Latest

Tampilkan postingan dengan label zionis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label zionis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Maret 2016

http://islamtimes.org/images/docs/000529/n00529849-b.jpg
Glenn Greenwald dalam sebuah esai di situs Intercept kemarin secara gamblang mengurai ketimpangan media Barat dan bagaimana mereka memanfaatkan aksi kekerasan yang terjadi di Barat untuk menanamkan opini bahwa "bukan kami" tapi "merekalah" yang selalu terlibat dalam pembunuhan orang-orang tak berdosa.

Lepas teror Brussels, media Barat secara serentak menayangkan bagaimana kepanikan memuncak saat teror terjadi. Media besar seperti NPR menayangkan profil kehidupan beberapa korban di bandara, CNN mewawancari korban yang terluka dan dirawat di rumah sakit Belgia.

Tapi pada saat yang sama, media Barat tak pernah membuat tayangan lebih lanjut dan mendalam terhadap korban jatuh akibat kekerasan Barat. Sebut saja di Yaman. Sekitar sepekan lalu, jet tempur pasukan koalisi pimpinan Saudi -- didukung oleh AS dan Inggris -- mengebom sebuah pasar di MAstaba, provinsi Hajjah, utara Yaman.  Dilaporkan 120 orang tewas, termasuk 20 anak-anak, dan sekitar 80 orang terluka.   Sementara itu, dalam beberapa tahun terakhir drone-drone AS terus meyerang Yaman, Pakistan, Afghanistan, Suriah, Somalia, Libya dan Irak.

Anda, lanjut Greenwald, tak akan mendengar meski satu nama korban dari serangan tersebut dari mulut media-media besar seperti CNN, NPR atau lainnya. Pun, tak akan ada wartawan terkenal AS yang meliput secara mendalam kehidupan korban atau keluarganya. Anda hanya akan mendengar berita singkat dan dingin yang dibarengi dengan klaim pembenaran dari sejumlah pejabat AS. Dengan begitu, Anda tak akan punya hubungan emosional apapun dengan korban, Anda tak tahu nama mereka, apalagi tentang aspirasi mereka atau duka keluarga korban.

Greenwald menilai semua ini sudah didesain sedemikian rupa karena "Barat senang mendramatisir dan menyorot tanpa henti korban kekerasan di Barat sementara tak melihat korban akibat kekerasan mereka sendiri."

Distorsi ini, lanjut dia, menciptakan kesan bahwa kekerasan Barat secara moral lebih unggul karena hanya membunuh warga sipil secara tak sengaja atau tanpa tujuan awal.

Ketika pada 2003, koresponden perang MSNBC Ashleigh Banfield  kembali dari Irak dan mengkritik kebijakan media Barat dalam mengungkap sisi perang Irak, dia langsung dipecat.

Kematian, pembantaian dan kehancuran yang terjadi dalam invasi AS di Irak, kata Greenwald, telah menimbulkan kebencian besar terhadap Amerika dan sebuah keinginan luar biasa untuk menghancurkan Amerika, meski harus dengan megorbankan nyawa sendiri. Tapi media Amerika tak pernah menunjukkan hal ini hingga warga Amerika gagal paham kenapa orang sangat ingin melakukan kekerasan terhadap orang Amerika. Mereka menganggap aksi kekerasan terhadap orang Amerika hanyalah sebuah aksi primitif, penuh kebencian dan dilandasi sebuah semangat keagamaan yang ajaib.

Dengan hanya meliput satu sisi konflik, alih-alih mencerahkan, media AS malah membuat pemirsa AS tertipu dan lebih bodoh, tambah Greenwald.
zionis

Media Barat; Soroti Korban di Barat Tanpa Soroti Korban Kekerasan Barat

Unknown  |  at  Minggu, Maret 27, 2016

http://islamtimes.org/images/docs/000529/n00529849-b.jpg
Glenn Greenwald dalam sebuah esai di situs Intercept kemarin secara gamblang mengurai ketimpangan media Barat dan bagaimana mereka memanfaatkan aksi kekerasan yang terjadi di Barat untuk menanamkan opini bahwa "bukan kami" tapi "merekalah" yang selalu terlibat dalam pembunuhan orang-orang tak berdosa.

Lepas teror Brussels, media Barat secara serentak menayangkan bagaimana kepanikan memuncak saat teror terjadi. Media besar seperti NPR menayangkan profil kehidupan beberapa korban di bandara, CNN mewawancari korban yang terluka dan dirawat di rumah sakit Belgia.

Tapi pada saat yang sama, media Barat tak pernah membuat tayangan lebih lanjut dan mendalam terhadap korban jatuh akibat kekerasan Barat. Sebut saja di Yaman. Sekitar sepekan lalu, jet tempur pasukan koalisi pimpinan Saudi -- didukung oleh AS dan Inggris -- mengebom sebuah pasar di MAstaba, provinsi Hajjah, utara Yaman.  Dilaporkan 120 orang tewas, termasuk 20 anak-anak, dan sekitar 80 orang terluka.   Sementara itu, dalam beberapa tahun terakhir drone-drone AS terus meyerang Yaman, Pakistan, Afghanistan, Suriah, Somalia, Libya dan Irak.

