Latest

Rabu, 29 Juli 2015


Dilansir Fars News, departemen listrik Saudi di wilayah perbatasan Jizan mengumumkan pembangkit listrik di pangkalan militer berhenti beroperasi setelah dihantam roket dan rudal Ansarullah. Sebuah kebakaran besar dilaporkan terjadi di sana.

Ali Hassan al-Houthi, pemimpin Ansarullah, mengatakan bahwa Ansarullah menembakkan rudal jarak jauh ke pembangkit listrik Jizan. Serangan rudal juga menghancurkan pembangkit listrik beberapa pos perbatasan, di mana pasukan Saudi, UEA dan Bahrain dikerahkan.

Al-Houthi lebih lanjut mengatakan tentara dan pasukan rakyat menembakkan puluhan roket dan mortir ke wilayah al-Radif, al-Khawjara dan al-Maa'zab di Saudi.

Serangan Saudi di Yaman sejauh ini telah merenggut nyawa setidaknya 5.313 warga sipil, sebagian besar wanita dan anak-anak.
Yaman

Beberapa Pembangkit Listrik Saudi Hancur dalam Serangan Roket Yaman

Unknown  |  at  Rabu, Juli 29, 2015


Dilansir Fars News, departemen listrik Saudi di wilayah perbatasan Jizan mengumumkan pembangkit listrik di pangkalan militer berhenti beroperasi setelah dihantam roket dan rudal Ansarullah. Sebuah kebakaran besar dilaporkan terjadi di sana.

Ali Hassan al-Houthi, pemimpin Ansarullah, mengatakan bahwa Ansarullah menembakkan rudal jarak jauh ke pembangkit listrik Jizan. Serangan rudal juga menghancurkan pembangkit listrik beberapa pos perbatasan, di mana pasukan Saudi, UEA dan Bahrain dikerahkan.

Al-Houthi lebih lanjut mengatakan tentara dan pasukan rakyat menembakkan puluhan roket dan mortir ke wilayah al-Radif, al-Khawjara dan al-Maa'zab di Saudi.

Serangan Saudi di Yaman sejauh ini telah merenggut nyawa setidaknya 5.313 warga sipil, sebagian besar wanita dan anak-anak.


"Satu polisi tewas dan dua luka-luka," kata seorang juru bicara kementerian dalam negeri.

Dalam sebuah pernyataan, polisi mengatakan dua tersangka ditangkap setelah patroli diserang di desa al-Jesh di distrik Qatif Selasa (28/7).

Tidak segera jelas apakah insiden itu terkait dengan kelompok 'jihadis' ISIL.
saudi

Satu Polisi Saudi Tewas, 2 Luka dalam Serangan

Unknown  |  at  Rabu, Juli 29, 2015


"Satu polisi tewas dan dua luka-luka," kata seorang juru bicara kementerian dalam negeri.

Dalam sebuah pernyataan, polisi mengatakan dua tersangka ditangkap setelah patroli diserang di desa al-Jesh di distrik Qatif Selasa (28/7).

Tidak segera jelas apakah insiden itu terkait dengan kelompok 'jihadis' ISIL.


Menurut media-media dunia, ini adalah klaim terbaru Riyadh setelah Iran berhasil meraih kesepakatan nuklir dengan negara-negara anggota P5+1.

Klaim ini dilontarkan oleh al-Jubair setelah Kementerian Luar Negeri Bahrain mengumumkan berhasil menangkap dua orang yang ingin memasukkan bahan-bahan peledak dan senjata ke Bahrain. Menurut Kemenlu Bahrain, salah seorang dari mereka pernah dididik di Iran.
 Menurut media-media dunia, ini adalah klaim terbaru Riyadh setelah Iran berhasil meraih kesepakatan nuklir dengan negara-negara anggota P5+1.

Klaim ini dilontarkan oleh al-Jubair setelah Kementerian Luar Negeri Bahrain mengumumkan berhasil menangkap dua orang yang ingin memasukkan bahan-bahan peledak dan senjata ke Bahrain. Menurut Kemenlu Bahrain, salah seorang dari mereka pernah dididik di Iran.

