia dan bukan hanya jiwa orang Islam, melainkan jiwa seluruh manusia. Kita tidak boleh membiarkan pembunuhan orang-orang yang tidak berdosa. Satu orang saja yang tidak berdosa terbunuh adalah sama dengan membunuh seluruh manusia. Dan membunuh satu wanita yang tidak berdosa berarti membunuh seluruh manusia. Di mana Anda temukan ajaran dan kitab suci yang memiliki ungkapan yang indah seperti ini?[1]

Nabi mengatakan bahwa seruan dan teriakan orang-orang yang teraniaya itu penting bagi kita. Dan siapa pun yang meminta tolong kepada kita, kita harus segera menolongnya, baik dia Muslim maupun non-Muslim.

Bila seseorang, apa pun agama dan mazhabnya; Syiah, Sunni, Yahudi, Kristen atau Budha, dibunuh secara teraniaya dan tanpa dosa, maka dilihat dari sisi hak-hak manusia, mereka sama dan sederajat.
Kita tidak hanya sedih dan prihatin atas terbunuhnya seorang Muslim, bahkan kita juga prihatin atas terbunuhnya setiap manusia yang tak berdosa, apa pun mazhab, ras dan kewargaannya, baik dia orang Arab maupun Persia, baik orang Indonesia maupun bukan, baik berasal dari Timur maupun Barat dunia Islam, baik dari Afrika maupun Asia, dan bahkan dari belahan dunia manapun. Alhasil, kehidupan manusia bagi kita merupakan hal yang paling penting. Keamanan manusia bagi kita merupakan hal yang penting. Ini merupakan tugas negara dan juga ulama serta para pemikir.

Sebagai seorang Muslim, kita harus menjadi pelopor dalam menjaga kehidupan dan keamanan manusia. Bagaimana mungkin kita diam dan menahan diri saat menyaksikan orang-orang yang tidak berdosa terbunuh di Yaman, Irak, Suriah, Libya, dan di mana pun dari kawasan dunia Islam, bahkan bila ada seorang yang tidak berdosa di jantung Eropa atau di Amerika terbunuh maka kita mesti peduli. Terbunuhnya setiap orang yang tidak berdosa, bagi kita mengundang kesedihan dan keprihatinan yang mendalam.

Mungkin Anda pernah mendengar kisah seorang perempuan Nasrani yang dilecehkan dan perhiasan serta harta bendanya dirampas. Imam Ali mengatakan, “Bila seseorang meninggal dunia karena empati dan merasa prihatin atas intimidasi yang dialami oleh seorang yang tak berdosa, maka ia tidak boleh dicela.”

Sahabat besar Nabi Saw, Ali bin Abi Thalib menjelaskan bahwa seseorang yang bersedih dan berempati karena melihat orang yang tak berdosa diintimidasi, lalu karena itu ia meninggal dunia maka ia tidak boleh dipersoalkan kenapa ia mati hanya gara-gara menahan kesedihan dan keprihatinan terhadap orang lain.

Hari ini, prioritas pertama kita di dunia adalah menjaga kehidupan dan keamanan manusia di seluruh dunia. Tentu tugas ini bukan hanya terbatas bagi dunia Islam. Namun sebagai seorang Muslim dan sesuai dengan tugas keagamaan, kita menilai bahwa hak hidup bagi seluruh manusia adalah sama dan sederajat secara yuridis. Dan kita mengecam setiap bentuk pembunuhan terhadap orang yang tak berdosa, apa pun warga negara dan mazhabnya.

Masalah kedua yang dewasa ini begitu penting bagi kita adalah kemuliaan kita; kemuliaan dunia Islam dan kemuliaan Muslimin. Seluruh umat Islam dan semua orang-orang yang mengikuti dan meneladani perjalanan Nabi Muhammad saw harus merasakan kejayaan dan kemuliaan.

Sangat disayangkan, sebagian oknum di dunia Islam justru menginjak-injak kemuliaan umat Islam. Ironis sekali, dengan nama jihad dan agama, mereka mengangkat senjata dan pedang atas nama Nabi Muhammad saw dan Islam. Dan mereka merusak kemuliaan dan citra kita Muslimin di dunia. Akibat ulah oknum-uknum tersebut, banyak sekali anak-anak muda dan masyarakat dunia mulai meragukan kebesaran Islam. Oknum-oknum itu menyebabkan munculnya Islam phobia pada masyarakat dunia. Tentu kita harus merasa bertanggung jawab atas realita yang menyedihkan ini.

Hari ini, berpangku tangan dan diam di hadapan serangan terhadap identitas, realitas, dan hakikat Islam merupakan dosa besar. Hari ini, kita semua harus merasakan tanggung jawab dalam masalah ini. Negara-negara Islam, masyarakat Muslim, ulama-ulama Islam, kaum cendekiawan, kalangan akademisi, dan para pakar memikul tanggung jawab yang berat di pundak mereka.

Kita harus memaksimalkan seluruh potensi kita dan tekad kita untuk menghadapi masalah ini. Kita sesama Muslim berabad-abad hidup secara damai. Buktinya, Anda lihat di Irak terdapat tempat-tempat ibadah dari pelbagai mazhab Islam atau dari pelbagai agama yang terkait dengan permulaan sejarah Islam, dan bahkan sebelum datangnya Islam, sampai sekarang pun masih ada situs-situs historis itu. Tetapi, oknum-oknum yang biadab yang mengatasnamakan jihad, mereka merusak bangunan-bangunan dan tempat-tempat ibadah, dan sayangnya mereka berbuat kerusakan atas nama agama dan Islam.

Mari kita perhatikan ayat pertama yang berbicara tentang jihad dalam Alquran! Ayat pertama jihad yang turun menyatakan bahwa jihad Islam itu untuk “pertahanan”. Dan ayat sebelumnya mengatakan “Karena kaum Muslimin tertindas dan teraniaya, maka mereka diizinkan untuk berjihad.” Jadi, jihad Islam adalah untuk membela orang yang teraniaya. Jihad Islam untuk membela tempat-tempat ibadah, gereja-gereja dan sinagoge. Islam adalah agama yang membela semua kalangan. Jihad Islam adalah membela semua kelompok.

Saya katakan dan saya tanya kepada mereka yang menyebut dirinya sebagai orientalis atau pakar Islam yang secara bohong dan dusta menyatakan bahwa Islam adalah agama pedang, “Apakah Islam masuk ke Indonesia dengan pedang?” Saya bertanya kepada mereka, “Apakah Islam masuk ke Timur Asia juga dengan pedang?”

Islam bukan agama pedang, Islam agama dakwah dan logika. Islam sama sekali tidak pernah memaksakan agama kepada orang lain. Tidak ada paksaan dalam agama.[2] Konsep agama tidak sesuai dengan pedang. Yakni, agama berarti keyakinan, dan keyakinan tidak mungkin diwujudkan dengan pedang.

Adalah kebohongan besar penyataan yang mengatakan bahwa tapal batas negeri-negeri Islam adalah tapal batas darah. Tapal batas Islam adalah tapal batas rasio, logika, dan kasih sayang. Nabi Junjungan kita adalah Nabi pembawa dan penebar rahmat. Saya bertanya kepada kalian ulama, cendekiawan, dan kaum intelektual, “Apakah sikap dan perilaku Nabi saw terhadap kaum Yahudi, Nasrani, dan pelbagai pemikiran dan akidah yang berbeda ketika memasuki Madinah dan mulai membentuk pemerintahan Islam dan waktu itu kekuasaanya belum begitu kuat berbeda atau berubah saat beliau telah mencapai puncak kekuasaannya di tahun-tahun terakhir dari hidupnya? Bukankah di Madinah terdapat para pengikut pelbagai ajaran/agama? “

Nabi saw tidak pernah mengusir kaum Yahudi dan Nasrani dari Madinah. Dan bahkan beliau bersabar dan menahan diri terhadap orang-orang munafik yang dikenalinya. Nabi Islam membawa agama bagi kita, yaitu agama toleransi dan hidup berdampingan secara damai dengan orang lain; agama kasih sayang dan rahmat.