Anda, lanjut Greenwald, tak akan mendengar meski satu nama korban dari serangan tersebut dari mulut media-media besar seperti CNN, NPR atau lainnya. Pun, tak akan ada wartawan terkenal AS yang meliput secara mendalam kehidupan korban atau keluarganya. Anda hanya akan mendengar berita singkat dan dingin yang dibarengi dengan klaim pembenaran dari sejumlah pejabat AS. Dengan begitu, Anda tak akan punya hubungan emosional apapun dengan korban, Anda tak tahu nama mereka, apalagi tentang aspirasi mereka atau duka keluarga korban.

Greenwald menilai semua ini sudah didesain sedemikian rupa karena "Barat senang mendramatisir dan menyorot tanpa henti korban kekerasan di Barat sementara tak melihat korban akibat kekerasan mereka sendiri."

Distorsi ini, lanjut dia, menciptakan kesan bahwa kekerasan Barat secara moral lebih unggul karena hanya membunuh warga sipil secara tak sengaja atau tanpa tujuan awal.

Ketika pada 2003, koresponden perang MSNBC Ashleigh Banfield  kembali dari Irak dan mengkritik kebijakan media Barat dalam mengungkap sisi perang Irak, dia langsung dipecat.

Kematian, pembantaian dan kehancuran yang terjadi dalam invasi AS di Irak, kata Greenwald, telah menimbulkan kebencian besar terhadap Amerika dan sebuah keinginan luar biasa untuk menghancurkan Amerika, meski harus dengan megorbankan nyawa sendiri. Tapi media Amerika tak pernah menunjukkan hal ini hingga warga Amerika gagal paham kenapa orang sangat ingin melakukan kekerasan terhadap orang Amerika. Mereka menganggap aksi kekerasan terhadap orang Amerika hanyalah sebuah aksi primitif, penuh kebencian dan dilandasi sebuah semangat keagamaan yang ajaib.

Dengan hanya meliput satu sisi konflik, alih-alih mencerahkan, media AS malah membuat pemirsa AS tertipu dan lebih bodoh, tambah Greenwald.

Selasa, 04 Agustus 2015


Pada jumpa pers Senin (3/8/15), juru bicara Gedung Putih Josh Earnest megatakan para teroris yang dilatih AS menderita banyak kerugian.

Earnest mengancam pemerintah Presiden Bashar al-Assad "tidak boleh mengganggu" operasi pasukan dukungan AS di Suriah yang disebut-sebut sebagai bagian dari "strategi untuk menghancurkan ISIS" sebagaimana janji Presiden AS Barack Obama.

Suriah diserang teroris dukungan asing sejak 2011. 

Washington dan beberapa sekutunya memanfaatkan isu ISIS untuk melakukan serangan udara di Suriah dan menyediakan berbagai bentuk dukungan untuk apa yang mereka sebut ‘militan moderat.’

Menanggapi pernyataan Earnest, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan Moskow percaya hal itu sebagai langkah kontraproduktif dan berjanji akan membahasanya dengan John Kerry dalam sebuah pertemuan.
zionis

AS: Suriah Tidak Boleh Ganggu Operasi Kelompok Teroris Pro-AS

Unknown  |  at  Selasa, Agustus 04, 2015


Pada jumpa pers Senin (3/8/15), juru bicara Gedung Putih Josh Earnest megatakan para teroris yang dilatih AS menderita banyak kerugian.

Earnest mengancam pemerintah Presiden Bashar al-Assad "tidak boleh mengganggu" operasi pasukan dukungan AS di Suriah yang disebut-sebut sebagai bagian dari "strategi untuk menghancurkan ISIS" sebagaimana janji Presiden AS Barack Obama.

Suriah diserang teroris dukungan asing sejak 2011. 

Washington dan beberapa sekutunya memanfaatkan isu ISIS untuk melakukan serangan udara di Suriah dan menyediakan berbagai bentuk dukungan untuk apa yang mereka sebut ‘militan moderat.’

Menanggapi pernyataan Earnest, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan Moskow percaya hal itu sebagai langkah kontraproduktif dan berjanji akan membahasanya dengan John Kerry dalam sebuah pertemuan.

Minggu, 12 Juli 2015

"Pada sekitar 08:30 (0530 GMT), sebuah pesawat tak berawak milik musuh Zionis Israel jatuh di pelabuhan Tripoli, dan tentara telah mengambil

langkah-langkah yang diperlukan," kata militer dalam sebuah pernyataan, tanpa menjelaskan lebih lanjut. Kantor berita AFP mengutip seorang pejabat keamanan mengatakan bahwa pesawat tanpa pilot jatuh ke laut. 