Menanggapi klaim Kemenlu Bahrain ini, Marziyeh Afkham Jubir Kemenlu Iran menuduh Bahrain sedang berusaha untuk mengeruhkan air tenang guna memperburuk hubungan Iran dengan negara-negara Timur Tengah.

Menurut Muhammad Jawad Zarif, Menlu Iran, yang sedang berada di Kuwait pada hari Minggu lalu, sebagian negara memang mencari-cari alasan untuk menyulut perang. Tuduhan Bahrain ini tidak lain hanya bertujuan untuk memperkeruh hubungan Iran dengan negara-negara Teluk Persia.

Di sisi lain, Mogherini dalam jumpa pers bersama dengan al-Jubair menilai bahwa kesepakatan nuklir Iran sangat kokoh dan tidak mudah goyah. Tetapi, ia menyadari ada sebagian negara yang masih khawatir.

Mogherini adalah petinggi terakhir Barat yang berkunjung ke Arab Saudi guna mengurangi kekhawatiran Riyadh sehubungan dengan kesepakatan nuklir Iran.

Menanggapi klaim Kemenlu Bahrain ini, Marziyeh Afkham Jubir Kemenlu Iran menuduh Bahrain sedang berusaha untuk mengeruhkan air tenang guna memperburuk hubungan Iran dengan negara-negara Timur Tengah.

Menurut Muhammad Jawad Zarif, Menlu Iran, yang sedang berada di Kuwait pada hari Minggu lalu, sebagian negara memang mencari-cari alasan untuk menyulut perang. Tuduhan Bahrain ini tidak lain hanya bertujuan untuk memperkeruh hubungan Iran dengan negara-negara Teluk Persia.

Di sisi lain, Mogherini dalam jumpa pers bersama dengan al-Jubair menilai bahwa kesepakatan nuklir Iran sangat kokoh dan tidak mudah goyah. Tetapi, ia menyadari ada sebagian negara yang masih khawatir.

Mogherini adalah petinggi terakhir Barat yang berkunjung ke Arab Saudi guna mengurangi kekhawatiran Riyadh sehubungan dengan kesepakatan nuklir Iran.
saudi

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Bidikkan Tuduhan Baru ke Arah Iran

Unknown  |  at  Rabu, Juli 29, 2015


Menurut media-media dunia, ini adalah klaim terbaru Riyadh setelah Iran berhasil meraih kesepakatan nuklir dengan negara-negara anggota P5+1.

Klaim ini dilontarkan oleh al-Jubair setelah Kementerian Luar Negeri Bahrain mengumumkan berhasil menangkap dua orang yang ingin memasukkan bahan-bahan peledak dan senjata ke Bahrain. Menurut Kemenlu Bahrain, salah seorang dari mereka pernah dididik di Iran.
 Menurut media-media dunia, ini adalah klaim terbaru Riyadh setelah Iran berhasil meraih kesepakatan nuklir dengan negara-negara anggota P5+1.

Klaim ini dilontarkan oleh al-Jubair setelah Kementerian Luar Negeri Bahrain mengumumkan berhasil menangkap dua orang yang ingin memasukkan bahan-bahan peledak dan senjata ke Bahrain. Menurut Kemenlu Bahrain, salah seorang dari mereka pernah dididik di Iran.

Menanggapi klaim Kemenlu Bahrain ini, Marziyeh Afkham Jubir Kemenlu Iran menuduh Bahrain sedang berusaha untuk mengeruhkan air tenang guna memperburuk hubungan Iran dengan negara-negara Timur Tengah.

Menurut Muhammad Jawad Zarif, Menlu Iran, yang sedang berada di Kuwait pada hari Minggu lalu, sebagian negara memang mencari-cari alasan untuk menyulut perang. Tuduhan Bahrain ini tidak lain hanya bertujuan untuk memperkeruh hubungan Iran dengan negara-negara Teluk Persia.