Ada sebagian orang yang secara dusta menulis di pelbagai buku bahwa Islam adalah agama kekerasan. Dan kelompok-kelompok teroris yang muncul saat ini adalah hasil didikan Islam. Kemudian mereka mengeksploitasi tindakan teroris untuk berbohong kepada masyarakat dunia dan mengatakan bahwa Islam adalah agama kekerasan.

Islam bukanlah agama kekerasan. Kita tidak boleh bersikap diam di hadapan kelompok-kelompok yang hari ini telah melayangkan pukulan dan serangan terbesar terhadap eksistensi Islam dan Alquran serta Nabi Saw. Kita harus memiliki satu suara dan harus bangkit untuk menghadapi kekerasan, radikalisme dan terorisme.

Islam adalah agama moderat, logika, dan rasio. Kita harus menjelaskan Islam yang sesungguhnya kepada penduduk dunia. Hari ini, tugas yang besar ini berada di pundak kita. Islam adalah agama toleransi dan kemudahan. Saat Rasulullah Saw mengutus Ali bin Abi Thalib dan Mu’adz Ibn Jabal ke Yaman, yang hari ini dibombardir dan dibumihanguskan serta berlumuran darah, kepada dua orang utusan tersebut, beliau bersabda, “Saat kalian berada di Yaman, hendaklah agama dan penjelasan kalian adalah penjelasan yang mengandung kabar gembira. Hendaklah perilaku kalian dengan masyarakat membuat mereka tidak mengambil jarak dengan Islam. Permudahlah urusan rakyat dan jangan kalian persulit. Islam adalah agama mudah; agama toleransi.” Kita harus menjelaskan agama seperti ini kepada seluruh penduduk dunia. Persatuan dunia Islam saat ini merupakan tugas dan tanggung jawab terbesar bagi kita.

Masalah ketiga yang sangat penting bagi dunia Islam adalah ekspansi dan kemajuan. Islam adalah agama peradaban, ilmu pengetahuan, dan agama kesucian zahir dan batin. Nabi saw berulang kali mewasiatkan supaya masyarakat memperhatikan kesucian zahir dan batin. Dan setelah berlangsung berabad-abad dari wasiat Nabi saw tersebut, Raja Louis XIV dari Perancis justru berbangga karena sepanjang hidupnya tidak pernah pergi ke kamar mandi. Demikianlah kondisi Eropa setelah berabad-abad dari masa Islam. Islam adalah agama yang mengajarkan kesucian dan kebersihan zahir dan batin kepada masyarakat. Islam memotivasi masyarakat untuk mempelajari ilmu, mengembangkan ilmu serta bersikap toleransi terhadap sesama. Bahkan Nabi saw mengatakan bahwa “Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.”

Agama kita adalah agama akhlak; agama kelakuan yang baik, dan agama perdamaian. Agama ini menginginkan kemajuan peradaban ilmu dan pengetahuan bagi kita. Kita kaum Muslim, selama belum memiliki pertumbuhan ilmiah dan ekonomi, kita tidak akan mampu berlepas diri dari konspirasi-konspirasi musuh-musuh Islam, dan mereka yang berbuat aniaya terhadap dunia Islam.
Kita harus bekerja sama di bidang kemajuan ilmu dan pengetahuan. Iran telah banyak berkorban dan membayar cukup mahal untuk mencapai kemajuan dan perkembangan ilmu. 

Kami diembargo karena mengembangkan ilmu dan pengetahuan. Barat mengembargo kami karena kemajuan ilmu pengetahuan. Dan embargo yang diterapkan Barat terhadap kami semata-mata karena mereka menginginkan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi itu hanya dimonopoli oleh mereka. Mereka tidak suka bila monopoli ini (teknologi dan pengetahuan) dicabut dari mereka. Mereka berpikir bahwa hegemoni mereka terhadap dunia adalah hegemoni militer, ekonomi, dan ilmu pengetahuan.

Kita harus meruntuhkan hegemoni-hegemoni ini. Ilmu dan pengetahuan adalah milik semua bangsa. Saat universitas-uiversitas dan ilmu pengetahuan ada di genggaman umat Islam, kita menganggap bahwa mengajarkan ilmu kepada orang lain merupakan zakat ilmu, dan kita mengharuskan dan mewajibkan diri kita untuk mengajarkan ilmu kepada orang-orang lain. Dan masyarakat Barat dan Eropa juga belajar ilmu dari dunia Islam. Dan tanpa pamrih, kita berikan ilmu kepada mereka. Ironisnya, mereka justru sekarang ingin mencegah kita dari mendapatkan kemajuan ilmu pengetahuan.

Kita menganggap bahwa pertumbuhan, ekspansi, dan perkembangan ilmu dan teknologi merupakan hak semua manusia, dan termasuk hak Muslimin. Oleh karena itu, di bidang ini kita harus bekerja sama. Para pakar, kalangan akademisi, dan cendekiawan–baik di bidang riil maupun dunia maya–harus saling bersinergi.

Bila kita memperhatikan dan mempertimbangkan prioritas-prioritas dunia Islam, kita akan memiliki dunia yang lain. Kita memiliki tanggung jawab dan tugas besar di hadapan anak-anak dan generasi kita di masa yang akan datang.

Kita tidak boleh membiarkan anak-anak muda kita mengalami keraguan terkait dengan Islam dan warisan besar Nabi Saw. Dan kita tidak boleh membiarkan oknum-oknum yang dengan melancarkan perang perpecahan dan membangkitkan isu-isu perbedaan, mereka menyebarkan kekerasan dan radikalisme atas nama agama. Agama berlepas diri dari mereka semua. Agama kita adalah agama kasih sayang dan cinta, agama persaudaraan. Oleh karena itu, hendaklah dalam pernyataan dan perilaku kita, kita memperhatikan pandangan yang proporsional dan moderat.

Perkataan dan pernyataan kita harus kuat dan kokoh, yakni memiliki kekokohan rasional dan logis. Ini adalah tanggung jawab kita dan misi kita. Para ilmuwan dan para pakar Indonesia dan Iran, begitu juga negara-negara Islam lainnya harus bersatu dalam satu barisan untuk menghadapi serangan-serangan yang dilakukan terhadap Islam.

Islam Indonesia dan Iran adalah Islam moderat dan kasih sayang. Kita di Iran melihat bahwa Syiah dan Sunni hidup berdampingan secara damai. Bila Anda bepergian ke Teheran, ibu kota Iran, Anda akan melihat banyak dari tempat-tempat ibadah yang terkait dengan abad-abad yang lampau, dan sampai hari ini tempat-tempat ibadah itu masih ada. Di DPR dan Parlemen kita (Majelis Syura Islami), baik Syiah maupun Sunni, baik Yahudi maupun Masihi, dan juga Zoroaster, mereka semua berdampingan dan berada dalam satu barisan. Ini adalah logika Islam dan Nabi saw serta kitab Alquran.

Kami—karena nikmat Islam, Alquran dan Sunah Nabi saw–belajar persaudaraan dan persatuan dari Islam. Menurut hemat kami, menjaga keamanan umat Islam di seluruh dunia Islam adalah tanggung jawab negara Islam.

Sebagaimana kami membela orang-orang Syiah Libanon, kami juga membela orang-orang Sunni di Gaza. Bagi kami, Ahlu Sunnah di Gaza atau Syiah di Lebanon, Sunni di Irak atau Syiah di Irak, masyarakat Kristen di Irak dan Lebanon, bila mereka memang teraniaya, maka kami akan membela mereka.