"Para nelayan melihat pesawat itu jatuh dekat dengan pelabuhan mereka, dekat dengan pelabuhan utama Tripoli," kata sumber, yang berbicara tanpa menyebut nama. "Mereka memperingatkan tentara yang telah mengambil pesawat dari kedalaman delapan meter (26 kaki) di bawah air. 

Ternyata kemudian diketahui bahwa itu adalah pesawat tak berawak Israel," tambah sumber itu. Seorang juru bicara militer Israel menolak untuk mengomentari laporan. Pada tanggal 21 Juni, entitas Zionis melakukan serangan udara di Lebanon timur untuk menghancurkan salah satu drone yang yang jatuh di pegunungan di luar desa Saghbine.
zionis

2 Drone Zionis Israel Jatuh di Lebanon dalam 3 Minggu

Unknown  |  at  Minggu, Juli 12, 2015

"Pada sekitar 08:30 (0530 GMT), sebuah pesawat tak berawak milik musuh Zionis Israel jatuh di pelabuhan Tripoli, dan tentara telah mengambil

langkah-langkah yang diperlukan," kata militer dalam sebuah pernyataan, tanpa menjelaskan lebih lanjut. Kantor berita AFP mengutip seorang pejabat keamanan mengatakan bahwa pesawat tanpa pilot jatuh ke laut. 

"Para nelayan melihat pesawat itu jatuh dekat dengan pelabuhan mereka, dekat dengan pelabuhan utama Tripoli," kata sumber, yang berbicara tanpa menyebut nama. "Mereka memperingatkan tentara yang telah mengambil pesawat dari kedalaman delapan meter (26 kaki) di bawah air. 

Ternyata kemudian diketahui bahwa itu adalah pesawat tak berawak Israel," tambah sumber itu. Seorang juru bicara militer Israel menolak untuk mengomentari laporan. Pada tanggal 21 Juni, entitas Zionis melakukan serangan udara di Lebanon timur untuk menghancurkan salah satu drone yang yang jatuh di pegunungan di luar desa Saghbine.

Senin, 22 Juni 2015

Berbicara pada kondisi anonimitas, sumber itu mengatakan Putra Mahkota Mohammed bin Nayef, juga menteri dalam negeri, secara pribadi mengikuti dan memantau pembentukan dan kegiatan tim keamanan itu.

Menurut situs berita Nahrainnet, 23 aktivis politik Arab telah dimasukkan dalam daftar yang akan dibunuh oleh unit rahasia di wilayah Qatif.

Laporan itu menambahkan bahwa tokoh oposisi terkenal di kota Qatif yang dianggap sebagai "ancaman" untuk rezim Saudi, adalah target pembunuhan demi kegiatan damai mereka.

Organisasi hak asasi manusia internasional telah mengecam Arab Saudi karena gagal mengatasi situasi hak asasi di kerajaan. Mereka mengatakan Riyadh telah terus-menerus menerapkan kebijakan represif yang menahan kebebasan berekspresi, berserikat dan berkumpul.

Aktivis mengatakan ada lebih dari 30.000 tahanan politik di Arab Saudi.
zionis

Mendagri Arab Saudi Bentuk Tim Pembunuh

Unknown  |  at  Senin, Juni 22, 2015

Berbicara pada kondisi anonimitas, sumber itu mengatakan Putra Mahkota Mohammed bin Nayef, juga menteri dalam negeri, secara pribadi mengikuti dan memantau pembentukan dan kegiatan tim keamanan itu.

Menurut situs berita Nahrainnet, 23 aktivis politik Arab telah dimasukkan dalam daftar yang akan dibunuh oleh unit rahasia di wilayah Qatif.

Laporan itu menambahkan bahwa tokoh oposisi terkenal di kota Qatif yang dianggap sebagai "ancaman" untuk rezim Saudi, adalah target pembunuhan demi kegiatan damai mereka.

Organisasi hak asasi manusia internasional telah mengecam Arab Saudi karena gagal mengatasi situasi hak asasi di kerajaan. Mereka mengatakan Riyadh telah terus-menerus menerapkan kebijakan represif yang menahan kebebasan berekspresi, berserikat dan berkumpul.

Aktivis mengatakan ada lebih dari 30.000 tahanan politik di Arab Saudi.

Minggu, 21 Juni 2015

Agha Murtaza Poya, mantan politisi Pakistan, meyakini bahwa Arab Saudi memainkan peran negatif dalam banyak masalah yang terjadi di Timur Tengah dan dunia Islam.

"Keluarga Kerajaan Saud (Al-Saud) memainkan peran aktif dalam perang yang dimulai oleh rezim Saddam terhadap Iran pada tahun 1980," kata analis.