Di sisi lain, Mogherini dalam jumpa pers bersama dengan al-Jubair menilai bahwa kesepakatan nuklir Iran sangat kokoh dan tidak mudah goyah. Tetapi, ia menyadari ada sebagian negara yang masih khawatir.

Mogherini adalah petinggi terakhir Barat yang berkunjung ke Arab Saudi guna mengurangi kekhawatiran Riyadh sehubungan dengan kesepakatan nuklir Iran.

Menanggapi klaim Kemenlu Bahrain ini, Marziyeh Afkham Jubir Kemenlu Iran menuduh Bahrain sedang berusaha untuk mengeruhkan air tenang guna memperburuk hubungan Iran dengan negara-negara Timur Tengah.

Menurut Muhammad Jawad Zarif, Menlu Iran, yang sedang berada di Kuwait pada hari Minggu lalu, sebagian negara memang mencari-cari alasan untuk menyulut perang. Tuduhan Bahrain ini tidak lain hanya bertujuan untuk memperkeruh hubungan Iran dengan negara-negara Teluk Persia.

Di sisi lain, Mogherini dalam jumpa pers bersama dengan al-Jubair menilai bahwa kesepakatan nuklir Iran sangat kokoh dan tidak mudah goyah. Tetapi, ia menyadari ada sebagian negara yang masih khawatir.

Mogherini adalah petinggi terakhir Barat yang berkunjung ke Arab Saudi guna mengurangi kekhawatiran Riyadh sehubungan dengan kesepakatan nuklir Iran.

Senin, 27 Juli 2015


Invasi Saudi di Yaman, membawa bencana kemanusiaan.jpgGerakan Ansarullah mengatakan belum dihubungii tentang gencatan senjata sepihak yang koalisi mulai pada tengah malam (2100 GMT Minggu (26/5)).

Arab Saudi telah berulang kali menyatakan gencatan senjata pada agresinya terhadap Yaman, tetapi tidak pernah menghormati gencatan senjata dan selalu melanjutkan serangan udaranya.

Arab Saudi telah membom Yaman sejak 26 Maret untuk membawa presiden buronan Abed-Rabbu Mansour Hadi kembali berkuasa.

Serangan udara sejauh ini merenggut nyawa lebih dari 5.302 warga sipil, sebagian besar wanita dan anak-anak.
Yaman

Rezim Saudi 'Menangguhkan' Perang di Yaman

Unknown  |  at  Senin, Juli 27, 2015


Invasi Saudi di Yaman, membawa bencana kemanusiaan.jpgGerakan Ansarullah mengatakan belum dihubungii tentang gencatan senjata sepihak yang koalisi mulai pada tengah malam (2100 GMT Minggu (26/5)).

Arab Saudi telah berulang kali menyatakan gencatan senjata pada agresinya terhadap Yaman, tetapi tidak pernah menghormati gencatan senjata dan selalu melanjutkan serangan udaranya.

Arab Saudi telah membom Yaman sejak 26 Maret untuk membawa presiden buronan Abed-Rabbu Mansour Hadi kembali berkuasa.

Serangan udara sejauh ini merenggut nyawa lebih dari 5.302 warga sipil, sebagian besar wanita dan anak-anak.

Rabu, 22 Juli 2015


Kelompok Teroris Takfiri ISIS telah menahan 20 personil dari anggotanya sendiri di provinsi utara Irak Kirkuk karena berusaha melarikan diri dari medan perang dalam bentrokan dengan pasukan Irak.

Sebuah sumber lokal, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan ISIS menangkap sekelompok teroris dari anggotanya sendiri ke tahanan di kota Hawijah, terletak sekitar 282 kilometer (175 mil) utara ibukota, Baghdad, Senin (20/7/15), jaringan televisi satelit berbahasa Arab al-Sumaria melaporkan.

Sumber itu menambahkan bahwa militan telah melarikan diri bentrokan dengan pasukan Irak di kota strategis bagian utara Baiji, sekitar 210 kilometer (130 mil) utara Baghdad.