Hari ini adalah hari yang mengharuskan kita untuk gotong royong dan bangkit guna membela agama Allah dan Islam. “Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” ( QS. Muhammad: 7 )



[1] . Yang dimaksud adalah ayat “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.” (QS. al-Maidah, 32)
[2] . Sesuai dengan ayat, “Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam).” (QS. Al-Baqarah, 256)

Jumat, 24 April 2015

Presiden Rouhani dan Joko Widodo (al-Alam).Dikutip dari harian indiatimes, Kamis (23/4), pernyataan perang ini diketahui dari Nabi Jan Mullahkhil, kepala polisi salah satu provinsi di Afghanistan. Dalam sebuah wawancaranya dengan radio lokal, dia mengaku melihat sebuah dokumen di mana kedua militan itu saling menyatakan jihad terhadap satu sama lainnya.

Bentrok antara keduanya ini taerjadi akibat Al-Baghdadi menyebut Mullah Omar sebagai orang bodoh dan pemimpin perang yang buta huruf. Tak hanya itu, pemimpin ISIS itu menyebut Mullah Omar tak pantas menjadi pemimpin spiritual maupun politik.

Di saat bersamaan, milisi Taliban telah diperintahkan untuk mencegah bendera ISIS berkibar di tanah Afghanistan. ISIS pun menanggapinya dengan menyebut mereka lebih baik dibanding Taliban dalam dua tahun terakhir. Bahkan, mereka telah mengendalikan Twitter dan internet.

Tak hanya itu, ISIS mengklaim telah memburu ratusan militan Taliban di Pakistan.
Politik

Iran-Indonesia Akan Perkuat Kerjasama Bilateral

Unknown  |  at  Jumat, April 24, 2015

Presiden Rouhani dan Joko Widodo (al-Alam).Dikutip dari harian indiatimes, Kamis (23/4), pernyataan perang ini diketahui dari Nabi Jan Mullahkhil, kepala polisi salah satu provinsi di Afghanistan. Dalam sebuah wawancaranya dengan radio lokal, dia mengaku melihat sebuah dokumen di mana kedua militan itu saling menyatakan jihad terhadap satu sama lainnya.

Bentrok antara keduanya ini taerjadi akibat Al-Baghdadi menyebut Mullah Omar sebagai orang bodoh dan pemimpin perang yang buta huruf. Tak hanya itu, pemimpin ISIS itu menyebut Mullah Omar tak pantas menjadi pemimpin spiritual maupun politik.

Di saat bersamaan, milisi Taliban telah diperintahkan untuk mencegah bendera ISIS berkibar di tanah Afghanistan. ISIS pun menanggapinya dengan menyebut mereka lebih baik dibanding Taliban dalam dua tahun terakhir. Bahkan, mereka telah mengendalikan Twitter dan internet.

Tak hanya itu, ISIS mengklaim telah memburu ratusan militan Taliban di Pakistan.

Selasa, 21 April 2015


GenSyiah-Jakarta - Kedutaan Besar RI di Sanaa, Yaman, hancur. Kantor itu luluh lantak karena terkena bom. Informasi yang dikumpulkan, ada korban luka karena bom itu.

Seorang pembaca detikcom, Senin (20/4/2015) sore bernama Saiful memberikan foto kehancuran kantor KBRI. Dikabarkan ada staf KBRI yang terluka karena bom itu.

Seorang diplomat Indonesia yang tak disebutkan namanya juga sudah memastikan adanya serangan bom itu. Menurut dia, KBRI mengalami kerusakan.

Sayangnya sumber resmi Kemlu RI belum bisa dikonfirmasi. Juru Bicara Kemlu Arramanatha dan Direktur Perlindungan WNI Lalu M Iqbal yang dikontak lewat telepon tak merespons.
Takfirisme

Apa yang Terjadi dengan KBRI di Yaman?

Unknown  |  at  Selasa, April 21, 2015


GenSyiah-Jakarta - Kedutaan Besar RI di Sanaa, Yaman, hancur. Kantor itu luluh lantak karena terkena bom. Informasi yang dikumpulkan, ada korban luka karena bom itu.

Seorang pembaca detikcom, Senin (20/4/2015) sore bernama Saiful memberikan foto kehancuran kantor KBRI. Dikabarkan ada staf KBRI yang terluka karena bom itu.

Seorang diplomat Indonesia yang tak disebutkan namanya juga sudah memastikan adanya serangan bom itu. Menurut dia, KBRI mengalami kerusakan.

Sayangnya sumber resmi Kemlu RI belum bisa dikonfirmasi. Juru Bicara Kemlu Arramanatha dan Direktur Perlindungan WNI Lalu M Iqbal yang dikontak lewat telepon tak merespons.

Jumat, 17 April 2015

Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Hossein Dehqan dan mitranya dari Indonesia Ryamizard Ryacudu dalam pertemuan di Moskow, Kamis (16/4/15) menggarisbawahi perlunya memperluas kerja sama dalam upaya untuk meningkatkan kekuatan dunia Muslim.
Dalam pertemuan di ibukota Rusia hari ini, Brigadir Jenderal Dehqan dan Ryacudu dieksplorasi jalan untuk memperkuat dan menghidupkan kembali hubungan, khususnya dalam bidang pertahanan dan militer.

Brigjen Dehqan sedang di Moskow untuk menghadiri Konferensi Keamanan Internasional 2015 di Moskow.

Menteri pertahanan Iran dan Indonesia juga menggarisbawahi kebutuhan untuk memperkuat Dunia Muslim serta menyebarkan perdamaian, stabilitas dan keamanan di kawasan dan dunia.

Pada bulan Maret, Komandan armada kapal perang ke-33 Angkatan Laut Iran dan Armada Barat Indonesia dalam pertemuan di Jakarta Utara, Senin membahas hubungan bilateral dan kerja sama yang saling menguntungkan.

Dalam pertemuan di ibukota Indonesia, komandan angkatan laut Iran dan Indonesia menggarisbawahi perlunya perluasan lebih lanjut hubungan bilateral.

Komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Mohammad Reza Kermanshahi mengucapkan terima kasih kepada komandan angkatan laut Indonesia untuk keramahan mereka selama mereka tinggal di sana, dan menyerukan perluasan kerja sama antara kedua angkatan laut.

Sementara, Dia menunjuk kemampuan tinggi dari Angkatan Laut Iran, dan mengatakan, "Selain sumber daya manusia kita mandiri dalam memperbaiki, memelihara, merancang dan manufaktur perangkat keras militer, termasuk kapal perang yang berat dan bahkan kapal selam tanpa memiliki ketergantungan pada negara.asing.
Politik

Iran dan Indonesia Meningkatkan Kerja Sama Pertahanan

Unknown  |  at  Jumat, April 17, 2015

Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Hossein Dehqan dan mitranya dari Indonesia Ryamizard Ryacudu dalam pertemuan di Moskow, Kamis (16/4/15) menggarisbawahi perlunya memperluas kerja sama dalam upaya untuk meningkatkan kekuatan dunia Muslim.
Dalam pertemuan di ibukota Rusia hari ini, Brigadir Jenderal Dehqan dan Ryacudu dieksplorasi jalan untuk memperkuat dan menghidupkan kembali hubungan, khususnya dalam bidang pertahanan dan militer.

Brigjen Dehqan sedang di Moskow untuk menghadiri Konferensi Keamanan Internasional 2015 di Moskow.

Menteri pertahanan Iran dan Indonesia juga menggarisbawahi kebutuhan untuk memperkuat Dunia Muslim serta menyebarkan perdamaian, stabilitas dan keamanan di kawasan dan dunia.

Pada bulan Maret, Komandan armada kapal perang ke-33 Angkatan Laut Iran dan Armada Barat Indonesia dalam pertemuan di Jakarta Utara, Senin membahas hubungan bilateral dan kerja sama yang saling menguntungkan.

Dalam pertemuan di ibukota Indonesia, komandan angkatan laut Iran dan Indonesia menggarisbawahi perlunya perluasan lebih lanjut hubungan bilateral.

Komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Mohammad Reza Kermanshahi mengucapkan terima kasih kepada komandan angkatan laut Indonesia untuk keramahan mereka selama mereka tinggal di sana, dan menyerukan perluasan kerja sama antara kedua angkatan laut.