Memperhatikan bahwa peran Saudi 'dalam mencoba untuk membatalkan pembicaraan nuklir yang sedang berlangsung antara Iran dan kekuatan utama dunia tidak dapat dikesampingkan, Murteza Poya mengatakan, "WikiLeaks dapat mengungkapkan informasi seperti itu dalam beberapa hari mendatang."

Sarjana itu menekankan tidak ada keraguan tentang keaslian dokumen yang diungkapkan oleh WikiLeaks sejauh ini, menekankan bahwa tak seorang pun pernah menantang keabsahan dokumen yang diungkapkan oleh situs informasi rahasia.

Murteza Poya menambahkan Arab Saudi telah meluncurkan kampanye berbahaya terhadap Iran sejak negara itu membuat prestasi luar biasa di berbagai bidang.

Menurut analis Pakistan, ada begitu banyak hal yang bisa diungkapkan oleh WikiLeaks tentang peran negatif Saudi di dunia Muslim.

Murtaza Poya menambahkan bahwa Arab Saudi telah membuat propaganda negatif tidak hanya terhadap Iran tetapi juga terhadap negara Pakistan termasuk pendanaan banyak pusat untuk menyebarkan ekstremisme, sektarianisme dan terorisme di negara ini.
zionis

WikiLeaks Bisa Mengungkapkan Peran Saudi dalam Perang Iraq terhadap Iran

Unknown  |  at  Minggu, Juni 21, 2015

Agha Murtaza Poya, mantan politisi Pakistan, meyakini bahwa Arab Saudi memainkan peran negatif dalam banyak masalah yang terjadi di Timur Tengah dan dunia Islam.

"Keluarga Kerajaan Saud (Al-Saud) memainkan peran aktif dalam perang yang dimulai oleh rezim Saddam terhadap Iran pada tahun 1980," kata analis.

Memperhatikan bahwa peran Saudi 'dalam mencoba untuk membatalkan pembicaraan nuklir yang sedang berlangsung antara Iran dan kekuatan utama dunia tidak dapat dikesampingkan, Murteza Poya mengatakan, "WikiLeaks dapat mengungkapkan informasi seperti itu dalam beberapa hari mendatang."

Sarjana itu menekankan tidak ada keraguan tentang keaslian dokumen yang diungkapkan oleh WikiLeaks sejauh ini, menekankan bahwa tak seorang pun pernah menantang keabsahan dokumen yang diungkapkan oleh situs informasi rahasia.

Murteza Poya menambahkan Arab Saudi telah meluncurkan kampanye berbahaya terhadap Iran sejak negara itu membuat prestasi luar biasa di berbagai bidang.

Menurut analis Pakistan, ada begitu banyak hal yang bisa diungkapkan oleh WikiLeaks tentang peran negatif Saudi di dunia Muslim.

Murtaza Poya menambahkan bahwa Arab Saudi telah membuat propaganda negatif tidak hanya terhadap Iran tetapi juga terhadap negara Pakistan termasuk pendanaan banyak pusat untuk menyebarkan ekstremisme, sektarianisme dan terorisme di negara ini.

Rabu, 17 Juni 2015

Al-Qaeda mengalami serangkaian kemunduran dalam beberapa bulan terakhir dengan kematian beberapa komandannya, AFP melaporkan.

Dalam sebuah pernyataan video, Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) menegaskan bahwa Nasir al-Wuhayshi tewas.

Wuhayshi "tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS bersama dua 'mujahidin' lain", kata pernyataan yang dibacakan al-Qaeda Khaled Omar Batarfi 15 Juni silam.

AQAP diyakini berada di balik serangan mematikan di kantoor majalah Charlie Hebdo di Paris awal tahun ini. Kelompok ini mengatakan telah mengangkat kepala militer Qassem al-Rimi sebagai pemimpin baru.

Wuhayshi pernah mendapat pelatihan di kamp grup Al-Farouk di Afghanistan pada akhir 1990-an. Pada 2007, Wuhayshi diangkat menjadi kepala AQAP.

Washington berulang kali menargetkan militan AQAP dalam serangan pesawat tak berawak di Yaman dan menewaskan beberapa komandan dalam beberapa bulan terakhir, termasuk Nasser bin Ali al-Ansi.
zionis

Komandan AQAP Tewas

Unknown  |  at  Rabu, Juni 17, 2015

Al-Qaeda mengalami serangkaian kemunduran dalam beberapa bulan terakhir dengan kematian beberapa komandannya, AFP melaporkan.

Dalam sebuah pernyataan video, Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) menegaskan bahwa Nasir al-Wuhayshi tewas.

Wuhayshi "tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS bersama dua 'mujahidin' lain", kata pernyataan yang dibacakan al-Qaeda Khaled Omar Batarfi 15 Juni silam.

AQAP diyakini berada di balik serangan mematikan di kantoor majalah Charlie Hebdo di Paris awal tahun ini. Kelompok ini mengatakan telah mengangkat kepala militer Qassem al-Rimi sebagai pemimpin baru.