Sementara itu, komandan Pasukan Polisi Federal Letnan Jenderal Raed Shaker Jawdat Sa`id menilai bahwa pasukan keamanan yang didukung dengan jet tempur Irak berhasil menumbuk tempat persembunyian teroris di Ramadi, ibukota Provinsi Arbar, menewaskan puluhan anggota teroris ISIS dan menghancurkan tujuh kendaraan milik para militan dalam serangan tersebut.
Isis

Berusaha Melarikan Diri, ISIS Tangkap Anggotanya Sendiri

Unknown  |  at  Rabu, Juli 22, 2015


Kelompok Teroris Takfiri ISIS telah menahan 20 personil dari anggotanya sendiri di provinsi utara Irak Kirkuk karena berusaha melarikan diri dari medan perang dalam bentrokan dengan pasukan Irak.

Sebuah sumber lokal, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan ISIS menangkap sekelompok teroris dari anggotanya sendiri ke tahanan di kota Hawijah, terletak sekitar 282 kilometer (175 mil) utara ibukota, Baghdad, Senin (20/7/15), jaringan televisi satelit berbahasa Arab al-Sumaria melaporkan.

Sumber itu menambahkan bahwa militan telah melarikan diri bentrokan dengan pasukan Irak di kota strategis bagian utara Baiji, sekitar 210 kilometer (130 mil) utara Baghdad.

Sementara itu, komandan Pasukan Polisi Federal Letnan Jenderal Raed Shaker Jawdat Sa`id menilai bahwa pasukan keamanan yang didukung dengan jet tempur Irak berhasil menumbuk tempat persembunyian teroris di Ramadi, ibukota Provinsi Arbar, menewaskan puluhan anggota teroris ISIS dan menghancurkan tujuh kendaraan milik para militan dalam serangan tersebut.


Sebuah sumber informasi dekat dengan Ansarullah mengumumkan bahwa sejumlah besar pasukan revolusioner dan unit infanteri tentara Yaman dan penjaga presiden telah dikerahkan di belakang perbatasan dengan Arab Saudi, Yaman Press yang berbahasa Arab melaporkan.

Sumber tersebut menolak untuk mengomentari lebih jauh tentang perkembangan tersebut, tapi kesiagaan itu telah menyebabkan meningkatnya spekulasi tentang bentrokan berat segera sepanjang perbatasan Yaman-Arab Saudi.

Pada hari Kamis (16/7/15), sumber militer mengkonfirmasikan bahwa tentara Yaman dan pasukan Ansarullah, dalam operasi kontra-serangan besar-besaran, menyerbu posisi teroris pemberontak sekutu Presiden buronan Mansour Hadi dan kelompok teroris Al-Qaeda yang kemudian merebut kembali kontrol penuh atas wilayah di Aden, termasuk bandara internasional.
Yaman

Pasukan Yaman dan Komite Populer Siap Siaga di Perbatasan Saudi

Unknown  |  at  Rabu, Juli 22, 2015


Sebuah sumber informasi dekat dengan Ansarullah mengumumkan bahwa sejumlah besar pasukan revolusioner dan unit infanteri tentara Yaman dan penjaga presiden telah dikerahkan di belakang perbatasan dengan Arab Saudi, Yaman Press yang berbahasa Arab melaporkan.

Sumber tersebut menolak untuk mengomentari lebih jauh tentang perkembangan tersebut, tapi kesiagaan itu telah menyebabkan meningkatnya spekulasi tentang bentrokan berat segera sepanjang perbatasan Yaman-Arab Saudi.

Pada hari Kamis (16/7/15), sumber militer mengkonfirmasikan bahwa tentara Yaman dan pasukan Ansarullah, dalam operasi kontra-serangan besar-besaran, menyerbu posisi teroris pemberontak sekutu Presiden buronan Mansour Hadi dan kelompok teroris Al-Qaeda yang kemudian merebut kembali kontrol penuh atas wilayah di Aden, termasuk bandara internasional.