Sementara, Dia menunjuk kemampuan tinggi dari Angkatan Laut Iran, dan mengatakan, "Selain sumber daya manusia kita mandiri dalam memperbaiki, memelihara, merancang dan manufaktur perangkat keras militer, termasuk kapal perang yang berat dan bahkan kapal selam tanpa memiliki ketergantungan pada negara.asing.

Kamis, 16 April 2015

Kisah Pertama

TD Pardede, pengusaha terkenal asal Medan yang dekat dengan Bung Karno suatu hari dipanggil mendadak ke Jakarta.

Setelah berbincang-bincang bersama menteri lainnya, Presiden Republik Indonesia itu mengajak TD Pardede ke pojok ruangan.

“Pardede, bisa kau pinjamkan aku uang ?“ Gelagapan karena langsung ditodong oleh penguasa negeri.

TD Pardede merogoh saku saku jasnya dan memberikan seribu dollar dari kantongnya. Namun Bung Karno hanya mengambil secukupnya dan mengembalikan sisanya kepada Pardede.

Kisah Kedua

Satu ajudan terakhir Bung Karno adalah Putu Sugianitri, ex polisi wanita yang setelah Bung Karno tidak menjabat lagi, harus pensiun tanpa kejelasan. Suatu saat setelah tidak menjadi presiden, Bung Karno berjalan-jalan keliling kota dan tiba tiba ingin buah rambutan.

”Tri, beli rambutan.“ ”Uangnya mana ?” tanya si polwan asal Bali itu. ”Sing ngelah pis” kata Bung Karno dalam bahasa Bali yang artinya “Saya tak punya uang.” Jadilah sang ajudan memakai uang pribadinya untuk mantan presiden yang tidak memiliki uang.
Sejarah

Apa yang Ketika Soekarno Tak Punya Uang

Unknown  |  at  Kamis, April 16, 2015

Kisah Pertama

TD Pardede, pengusaha terkenal asal Medan yang dekat dengan Bung Karno suatu hari dipanggil mendadak ke Jakarta.

Setelah berbincang-bincang bersama menteri lainnya, Presiden Republik Indonesia itu mengajak TD Pardede ke pojok ruangan.

“Pardede, bisa kau pinjamkan aku uang ?“ Gelagapan karena langsung ditodong oleh penguasa negeri.

TD Pardede merogoh saku saku jasnya dan memberikan seribu dollar dari kantongnya. Namun Bung Karno hanya mengambil secukupnya dan mengembalikan sisanya kepada Pardede.

Kisah Kedua

Satu ajudan terakhir Bung Karno adalah Putu Sugianitri, ex polisi wanita yang setelah Bung Karno tidak menjabat lagi, harus pensiun tanpa kejelasan. Suatu saat setelah tidak menjadi presiden, Bung Karno berjalan-jalan keliling kota dan tiba tiba ingin buah rambutan.

”Tri, beli rambutan.“ ”Uangnya mana ?” tanya si polwan asal Bali itu. ”Sing ngelah pis” kata Bung Karno dalam bahasa Bali yang artinya “Saya tak punya uang.” Jadilah sang ajudan memakai uang pribadinya untuk mantan presiden yang tidak memiliki uang.

Selasa, 14 April 2015



Sebelumnya saya sarankan agar membaca terlebih dahulu disini

Perlu diketahui bahwasannya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Umar Syihab tak sependapat dengan MUI Jawa Timur yang menyebut aliran Syiah sesat. Umar menegaskan bahwa MUI tidak pernah mengeluarkan fatwa bahwa ajaran Syiah sebagai aliran sesat.

Mengenai insiden pembakaran pesantren Syiah di Sampang, Madura beberapa waktu lalu, Umar berpendapat insiden hanyalah ditumpangi pihak-pihak yang ingin mengadu domba umat Islam dengan kedok ajaran Syiah yang dituding sesat.

"MUI tidak pernah menyatakan bahwa Syiah itu sesat. Syiah dianggap salah satu mazhab yang benar sama halnya dengan ahli sunnah wal jama'ah ialah mazhab yang benar dan mazhab dua tersebut sudah ada sejak awal Islam," katanya saat ditemui okezone di kediamannya, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (1/1/2012).

Kendati pun ada perbedaan pandangan, kata dia, Islam juga tidak pernah menghalalkan kekerasan, apalagi perusakan tempat ibadah dan majelis taklim seperti terjadi di Sampang.

"Kita menginginkan ukhuwah islamiyah dan jangan antara kita saling menyesatkan. Mungkin adanya (insiden pembakaran) karena adanya provokator yang menyatakan bahwa ajaran syiah itu sesat," ujarnya.

Ajaran Syiah, tegas dia, sudah diakui di dunia islam sebagai mazhab yang benar sampai saat ini. "Karena itu jangan kita membuat peryataan yang bisa mengeluapkan gejolak di tengah-tengah masyarakat kita dan bisa menyebabkan korban, korban harta dan lain-lain," tutupnya.

Sebelumnya, Ketua MUI Jatim KH Abdussomad Bukhori meminta masyarakat mewaspadai aliran Syiah agar tidak berkembang di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

Menurut Bukhori, kelompok ini boleh diakui eksistensinya namun jangan diberikan fasilitas untuk berkembang.

Alasan Abdussomad, mayoritas umat Islam Indonesia menganut ajaran Sunni. Jika Syiah berkembang dikhawatirkan akan memperbesar peluang ketegangan antara Sunni dan Syiah seperti di Irak dan Iran.

Sementara itu Ketua MUI KH Bukhori maksum Sampang dengan tegas menyatakan aliran syiah yang ada di Dusun Nangkernang Desa Karang gayam Kecamatan Omben Kabupaten Sampang sebagai ajaran sesat.

Dia menilai syiah telah menyimpang dari ajaran ahli sunah waljamaah. Selain itu terdapat perbedaan-perbedaan yang sangat menyolok. Antara lain, mereka memiliki tiga syahadat, dalam menjalankan salat mereka hanya melaksanakan 3 waktu dalam sehari, mengharamkan salat jumat dan mereka juga menuding bahwa Al Quran yang beredar sekarang bukan asli lagi.
Takfirisme

Menjawab Fitnah Web liputan-kita.com ''10 Ciri Aliran Sesat Menurut MUI, Semuanya Ada Pada Ajaran Syiah''

Unknown  |  at  Selasa, April 14, 2015



Sebelumnya saya sarankan agar membaca terlebih dahulu disini

Perlu diketahui bahwasannya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Umar Syihab tak sependapat dengan MUI Jawa Timur yang menyebut aliran Syiah sesat. Umar menegaskan bahwa MUI tidak pernah mengeluarkan fatwa bahwa ajaran Syiah sebagai aliran sesat.

Mengenai insiden pembakaran pesantren Syiah di Sampang, Madura beberapa waktu lalu, Umar berpendapat insiden hanyalah ditumpangi pihak-pihak yang ingin mengadu domba umat Islam dengan kedok ajaran Syiah yang dituding sesat.

"MUI tidak pernah menyatakan bahwa Syiah itu sesat. Syiah dianggap salah satu mazhab yang benar sama halnya dengan ahli sunnah wal jama'ah ialah mazhab yang benar dan mazhab dua tersebut sudah ada sejak awal Islam," katanya saat ditemui okezone di kediamannya, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (1/1/2012).

Kendati pun ada perbedaan pandangan, kata dia, Islam juga tidak pernah menghalalkan kekerasan, apalagi perusakan tempat ibadah dan majelis taklim seperti terjadi di Sampang.

"Kita menginginkan ukhuwah islamiyah dan jangan antara kita saling menyesatkan. Mungkin adanya (insiden pembakaran) karena adanya provokator yang menyatakan bahwa ajaran syiah itu sesat," ujarnya.