Wuhayshi pernah mendapat pelatihan di kamp grup Al-Farouk di Afghanistan pada akhir 1990-an. Pada 2007, Wuhayshi diangkat menjadi kepala AQAP.

Washington berulang kali menargetkan militan AQAP dalam serangan pesawat tak berawak di Yaman dan menewaskan beberapa komandan dalam beberapa bulan terakhir, termasuk Nasser bin Ali al-Ansi.

Kamis, 04 Juni 2015

Kelompok relawan Irak al-Hashd al-Shaabi dalam statamennya yang dirilis Rabu (3/6) menyatakan ratusan anggota kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tewas dihajar serangan pasukan udara Irak terhadap b
eberapa konvoi mobil ISIS di sebuah lokasi yang terletak di antara al-Ramanah dan al-Qaim.

Menurut Alalam, al-Hashd al-Shaabi menyatakan beberapa konvoi pasukan teroris ISIS itu datang dari wilayah Suriah untuk membantu rekan-rekan mereka di provinsi Anbar, Irak.

Al-Hashd al-Shaabi menyebutkan sekitar 300 anggota ISIS disergap maut, beberapa kamp militer ISIS di kawasan Anah dan Rawah hancur, dan serangan udara dilakukan setelah ada laporan mengenai masuknya para teroris ISIS dari wilayah Suriah ke Anbar.

Laporan lain dari para pejabat Irak yang dilansir AFP menyebutkan bahwa satu lokasi penting yang digunakan ISIS untuk menyiapkan bom mobil luluh lantak digempur pasukan udara di gerbang kita al-Huwaijah di timur laut Baghdad.

Tidak disebutkan apakah pasukan udara itu berasal dari pasukan koalisi internasional atau pasukan Irak sendiri. Bom mobil adalah salah satu sarana kekerasan ISIS yang paling banyak menumpahkan darah di Irak.

Di Fallujah, sebagaimana dilaporkan Anatolia, Mayor Pol. Wisam al-Fallahi, menyatakan serangan udara koalisi internasional menewaskan 13 anggota ISIS dan melukai 22 lainnya. Serangan itu menerjang salah satu gudang amunisi dan perlengkapan perang ISIS di barat Fallujah.

ISIS Ancam Tutup Bendungan Fallujah

ISIS mengancam akan menutup bendungan Ramadi, ibu kota provinsi Anbar, dan memutus aliran sungai ke arah provinsi Anbar sebagai balasan ISIS dan cara mereka untuk menyulitkan operasi pasukan Irak untuk membebaskan provinsi ini dari tangan ISIS.

Ketua parlemen provinsi Anbar Sabah al-Karhut mengatakan ISIS mulai menggunakan cara “perang air nan keji” untuk mengacaukan keadaan di kawasan Khalidiyyah dan Habaniyyah yang dikuasai pasukan keamanan Irak dan pasukan adat. Cara itu dilakukan ISIS ketika posisinya di Ramadi sudah terkepung oleh pasukan gabungan Irak.

“Pemutusan aliran air merupakan cara terkeji ISIS untuk membuat kaum perempuan, anak kecil dan lansia mati kehausan atau memaksa mereka untuk mengungsi ke tempat lain,” kecam al-Karhut.
zionis

Ratusan Teroris Tewas di Irak, ISIS Gunakan Bendungan Sebagai Senjata

Unknown  |  at  Kamis, Juni 04, 2015

Kelompok relawan Irak al-Hashd al-Shaabi dalam statamennya yang dirilis Rabu (3/6) menyatakan ratusan anggota kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tewas dihajar serangan pasukan udara Irak terhadap b
eberapa konvoi mobil ISIS di sebuah lokasi yang terletak di antara al-Ramanah dan al-Qaim.

Menurut Alalam, al-Hashd al-Shaabi menyatakan beberapa konvoi pasukan teroris ISIS itu datang dari wilayah Suriah untuk membantu rekan-rekan mereka di provinsi Anbar, Irak.

Al-Hashd al-Shaabi menyebutkan sekitar 300 anggota ISIS disergap maut, beberapa kamp militer ISIS di kawasan Anah dan Rawah hancur, dan serangan udara dilakukan setelah ada laporan mengenai masuknya para teroris ISIS dari wilayah Suriah ke Anbar.

Laporan lain dari para pejabat Irak yang dilansir AFP menyebutkan bahwa satu lokasi penting yang digunakan ISIS untuk menyiapkan bom mobil luluh lantak digempur pasukan udara di gerbang kita al-Huwaijah di timur laut Baghdad.

Tidak disebutkan apakah pasukan udara itu berasal dari pasukan koalisi internasional atau pasukan Irak sendiri. Bom mobil adalah salah satu sarana kekerasan ISIS yang paling banyak menumpahkan darah di Irak.