Minggu, 12 Juli 2015

"Pada sekitar 08:30 (0530 GMT), sebuah pesawat tak berawak milik musuh Zionis Israel jatuh di pelabuhan Tripoli, dan tentara telah mengambil

langkah-langkah yang diperlukan," kata militer dalam sebuah pernyataan, tanpa menjelaskan lebih lanjut. Kantor berita AFP mengutip seorang pejabat keamanan mengatakan bahwa pesawat tanpa pilot jatuh ke laut. 

"Para nelayan melihat pesawat itu jatuh dekat dengan pelabuhan mereka, dekat dengan pelabuhan utama Tripoli," kata sumber, yang berbicara tanpa menyebut nama. "Mereka memperingatkan tentara yang telah mengambil pesawat dari kedalaman delapan meter (26 kaki) di bawah air. 

Ternyata kemudian diketahui bahwa itu adalah pesawat tak berawak Israel," tambah sumber itu. Seorang juru bicara militer Israel menolak untuk mengomentari laporan. Pada tanggal 21 Juni, entitas Zionis melakukan serangan udara di Lebanon timur untuk menghancurkan salah satu drone yang yang jatuh di pegunungan di luar desa Saghbine.
zionis

2 Drone Zionis Israel Jatuh di Lebanon dalam 3 Minggu

Unknown  |  at  Minggu, Juli 12, 2015

"Pada sekitar 08:30 (0530 GMT), sebuah pesawat tak berawak milik musuh Zionis Israel jatuh di pelabuhan Tripoli, dan tentara telah mengambil

langkah-langkah yang diperlukan," kata militer dalam sebuah pernyataan, tanpa menjelaskan lebih lanjut. Kantor berita AFP mengutip seorang pejabat keamanan mengatakan bahwa pesawat tanpa pilot jatuh ke laut. 

"Para nelayan melihat pesawat itu jatuh dekat dengan pelabuhan mereka, dekat dengan pelabuhan utama Tripoli," kata sumber, yang berbicara tanpa menyebut nama. "Mereka memperingatkan tentara yang telah mengambil pesawat dari kedalaman delapan meter (26 kaki) di bawah air. 

Ternyata kemudian diketahui bahwa itu adalah pesawat tak berawak Israel," tambah sumber itu. Seorang juru bicara militer Israel menolak untuk mengomentari laporan. Pada tanggal 21 Juni, entitas Zionis melakukan serangan udara di Lebanon timur untuk menghancurkan salah satu drone yang yang jatuh di pegunungan di luar desa Saghbine.

Nasrallah membuat pernyataan itu dalam pidato pada hari Jumat (10/7/15) untuk menandai Hari Quds Internasional, yang ditetapkan oleh pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini.

Di tempat lain dalam sambutannya, dia mengacu pada serangan militer Saudi terhadap Yaman, dan mengatakan Muslim Arab telah meninggalkan rakyat Yaman. "Perang melawan Yaman saat ini adalah pelayanan terbesar yang dilakukan Arab Saudi untuk Israel," katanya. "Dan itu dilakukan secara gratis." Israel, "ibu dari semua terorisme," menampilkan dirinya sebagai kekuatan yang memerangi terorisme, kata Nasrallah. Iran satu satunya pembawa 'bendera perjuangan Palestina' Pemimpin Hizbullah mengatakan bahwa, ketika Suriah diganggu oleh konflik, musuh terfokus pada Iran dan gerakan perlawanan sebagai ancaman terbesar yang tersisa.

Dia mengatakan gerakan perlawanan bangga dapat menimbulkan ancaman strategis untuk Israel, "tapi belum mencapai tingkat bertindak sebagai ancaman eksistensial bagi Israel.” Nasrallah mengatakan bahwa Iran adalah satu-satunya negara, yang dalam pikiran para pejabat Israel, merupakan ancaman eksistensial bagi Israel; dengan demikian, mereka berusaha untuk menghasut seluruh dunia untuk melawan Republik Islam. Dia mengajukan pertanyaan; mengapa "perseteruan total" sedang diarahkan pada Iran dan tidak melawan negara-negara Arab. 