Ajaran Syiah, tegas dia, sudah diakui di dunia islam sebagai mazhab yang benar sampai saat ini. "Karena itu jangan kita membuat peryataan yang bisa mengeluapkan gejolak di tengah-tengah masyarakat kita dan bisa menyebabkan korban, korban harta dan lain-lain," tutupnya.

Sebelumnya, Ketua MUI Jatim KH Abdussomad Bukhori meminta masyarakat mewaspadai aliran Syiah agar tidak berkembang di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

Menurut Bukhori, kelompok ini boleh diakui eksistensinya namun jangan diberikan fasilitas untuk berkembang.

Alasan Abdussomad, mayoritas umat Islam Indonesia menganut ajaran Sunni. Jika Syiah berkembang dikhawatirkan akan memperbesar peluang ketegangan antara Sunni dan Syiah seperti di Irak dan Iran.

Sementara itu Ketua MUI KH Bukhori maksum Sampang dengan tegas menyatakan aliran syiah yang ada di Dusun Nangkernang Desa Karang gayam Kecamatan Omben Kabupaten Sampang sebagai ajaran sesat.

Dia menilai syiah telah menyimpang dari ajaran ahli sunah waljamaah. Selain itu terdapat perbedaan-perbedaan yang sangat menyolok. Antara lain, mereka memiliki tiga syahadat, dalam menjalankan salat mereka hanya melaksanakan 3 waktu dalam sehari, mengharamkan salat jumat dan mereka juga menuding bahwa Al Quran yang beredar sekarang bukan asli lagi.

Jumat, 10 April 2015

Protes netizen atas pemblokiran situs media Islam.

GenSyiah.blogspot.com, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama Asad Said Ali meminta laman web berbau paham berbahaya yang belum terdeteksi oleh tim panel yang dibentuk Kemenkoninfo agar segera diblokir.

Laman web tersebut antara lain adalah Milaibrahim, Ansyarudaullah, Ansaruttauhid, Jihadologi, Azzam blog, Sautusallam dan Al-busro karena dinilai bermuatan negatif.

"Ini muatannya sudah radikal bahkan ada yang sampai mengajarkan cara membuat bom. Kecurigaan kuat kami ini yang punya ISIS malah tidak 'diapa-apain'," ujarnya ketika berdiskusi di Universitas Bhayangkara, Jakarta, Jumat (10/4).

Asad berpendapat berbagai laman web yang mendukung ISIS mempunyai alamat dan pengelola yang jelas, maka BNPT dan Kominfo harus juga harus menindak tegas.

Ia pun mendukung dan menghargai BNPT dan Kemenkominfo yang telah memblokir 19 laman web yang dicurigai menyebarkan paham radikalisme dalam kontennya.

"Saya menghargai pemblokir 19 situs. Bagus, ada ketegasan dan untuk soal 12 pengurus laman yang protes tidak apa-apa karena bisa direvisi seperti Dakwatuna.com itu kan dari PKS," katanya.



Hakikat Islam

Radikal, PBNU Minta Situs-Situs Ini Diblokir

Unknown  |  at  Jumat, April 10, 2015

Protes netizen atas pemblokiran situs media Islam.

GenSyiah.blogspot.com, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama Asad Said Ali meminta laman web berbau paham berbahaya yang belum terdeteksi oleh tim panel yang dibentuk Kemenkoninfo agar segera diblokir.

Laman web tersebut antara lain adalah Milaibrahim, Ansyarudaullah, Ansaruttauhid, Jihadologi, Azzam blog, Sautusallam dan Al-busro karena dinilai bermuatan negatif.

"Ini muatannya sudah radikal bahkan ada yang sampai mengajarkan cara membuat bom. Kecurigaan kuat kami ini yang punya ISIS malah tidak 'diapa-apain'," ujarnya ketika berdiskusi di Universitas Bhayangkara, Jakarta, Jumat (10/4).

Asad berpendapat berbagai laman web yang mendukung ISIS mempunyai alamat dan pengelola yang jelas, maka BNPT dan Kominfo harus juga harus menindak tegas.

Ia pun mendukung dan menghargai BNPT dan Kemenkominfo yang telah memblokir 19 laman web yang dicurigai menyebarkan paham radikalisme dalam kontennya.

"Saya menghargai pemblokir 19 situs. Bagus, ada ketegasan dan untuk soal 12 pengurus laman yang protes tidak apa-apa karena bisa direvisi seperti Dakwatuna.com itu kan dari PKS," katanya.



Kamis, 09 April 2015


Jakarta, Gensyiah.blogspot.com — Akhir Maret lalu, Indonesia dihebohkan dengan berita tewasnya Muhammad Ridwan Abdurrahman, putera da
ri Abu Jibril, salah satu pentolan Majelis Mujahidin. Kabarnya, keluarga Abu Jibril menanggapi kepergian puteranya dengan sukacita, karena yakin bahwa ia telah syahid dan akan bersua dengan bidadari surga. Berita ini tentu tidaklah mengagetkan, mengingat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme telah menyampaikan bahwa ada ratusan WNI yang telah bergabung dengan faksi-faksi teroris di Timur Tengah.
Di sisi lain, perekrutan jihadis baru juga sangat gencar dilakukan melalui dunia maya, meski akhirnya pemerintah mengambil tindakan dengan memblokir 22 situs ‘Islam’ yang dianggap memuat konten yang berbahaya seperti terorisme dan radikalisme. Sepanjang tahun 2014 juga banyak digelar deklarasi/ baiat kepada Abu Bakar al-Baghdadi, pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS/ISIL/IS) yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia.
Anehnya, justru banyak jihadis asal Jawa Tengah menolak bergabung dengan ISIS kendati diiming-imingi kemakmuran. Mereka memilih bekerja secara halal di Indonesia karena menurutnya, hal itu juga bagian dari jihad.
Seorang mantan jihadis, Yusuf Adirima alias Abu Husna mengungkapkan, bahwa ia berhenti dari dunia radikalisme turut mengubah pandangannya tentang konsep rezeki. Dulu, ia mengakui rezeki di bawah kilauan panji-panji jihad.
“Rezeki adalah Ghanimah, yakni segala harta kekayaan orang-orang kafir yang dikuasai oleh kaum muslimin melalui perang penaklukan (harta rampasan perang). Dulu rezeki di bawah kilauan pedang,” kata Yusuf, seperti dilasnir Tribun Jateng, Rabu, 8 April 2015.
Kini, Yusuf punya pendapat lain berkaitan dengan rezeki. Baginya rezeki sesuai ajaran Rasul adalah bagi mereka yang rajin berusaha. “Tidak mesti melalui rampasan perang,” tandasnya.
Ia berujar sebenarnya ada dua konsep mata pencaharian (rezeki) yang dijalankan para jihadis yaitu amal sehari-hari dan amal dari perang. Dulu amal (rezeki) dari perang jadi rezeki primer, sekarang usaha sehari-harilah yang jadi amal utama.
“Bagi saya rezeki itu pilihan amal. Kalau di lapas, amal terbaik adalah baca Quran. Ketika keluar, sebaliknya, saya harus berinteraksi dengan kehidupan yang kompleks,” tuturnya.
Ia tidak menampik cerita masa lalunya. Namun, terkait Islam yang dipikirkannya saat ini adalah Islam sebagai jawaban. Jika ada pengangguran, bagaimana Islam menjawabnya dan lain sebagainya.
“Begitu juga sebagai kaum muslim yang hidup di Indonesia. Sudah seharusnya usaha yang dilakukannya sesuai aturan yang ada di Indonesia,” tandasnya.
Bagaimana kisah Yusuf ketika menjadi jihadis?
Berita Nasional