Di Fallujah, sebagaimana dilaporkan Anatolia, Mayor Pol. Wisam al-Fallahi, menyatakan serangan udara koalisi internasional menewaskan 13 anggota ISIS dan melukai 22 lainnya. Serangan itu menerjang salah satu gudang amunisi dan perlengkapan perang ISIS di barat Fallujah.

ISIS Ancam Tutup Bendungan Fallujah

ISIS mengancam akan menutup bendungan Ramadi, ibu kota provinsi Anbar, dan memutus aliran sungai ke arah provinsi Anbar sebagai balasan ISIS dan cara mereka untuk menyulitkan operasi pasukan Irak untuk membebaskan provinsi ini dari tangan ISIS.

Ketua parlemen provinsi Anbar Sabah al-Karhut mengatakan ISIS mulai menggunakan cara “perang air nan keji” untuk mengacaukan keadaan di kawasan Khalidiyyah dan Habaniyyah yang dikuasai pasukan keamanan Irak dan pasukan adat. Cara itu dilakukan ISIS ketika posisinya di Ramadi sudah terkepung oleh pasukan gabungan Irak.

“Pemutusan aliran air merupakan cara terkeji ISIS untuk membuat kaum perempuan, anak kecil dan lansia mati kehausan atau memaksa mereka untuk mengungsi ke tempat lain,” kecam al-Karhut.

Senin, 25 Mei 2015

Surat kabar berbahasa Arab Rai al-Youm, yang berbasis di London, melaporkan bahwa Israel telah menawarkan Arab Saudi transfer teknologi Iron Dome untuk melindungi wilayah berbatasannya dengan Yaman, yang telah terpukul oleh roket dan rudal beberapa kali baru-baru ini dalam pertempuran dengan pemberontak Houthi.

Iron Dome dikembangkan setelah perang kedua Israel dengan Lebanon pada 2006, ketika sekitar 4.000 roket ditembakkan dari Lebanon selatan.

Sistem pertahanan Iron Dome dioperasikan Israel dalam konflik berdarah terbaru mereka dengan Hamas. Sistem ini merupakan sistem pertahanan anti-rudal untuk mencegat roket Hamas yang menarget Tel Aviv dan Yerusalem–dua kota terbesar Israel.

Tawaran transfer teknologi Iron Dome Israel kepada Saudi, menegaskan bahwa kedua negara ini memiliki hubungan erat, dan membuktikan bahwa invansi Saudi ke Yaman atas restu rezim Zionis dan untuk melayani kepentinga mereka.

Invansi Saudi di Yaman telah menciptakan kekosongan politik dan menciptakan bencana kemanusiaan, serta menyebabkan ribuan warga sipil Yaman menjadi tuna wisma.

Bahkan Saudi berusaha memasukkan kelompok-kelompok ekstremis seperti Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) dan “Negara Islam” (ISIS) untuk ikut andil menciptakan kekerasan dan kekejaman di Yaman.
zionis

Israel Tawarkan Saudi Sistem Iron Dome untuk Lindungi Perbatasan

Unknown  |  at  Senin, Mei 25, 2015

Surat kabar berbahasa Arab Rai al-Youm, yang berbasis di London, melaporkan bahwa Israel telah menawarkan Arab Saudi transfer teknologi Iron Dome untuk melindungi wilayah berbatasannya dengan Yaman, yang telah terpukul oleh roket dan rudal beberapa kali baru-baru ini dalam pertempuran dengan pemberontak Houthi.

Iron Dome dikembangkan setelah perang kedua Israel dengan Lebanon pada 2006, ketika sekitar 4.000 roket ditembakkan dari Lebanon selatan.

Sistem pertahanan Iron Dome dioperasikan Israel dalam konflik berdarah terbaru mereka dengan Hamas. Sistem ini merupakan sistem pertahanan anti-rudal untuk mencegat roket Hamas yang menarget Tel Aviv dan Yerusalem–dua kota terbesar Israel.

Tawaran transfer teknologi Iron Dome Israel kepada Saudi, menegaskan bahwa kedua negara ini memiliki hubungan erat, dan membuktikan bahwa invansi Saudi ke Yaman atas restu rezim Zionis dan untuk melayani kepentinga mereka.

Invansi Saudi di Yaman telah menciptakan kekosongan politik dan menciptakan bencana kemanusiaan, serta menyebabkan ribuan warga sipil Yaman menjadi tuna wisma.

Bahkan Saudi berusaha memasukkan kelompok-kelompok ekstremis seperti Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) dan “Negara Islam” (ISIS) untuk ikut andil menciptakan kekerasan dan kekejaman di Yaman.

Minggu, 17 Mei 2015

Salah satu cara untuk memperoleh umpan supaya bisa melakukan aksi teroris bom bunuh diri, kelompok teroris Negara Islam Iraq dan Suriah (ISIL/ISIS) mencuci otak kaum wanita yang datang Mosul sebagai tenaga jihad nikah. Tentu setelah mereka dimanfaatkan dengan baik.

Begitu hal ini dilaporkan oleh The Independent, sebuah koran miliki kerajaan Inggris.