Karena, kata dia, Israel menyadari bahwa pejabat Arab tidak melakukan apapun bagi bangsa Palestina dan Gaza, "bagian dari Umat Islam." "Apakah Palestina bukan Muslim?" tanyanya. "Siapa yang masih mengibarkan bendera?" Tanya Nasrallah. "Dia, yang masih menaikkan bendera ... masih berdiri di garis depan ... Republik Islam Iran." Pemerintah Iran dan rakyatnya di bawah pimpinan Ayatullah Sayyid Ali Khamenei tidak akan pernah mengakui Israel, katanya. Meskipun sanksi dan ancaman perang terhadap Iran dan perang media dan psikologis yang dilancarkan terhadap Iran, negara (Iran) adalah satu-satunya negara yang mendukung Palestina, katanya.

"Jika Anda ingin mendukung Palestina, Anda harus mendukung Republik Islam Iran," kata pemimpin Hizbullah, dan "jika Anda adalah seorang musuh Republik Islam, Anda adalah musuh Palestina.
Hizbullah

Sekjen Hizbullah: Jika Suriah Jatuh, Palestina Akan Jatuh

Unknown  |  at  Minggu, Juli 12, 2015

Nasrallah membuat pernyataan itu dalam pidato pada hari Jumat (10/7/15) untuk menandai Hari Quds Internasional, yang ditetapkan oleh pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini.

Di tempat lain dalam sambutannya, dia mengacu pada serangan militer Saudi terhadap Yaman, dan mengatakan Muslim Arab telah meninggalkan rakyat Yaman. "Perang melawan Yaman saat ini adalah pelayanan terbesar yang dilakukan Arab Saudi untuk Israel," katanya. "Dan itu dilakukan secara gratis." Israel, "ibu dari semua terorisme," menampilkan dirinya sebagai kekuatan yang memerangi terorisme, kata Nasrallah. Iran satu satunya pembawa 'bendera perjuangan Palestina' Pemimpin Hizbullah mengatakan bahwa, ketika Suriah diganggu oleh konflik, musuh terfokus pada Iran dan gerakan perlawanan sebagai ancaman terbesar yang tersisa.

Dia mengatakan gerakan perlawanan bangga dapat menimbulkan ancaman strategis untuk Israel, "tapi belum mencapai tingkat bertindak sebagai ancaman eksistensial bagi Israel.” Nasrallah mengatakan bahwa Iran adalah satu-satunya negara, yang dalam pikiran para pejabat Israel, merupakan ancaman eksistensial bagi Israel; dengan demikian, mereka berusaha untuk menghasut seluruh dunia untuk melawan Republik Islam. Dia mengajukan pertanyaan; mengapa "perseteruan total" sedang diarahkan pada Iran dan tidak melawan negara-negara Arab. 

Karena, kata dia, Israel menyadari bahwa pejabat Arab tidak melakukan apapun bagi bangsa Palestina dan Gaza, "bagian dari Umat Islam." "Apakah Palestina bukan Muslim?" tanyanya. "Siapa yang masih mengibarkan bendera?" Tanya Nasrallah. "Dia, yang masih menaikkan bendera ... masih berdiri di garis depan ... Republik Islam Iran." Pemerintah Iran dan rakyatnya di bawah pimpinan Ayatullah Sayyid Ali Khamenei tidak akan pernah mengakui Israel, katanya. Meskipun sanksi dan ancaman perang terhadap Iran dan perang media dan psikologis yang dilancarkan terhadap Iran, negara (Iran) adalah satu-satunya negara yang mendukung Palestina, katanya.

"Jika Anda ingin mendukung Palestina, Anda harus mendukung Republik Islam Iran," kata pemimpin Hizbullah, dan "jika Anda adalah seorang musuh Republik Islam, Anda adalah musuh Palestina.

General

© 2015 Gen Syi'ah. WP Mythemeshop Converted by Bloggertheme9
Blogger Template. Powered by Blogger.