Mantan Jihadis, Tolak Bergabung Dengan ISIS

Unknown  |  at  Kamis, April 09, 2015


Jakarta, Gensyiah.blogspot.com — Akhir Maret lalu, Indonesia dihebohkan dengan berita tewasnya Muhammad Ridwan Abdurrahman, putera da
ri Abu Jibril, salah satu pentolan Majelis Mujahidin. Kabarnya, keluarga Abu Jibril menanggapi kepergian puteranya dengan sukacita, karena yakin bahwa ia telah syahid dan akan bersua dengan bidadari surga. Berita ini tentu tidaklah mengagetkan, mengingat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme telah menyampaikan bahwa ada ratusan WNI yang telah bergabung dengan faksi-faksi teroris di Timur Tengah.
Di sisi lain, perekrutan jihadis baru juga sangat gencar dilakukan melalui dunia maya, meski akhirnya pemerintah mengambil tindakan dengan memblokir 22 situs ‘Islam’ yang dianggap memuat konten yang berbahaya seperti terorisme dan radikalisme. Sepanjang tahun 2014 juga banyak digelar deklarasi/ baiat kepada Abu Bakar al-Baghdadi, pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS/ISIL/IS) yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia.
Anehnya, justru banyak jihadis asal Jawa Tengah menolak bergabung dengan ISIS kendati diiming-imingi kemakmuran. Mereka memilih bekerja secara halal di Indonesia karena menurutnya, hal itu juga bagian dari jihad.
Seorang mantan jihadis, Yusuf Adirima alias Abu Husna mengungkapkan, bahwa ia berhenti dari dunia radikalisme turut mengubah pandangannya tentang konsep rezeki. Dulu, ia mengakui rezeki di bawah kilauan panji-panji jihad.
“Rezeki adalah Ghanimah, yakni segala harta kekayaan orang-orang kafir yang dikuasai oleh kaum muslimin melalui perang penaklukan (harta rampasan perang). Dulu rezeki di bawah kilauan pedang,” kata Yusuf, seperti dilasnir Tribun Jateng, Rabu, 8 April 2015.
Kini, Yusuf punya pendapat lain berkaitan dengan rezeki. Baginya rezeki sesuai ajaran Rasul adalah bagi mereka yang rajin berusaha. “Tidak mesti melalui rampasan perang,” tandasnya.
Ia berujar sebenarnya ada dua konsep mata pencaharian (rezeki) yang dijalankan para jihadis yaitu amal sehari-hari dan amal dari perang. Dulu amal (rezeki) dari perang jadi rezeki primer, sekarang usaha sehari-harilah yang jadi amal utama.
“Bagi saya rezeki itu pilihan amal. Kalau di lapas, amal terbaik adalah baca Quran. Ketika keluar, sebaliknya, saya harus berinteraksi dengan kehidupan yang kompleks,” tuturnya.
Ia tidak menampik cerita masa lalunya. Namun, terkait Islam yang dipikirkannya saat ini adalah Islam sebagai jawaban. Jika ada pengangguran, bagaimana Islam menjawabnya dan lain sebagainya.
“Begitu juga sebagai kaum muslim yang hidup di Indonesia. Sudah seharusnya usaha yang dilakukannya sesuai aturan yang ada di Indonesia,” tandasnya.
Bagaimana kisah Yusuf ketika menjadi jihadis?

Sabtu, 04 April 2015



Budayawan yang juga Kiai, Emha Ainun Najib, atau lebih dikenal dengan sebutan Cak Nun mengatakan gerakan radikal ISIS merupakan rekayasa dalam upaya untuk menguasai Timur Tengah.

"Semua itu rekayasa, ada yang membikin dan tidak mungkin gerakan itu menjadi 'main stream', karena apa mungkin orang sedunia menjadi ISIS semua," katanya di Temanggung, Jumat, 03/04/2015) malam, menukil Kompas.

Ia mengatakan hal tersebut usai pentas bersama Kiai Kanjeng di Alun-Alun Temanggung dalam acara "Sinau Kedaulatan Bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng" yang diselenggarakan Pemkab Temanggung bersama Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Temanggung.

Ia menuturkan yang mereka bunuh itu bukan orang kafir, tetapi yang mereka bunuh itu sesama orang Islam.

"Gerakan itu merupakan program permanen memecah belah Timur Tengah atau memecah belah Islam sehingga mereka rapuh," katanya.

Kalau sudah rapuh, katanya, maka diambil minyaknya seperti Irak. "Suriah ini sulit diambil maka dibuatlah ISIS, jadi itu hanya orang merampok, sama dengan Indonesia hanya dirampok."

Acara "Sinau Kedaulatan Bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng" dihadiri ribuan warga Temanggung, khususnya para petani tembakau.

Panitia "Sinau Kedaulatan Bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng" Agus Setiawan menuturkan Cak Nun merupakan sosok yang memiliki perhatian serius terhadap kedaulatan, baik kedaulatan bangsa maupun kedaulatan individu.

"Acara ini untuk belajar kedaulatan secara lebih luas dan mendalam sekaligus sekaligus bermujahadah menyambut masa tanam tembakau," katanya.

Ia mengharapkan melalui kegiatan ini pemahaman masyarakat tentang kedaulatan semakin kuat.

"Sektor budidaya tembakau yang menjadi sumber kehidupan warga Temanggung sedang disudutkan dengan isu-isu kesehatan yang diimpor dari luar. Peraturan yang dikeluarkan pemerintah semakin memberikan berbagai batasan bagi berkembangnya sektor budidaya tembakau," katanya. 


Takfirisme

Cak Nun: ISIS Bunuh Sesama Muslim

Unknown  |  at  Sabtu, April 04, 2015



Budayawan yang juga Kiai, Emha Ainun Najib, atau lebih dikenal dengan sebutan Cak Nun mengatakan gerakan radikal ISIS merupakan rekayasa dalam upaya untuk menguasai Timur Tengah.

"Semua itu rekayasa, ada yang membikin dan tidak mungkin gerakan itu menjadi 'main stream', karena apa mungkin orang sedunia menjadi ISIS semua," katanya di Temanggung, Jumat, 03/04/2015) malam, menukil Kompas.

Ia mengatakan hal tersebut usai pentas bersama Kiai Kanjeng di Alun-Alun Temanggung dalam acara "Sinau Kedaulatan Bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng" yang diselenggarakan Pemkab Temanggung bersama Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Temanggung.

Ia menuturkan yang mereka bunuh itu bukan orang kafir, tetapi yang mereka bunuh itu sesama orang Islam.

"Gerakan itu merupakan program permanen memecah belah Timur Tengah atau memecah belah Islam sehingga mereka rapuh," katanya.

Kalau sudah rapuh, katanya, maka diambil minyaknya seperti Irak. "Suriah ini sulit diambil maka dibuatlah ISIS, jadi itu hanya orang merampok, sama dengan Indonesia hanya dirampok."

Acara "Sinau Kedaulatan Bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng" dihadiri ribuan warga Temanggung, khususnya para petani tembakau.

Panitia "Sinau Kedaulatan Bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng" Agus Setiawan menuturkan Cak Nun merupakan sosok yang memiliki perhatian serius terhadap kedaulatan, baik kedaulatan bangsa maupun kedaulatan individu.

"Acara ini untuk belajar kedaulatan secara lebih luas dan mendalam sekaligus sekaligus bermujahadah menyambut masa tanam tembakau," katanya.

Ia mengharapkan melalui kegiatan ini pemahaman masyarakat tentang kedaulatan semakin kuat.

"Sektor budidaya tembakau yang menjadi sumber kehidupan warga Temanggung sedang disudutkan dengan isu-isu kesehatan yang diimpor dari luar. Peraturan yang dikeluarkan pemerintah semakin memberikan berbagai batasan bagi berkembangnya sektor budidaya tembakau," katanya. 


Jumat, 03 April 2015


Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengatakan, saat ini fenomena Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) telah menjadi ancaman di beberapa negara. Indonesia, menurutnya harus siaga terhadap ancaman ISIS.
"Dalam beberapa kasus, diduga ada sejumlah warga Indonesia  juga terlibat paham radikal  ISIS," kata Susanto, Rabu (1/4) malam.