Dalam sebuah laporan yang dimuat oleh Independent pada hari Sabtu lalu, Patrick Cockburn menulis sebuah catatan di koran terkemuka Inggris tersebut dengan judul “ISIL Mencuci Otak Kaum Wanita Jihad Nikah”. Dengan aksi cuci otak ini, lanjut Cockburn, mereka akan berubah menjadi tenaga sukarela untuk melakukan aksi bom bunuh diri.

Dalam “fatwa” yang sering didiktekan oleh ISIL kepada kaum wanita, menurut Cockburn, ditegaskan bahwa mereka harus senantiasa menaati seluruh perintah suami mereka, sekalipun perintah ini berupa aksi untuk melakukan bom bunuh diri.

Tetapi tidak semua perintah ISIL ini ditaati oleh setiap wanita. Aisyah 32 tahun berhasil melarikan diri dari Mosul bersama dua buah hatinya.

Menurut pengakuan Aisyah kepada Independent, ia sering mengikuti pendidikan dan doktrin bersama banyak wanita yang lain. Pendidikan ini tidak lain adalah sebuah pencucian otak. Dalam pendidikan ini, ia diajari supaya berani mengorbankan segala yang berbau materi dan bersifat sementara seperti darah demi sesuatu yang lebih penting.

Tetapi, Aisyah bukan hanya tidak menikmati pendidikan ini. Ia malah semakin berpikir bagaimana bisa menyelamatkan kedua anaknya. Akhirnya, ia berhasil menyelamatkan kedua buah hatinya itu berkat bantuan anak pamannya setelah berpura-pura sakit.

Sumber : Reportase Islam
zionis

Setelah Dimanfaatkan, Wanita ISIL Dicuci Otak

Unknown  |  at  Minggu, Mei 17, 2015

Salah satu cara untuk memperoleh umpan supaya bisa melakukan aksi teroris bom bunuh diri, kelompok teroris Negara Islam Iraq dan Suriah (ISIL/ISIS) mencuci otak kaum wanita yang datang Mosul sebagai tenaga jihad nikah. Tentu setelah mereka dimanfaatkan dengan baik.

Begitu hal ini dilaporkan oleh The Independent, sebuah koran miliki kerajaan Inggris.

Dalam sebuah laporan yang dimuat oleh Independent pada hari Sabtu lalu, Patrick Cockburn menulis sebuah catatan di koran terkemuka Inggris tersebut dengan judul “ISIL Mencuci Otak Kaum Wanita Jihad Nikah”. Dengan aksi cuci otak ini, lanjut Cockburn, mereka akan berubah menjadi tenaga sukarela untuk melakukan aksi bom bunuh diri.

Dalam “fatwa” yang sering didiktekan oleh ISIL kepada kaum wanita, menurut Cockburn, ditegaskan bahwa mereka harus senantiasa menaati seluruh perintah suami mereka, sekalipun perintah ini berupa aksi untuk melakukan bom bunuh diri.

Tetapi tidak semua perintah ISIL ini ditaati oleh setiap wanita. Aisyah 32 tahun berhasil melarikan diri dari Mosul bersama dua buah hatinya.

Menurut pengakuan Aisyah kepada Independent, ia sering mengikuti pendidikan dan doktrin bersama banyak wanita yang lain. Pendidikan ini tidak lain adalah sebuah pencucian otak. Dalam pendidikan ini, ia diajari supaya berani mengorbankan segala yang berbau materi dan bersifat sementara seperti darah demi sesuatu yang lebih penting.

Tetapi, Aisyah bukan hanya tidak menikmati pendidikan ini. Ia malah semakin berpikir bagaimana bisa menyelamatkan kedua anaknya. Akhirnya, ia berhasil menyelamatkan kedua buah hatinya itu berkat bantuan anak pamannya setelah berpura-pura sakit.

Sumber : Reportase Islam

Sabtu, 16 Mei 2015


Simpatisan ISIS nampaknya tumbuh sumbur di kabupaten Malang, Jawa Timur. Bukan hanya sekedar menjaring simpatisan ISIS bahkan menjadikan kawasan itu sebagai salah satu tempat pendidikan pengikut gerakan Takfiri.

Menukil laporan Radar Malang cetak, pada Sabtu, 16/05/15, mereka dilatih dan diberi pengetahuan sebelum diberangkatkan ke Suriah. Masih menurut Radar Malang, simpatisan ISIS dari seluruh Indonesia sebelum diberangkatkan ke Suriah mendapatkan pendidikan di pondok Qurani Jundullah.

Pondok ini lokasinya berada di belakang kampus III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), tepatnya berada di dusun Gondang, desa Tegal Gondo, Kecamatan Karang Ploso. 