Kondisi semacam ini, ujar Susanto, jika kurang diantisipasi bisa berbahaya.  Ideologi ISIS bisa mengancam bangsa Indonesia.

Keberadaan masjid dan mushola, guru mengaji, terang dia, bisa menjadi benteng kuat. Agar paham ISIS tidak menyebar dan mempengaruhi pemikiran generasi muda di Indonesia. 

Ia berpendapat ada beberapa upaya yang perlu dilakukan masjid dan mushola untuk mencegah penyebaran ISIS. Pertama, memastikan masjid dan mushola dimanfaatkan untuk kegiatan ibadah atau kajian keislaman sesuai pemahaman mainstream Islam Indonesia selama ini. 

Kedua, ujar Susanto, pastikan guru mengaji mengajarkan pemahaman Islam yang komprehensif. "Jangan  mengajarkan pemahaman agama secara sepotong-potong dan  mengakibatkan tumbuhnya paham garis keras."

Ketiga, lanjutnya, pastikan anak-anak mendapatkan bacaan keagamaan yang bermuatan Islam sebagai rahmat untuk alam semesta, bukan bacaan yang provokatif yang mengajarkan kebencian. Apalagi mengajarkan  tindakan salah yang mengatasnamakan agama.
Berita Nasional

Masjid dan Mushola Bisa Diberdayakan Tangkal ISIS

Unknown  |  at  Jumat, April 03, 2015


Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengatakan, saat ini fenomena Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) telah menjadi ancaman di beberapa negara. Indonesia, menurutnya harus siaga terhadap ancaman ISIS.
"Dalam beberapa kasus, diduga ada sejumlah warga Indonesia  juga terlibat paham radikal  ISIS," kata Susanto, Rabu (1/4) malam.

Kondisi semacam ini, ujar Susanto, jika kurang diantisipasi bisa berbahaya.  Ideologi ISIS bisa mengancam bangsa Indonesia.

Keberadaan masjid dan mushola, guru mengaji, terang dia, bisa menjadi benteng kuat. Agar paham ISIS tidak menyebar dan mempengaruhi pemikiran generasi muda di Indonesia. 

Ia berpendapat ada beberapa upaya yang perlu dilakukan masjid dan mushola untuk mencegah penyebaran ISIS. Pertama, memastikan masjid dan mushola dimanfaatkan untuk kegiatan ibadah atau kajian keislaman sesuai pemahaman mainstream Islam Indonesia selama ini. 

Kedua, ujar Susanto, pastikan guru mengaji mengajarkan pemahaman Islam yang komprehensif. "Jangan  mengajarkan pemahaman agama secara sepotong-potong dan  mengakibatkan tumbuhnya paham garis keras."

Ketiga, lanjutnya, pastikan anak-anak mendapatkan bacaan keagamaan yang bermuatan Islam sebagai rahmat untuk alam semesta, bukan bacaan yang provokatif yang mengajarkan kebencian. Apalagi mengajarkan  tindakan salah yang mengatasnamakan agama.

Rabu, 01 April 2015

JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kemenkominfo dan BNPT memblokir 19 situs Islam karena dianggap berpaham radikal dan terkait ISIS.
Menyusul hal tersebut, pemerintah juga diminta memblokir situs-situs komunis dan paham-paham yang bertentangan dengan azas Pancasila.
"Situs komunis juga harus diblokir, pokoknya yang bertentangan dengan ideologi Pancasila," ujar Ketua Komisi 
Kerukunan Antar Umat Beragama MUI Pusat Slamet Effendy Yusuf saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (1/4/2015).
Menurut Slamet upaya pemerintah memblokir 19 situs Islam dinilainya kurang cermat.
Semestinya, kata Slamet, temuan-temuan BNPT dan Kemenkominfo dilaporkan terlebih dahulu ke Kementerian Agama, MUI, NU dan Muhammadiyah.
"Koordinasikan dulu dengan Kementerian agama, NU, MUI, Muhammadiyah. Tidak boleh serampangan digebyak uyah (dipukul rata), itu kan situs dakwah," kata tokoh Nahdlatul Ulama ini.
Hakikat Islam

MUI: Situs Komunis dan Antipancasila Harus Diblokir

Unknown  |  at  Rabu, April 01, 2015

JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kemenkominfo dan BNPT memblokir 19 situs Islam karena dianggap berpaham radikal dan terkait ISIS.
Menyusul hal tersebut, pemerintah juga diminta memblokir situs-situs komunis dan paham-paham yang bertentangan dengan azas Pancasila.
"Situs komunis juga harus diblokir, pokoknya yang bertentangan dengan ideologi Pancasila," ujar Ketua Komisi 
Kerukunan Antar Umat Beragama MUI Pusat Slamet Effendy Yusuf saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (1/4/2015).
Menurut Slamet upaya pemerintah memblokir 19 situs Islam dinilainya kurang cermat.
Semestinya, kata Slamet, temuan-temuan BNPT dan Kemenkominfo dilaporkan terlebih dahulu ke Kementerian Agama, MUI, NU dan Muhammadiyah.
"Koordinasikan dulu dengan Kementerian agama, NU, MUI, Muhammadiyah. Tidak boleh serampangan digebyak uyah (dipukul rata), itu kan situs dakwah," kata tokoh Nahdlatul Ulama ini.

Senin, 30 Maret 2015




Jakarta, Kominfo - Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Ismail Cawidu menyatakan, Kemkominfo telah memblokir 22 situs/website radikal.

Ada 22 situs internet radikal yang diadukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), kata Ismail, di Jakarta, Senin (30/3).

Menurutnya, awalnya pihaknya telah memblokir 3 (tiga) situs, namun BNPT melaporkan kembali untuk memblokir 19 situs berdasarkan surat bernomor No 149/K.BNPT/3/2015 tentang Situs/Website Radikal ke dalam sistem filtering Kemkominfo.

Untuk itu, Kemkominfo meminta penyelenggara internet service provider (ISP) untuk memblokir ke-19 situs sesuai yang disampaikan pihak BNPB bahwa situs/website tersebut merupakan situs/wensite penggerak paham radikalisme dan/atau simpatisan radikalisme, ujarnya.

Adapun ke-22 situs yang telah diblokir yakni:

1.         arrahmah.com

2.         voa-islam.com

3.         ghur4ba.blogspot.com

4.         panjimas.com

5.         thoriquna.com

6.         dakwatuna.com

7.         kafilahmujahid.com

8.         an-najah.net

9.         muslimdaily.net

10.    hidayatullah.com

11.    salam-online.com

12.    aqlislamiccenter.com

13.    kiblat.net

14.    dakwahmedia.com

15.    muqawamah.com

16.    lasdipo.com

17.    gemaislam.com

18.    eramuslim.com

19.    daulahislam.com

20.    shoutussalam.com

21.    azzammedia.com dan

22.    indonesiasupportislamicatate.blogspot.com


Sementara itu, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman menegaskan akan terus berusaha meng-counter‎ propaganda yang dilakukan ISIS dengan mengajak WNI menjadi pendukungnya.

Kita terus counter. Kita kerjasama dengan Kementerian Kominfo untuk segera menutup itu, kata Marciano di Jakarta, Senin (30/3).

Menurut Marciano, pemerintah, terus proaktif untuk tidak memberi mereka ruang terlalu bebas untuk memprovokasi masyarakat. “Kita terus mengharapkan situs-situs seperti itu harus diberi perhatian khusus,” ujarnya.

Ditegaskannya, selain menutup situs-situs terkait ISIS, pemerintah juga mengajak komunitas-komunitas terkait untuk memberikan informasi yang seimbang kepada masyarakat.

Informasi yang disampaikan bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat luas. Sehingga masyarakat tidak melihat satu sisi saja‎, tapi ada sisi lain yang memberi pencerahan bahwa itu tidak benar. Kita hati-hati mengelola itu. Jangan terjebak suatu hari nanti ISIS itu dikaitkan dengan Islam, itu tidak benar, pungkas Marciano.
Berita Nasional

BNPT Minta Kominfo Blokir 22 Situs Radikal

Unknown  |  at  Senin, Maret 30, 2015




Jakarta, Kominfo - Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Ismail Cawidu menyatakan, Kemkominfo telah memblokir 22 situs/website radikal.

Ada 22 situs internet radikal yang diadukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), kata Ismail, di Jakarta, Senin (30/3).

Menurutnya, awalnya pihaknya telah memblokir 3 (tiga) situs, namun BNPT melaporkan kembali untuk memblokir 19 situs berdasarkan surat bernomor No 149/K.BNPT/3/2015 tentang Situs/Website Radikal ke dalam sistem filtering Kemkominfo.

Untuk itu, Kemkominfo meminta penyelenggara internet service provider (ISP) untuk memblokir ke-19 situs sesuai yang disampaikan pihak BNPB bahwa situs/website tersebut merupakan situs/wensite penggerak paham radikalisme dan/atau simpatisan radikalisme, ujarnya.

Adapun ke-22 situs yang telah diblokir yakni:

1.         arrahmah.com

2.         voa-islam.com

3.         ghur4ba.blogspot.com

4.         panjimas.com

5.         thoriquna.com

6.         dakwatuna.com

7.         kafilahmujahid.com

8.         an-najah.net

9.         muslimdaily.net

10.    hidayatullah.com

11.    salam-online.com

12.    aqlislamiccenter.com

13.    kiblat.net

14.    dakwahmedia.com

15.    muqawamah.com

16.    lasdipo.com

17.    gemaislam.com

18.    eramuslim.com

19.    daulahislam.com

20.    shoutussalam.com

21.    azzammedia.com dan

22.    indonesiasupportislamicatate.blogspot.com


Sementara itu, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman menegaskan akan terus berusaha meng-counter‎ propaganda yang dilakukan ISIS dengan mengajak WNI menjadi pendukungnya.

Kita terus counter. Kita kerjasama dengan Kementerian Kominfo untuk segera menutup itu, kata Marciano di Jakarta, Senin (30/3).

Menurut Marciano, pemerintah, terus proaktif untuk tidak memberi mereka ruang terlalu bebas untuk memprovokasi masyarakat. “Kita terus mengharapkan situs-situs seperti itu harus diberi perhatian khusus,” ujarnya.

Ditegaskannya, selain menutup situs-situs terkait ISIS, pemerintah juga mengajak komunitas-komunitas terkait untuk memberikan informasi yang seimbang kepada masyarakat.

Informasi yang disampaikan bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat luas. Sehingga masyarakat tidak melihat satu sisi saja‎, tapi ada sisi lain yang memberi pencerahan bahwa itu tidak benar. Kita hati-hati mengelola itu. Jangan terjebak suatu hari nanti ISIS itu dikaitkan dengan Islam, itu tidak benar, pungkas Marciano.


JAKARTA - Sejumlah alumni perguruan tinggi dan ma’had di Suriah yang berasal dari Indonesia mengadakan pertemuan di Jakarta, Sabtu-Ahad (28-29/3). Mereka memastikan tidak ada alumni yang terlibat dalam kelompok teroris ISIS yang berpusat di Suriah dan Irak.
Pertemuan juga dihadiri sejumlah warga dan pengajar asal Suriah. Berikut ini bunyi lengkap rekomendasi pertemuan alumni tersebut:

Pada acara pertemuan dan silaturahim nasional yang ke-4, dilaksanakan di Villa SM. Cisarua Bogor pada 28-29 Maret 2015, kami perhimpunan alumni pelajar Indonesia di Suriah (al-Syami) menyatakan:

1. Mengecam setiap tindakan yang dilakukan pihak-pihak yang berkonflik, yang menciderai nilai-nilai agama dan kemanusian.

2. Perhimpunan alumni pelajar Indonesia di Suriah tidak pernah bergabung, mendukung atau berafiliasi dengan kelompok-kelompok teroris dan separatis apa pun di Suriah.

Pertemuan dan silaturahim juga mengeluarkan rekomendasi sebagai berikut:

1. Mendorong pemerintah Indonesia, dalam hal ini presiden melalui kementerian luar negeri, untuk berperan aktif dalam proses perdamaian di Suriah.

2. Mendukung sepenuhnya sikap pemerintah Indonesia agar terus bersikap netral dalam menyikapi konflik di Suriah dan selalu mengedapankan human security.

3. Aktivitas Indonesia dalam mendukung terwujudnya perdamaian di Suriah hendaknya dilandasi dengan keyakinan bahwa dialog dan pemilu serta solusi politik merupakan cara terbaik dalam penyelesaian konflik, bukan solusi militer.

4. Memohon pemerintah Indonesia untuk turut serta dalam membantu penanganan korban konflik dalam bentuk misi-misi kemanusian.

5. Mendukung organisasi dan lembaga kemanusian dan perdamaian, baik lokal maupun internasional, sebagai second track diplomacy, untuk terus mengusahakan masuknya bantuan-bantuan kemanusian yang strategis, agar tidak terjadi konflik yang terus berkepanjangan.

6. Meminta pers media agar tidak mengaitkan peristiwa dan aktor pertikaian dan teror di Suriah dan Timur Tengah secara umum dengan aliran atau agama Islam.a
Hakikat Islam

Tak Terlibat ISIS, Ini Pernyataan Lengkap Alumni Suriah

Unknown  |  at  Senin, Maret 30, 2015


JAKARTA - Sejumlah alumni perguruan tinggi dan ma’had di Suriah yang berasal dari Indonesia mengadakan pertemuan di Jakarta, Sabtu-Ahad (28-29/3). Mereka memastikan tidak ada alumni yang terlibat dalam kelompok teroris ISIS yang berpusat di Suriah dan Irak.
Pertemuan juga dihadiri sejumlah warga dan pengajar asal Suriah. Berikut ini bunyi lengkap rekomendasi pertemuan alumni tersebut:

Pada acara pertemuan dan silaturahim nasional yang ke-4, dilaksanakan di Villa SM. Cisarua Bogor pada 28-29 Maret 2015, kami perhimpunan alumni pelajar Indonesia di Suriah (al-Syami) menyatakan:

1. Mengecam setiap tindakan yang dilakukan pihak-pihak yang berkonflik, yang menciderai nilai-nilai agama dan kemanusian.

2. Perhimpunan alumni pelajar Indonesia di Suriah tidak pernah bergabung, mendukung atau berafiliasi dengan kelompok-kelompok teroris dan separatis apa pun di Suriah.

Pertemuan dan silaturahim juga mengeluarkan rekomendasi sebagai berikut:

1. Mendorong pemerintah Indonesia, dalam hal ini presiden melalui kementerian luar negeri, untuk berperan aktif dalam proses perdamaian di Suriah.

2. Mendukung sepenuhnya sikap pemerintah Indonesia agar terus bersikap netral dalam menyikapi konflik di Suriah dan selalu mengedapankan human security.

3. Aktivitas Indonesia dalam mendukung terwujudnya perdamaian di Suriah hendaknya dilandasi dengan keyakinan bahwa dialog dan pemilu serta solusi politik merupakan cara terbaik dalam penyelesaian konflik, bukan solusi militer.

4. Memohon pemerintah Indonesia untuk turut serta dalam membantu penanganan korban konflik dalam bentuk misi-misi kemanusian.

5. Mendukung organisasi dan lembaga kemanusian dan perdamaian, baik lokal maupun internasional, sebagai second track diplomacy, untuk terus mengusahakan masuknya bantuan-bantuan kemanusian yang strategis, agar tidak terjadi konflik yang terus berkepanjangan.

6. Meminta pers media agar tidak mengaitkan peristiwa dan aktor pertikaian dan teror di Suriah dan Timur Tengah secara umum dengan aliran atau agama Islam.a

General

© 2015 Gen Syi'ah. WP Mythemeshop Converted by Bloggertheme9
Blogger Template. Powered by Blogger.