Terbongkarnya tempat pendidikan ISIS diketahui setelah tertangkapnya rombongan Muhammad Riduansyah di bandara Juanda pada kamis 14/05/15 lalu, yang merupakan buronan badan intelijen negara (BIN) dan 5 orang lainnya yang berencana terbang ke malaysia menuju Turki, dan selanjutnya menuju ke Suriah.

Riduansyah dan kawan-kawan yang tertangkap tersebut berasal dari Sulawesi dan Kalimantan. Mereka dilatih selama 1-3 tahun di desa Tegalgondo sebelum diberangkatkan ke Suriah. 

Setelah terbongkar,  papan nama pondok Jundullah sudah tidak terpasang lagi di depan pintu gerbang pondok. Penduduk setempat mengaku tidak tahu menahu tentang aktivitas pondok tersebut, karena selama ini memang tertutup untuk umum dan tidak semua orang bisa masuk ke pondok Qurani Jundullah.
zionis

Ternyata Karangploso Malang Tempat Pendidikan Gerakan ISIS

Unknown  |  at  Sabtu, Mei 16, 2015


Simpatisan ISIS nampaknya tumbuh sumbur di kabupaten Malang, Jawa Timur. Bukan hanya sekedar menjaring simpatisan ISIS bahkan menjadikan kawasan itu sebagai salah satu tempat pendidikan pengikut gerakan Takfiri.

Menukil laporan Radar Malang cetak, pada Sabtu, 16/05/15, mereka dilatih dan diberi pengetahuan sebelum diberangkatkan ke Suriah. Masih menurut Radar Malang, simpatisan ISIS dari seluruh Indonesia sebelum diberangkatkan ke Suriah mendapatkan pendidikan di pondok Qurani Jundullah.

Pondok ini lokasinya berada di belakang kampus III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), tepatnya berada di dusun Gondang, desa Tegal Gondo, Kecamatan Karang Ploso. 

Terbongkarnya tempat pendidikan ISIS diketahui setelah tertangkapnya rombongan Muhammad Riduansyah di bandara Juanda pada kamis 14/05/15 lalu, yang merupakan buronan badan intelijen negara (BIN) dan 5 orang lainnya yang berencana terbang ke malaysia menuju Turki, dan selanjutnya menuju ke Suriah.

Riduansyah dan kawan-kawan yang tertangkap tersebut berasal dari Sulawesi dan Kalimantan. Mereka dilatih selama 1-3 tahun di desa Tegalgondo sebelum diberangkatkan ke Suriah. 

Setelah terbongkar,  papan nama pondok Jundullah sudah tidak terpasang lagi di depan pintu gerbang pondok. Penduduk setempat mengaku tidak tahu menahu tentang aktivitas pondok tersebut, karena selama ini memang tertutup untuk umum dan tidak semua orang bisa masuk ke pondok Qurani Jundullah.

Add caption
Seperti dilansir Press TV hari ini, Hicham Jaber mengatakan pejabat Israel kini juga mencemaskan kegagalan berulang yang dialami kelompok Takfiri dalam melawan tentara Suriah.  

Selain itu, lanjut Jaber, Israel takut pada tambahan pengalaman yang diperoleh pejuang Hizbullah dalam berbagai pertempuran di Suriah.

Dalam beberapa operasi gabungan akhir-akhir ini, tentara Suriah dan pasukan Hizbullah berhasil memukul mundur kelompok teroris Takfiri dan menguasai wilayah-wilayah penting di Qalamoun yang dulunya menjadi jalur suplai para teroris.

Kemenangan bersama ini memperkuat posisi Damaskus yang berlokasi sekitar 36 km dari Qalamoun.

Krisis yang mendera Suriah sejak Maret 2011 sudah menewaskan lebih dari 220.000 orang dan membuat 7,2 juta lainnya terlantar.
zionis

Setelah Qalamoun, Israel Cemaskan Langkah Baru Hizbullah

Unknown  |  at  Sabtu, Mei 16, 2015

Add caption
Seperti dilansir Press TV hari ini, Hicham Jaber mengatakan pejabat Israel kini juga mencemaskan kegagalan berulang yang dialami kelompok Takfiri dalam melawan tentara Suriah.  

Selain itu, lanjut Jaber, Israel takut pada tambahan pengalaman yang diperoleh pejuang Hizbullah dalam berbagai pertempuran di Suriah.

Dalam beberapa operasi gabungan akhir-akhir ini, tentara Suriah dan pasukan Hizbullah berhasil memukul mundur kelompok teroris Takfiri dan menguasai wilayah-wilayah penting di Qalamoun yang dulunya menjadi jalur suplai para teroris.

Kemenangan bersama ini memperkuat posisi Damaskus yang berlokasi sekitar 36 km dari Qalamoun.

Krisis yang mendera Suriah sejak Maret 2011 sudah menewaskan lebih dari 220.000 orang dan membuat 7,2 juta lainnya terlantar.

General

© 2015 Gen Syi'ah. WP Mythemeshop Converted by Bloggertheme9
Blogger Template. Powered by Blogger.