Latest

Tampilkan postingan dengan label Berita timur tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita timur tengah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Juni 2018

Politik

Velayati: Iran dan Irak Berdiri Menghadapi Ekstremisme Israel dan AS

Unknown  |  at  Rabu, Juni 27, 2018

Pertahanan Iran sebagai pertahanan terbaik versi FIFA selama putaran grup tidak lepas dari penampilan cantik dari kiper Iran, Alireza Beiranvand. Kiper kelahiran 21 september 1992 yang memperkuat klub Persepolis F.C. itu terlahir dari keluarga sederhana, namun membuktikan dirinya adalah kiper terbaik dengan meraih penghargaan sebagai kiper terbaik pada tahun 2016-2017.

Alireza bercerita:
“ Sebelum menjadi kiper timnas Iran, saya hanyalah seorang Kuli bangunan, montir mobil dan pelayan restoran. Terkadang karena letih, saya tertidur di bunderan Azadi, namun itu semua tidak menjadikan diriku patah semangat untuk menjadi seorang pesepakbola professional. Dan kini, saya berada dipentas terbesar sepakbola berhadapan dengan kiper-kiper terbaik dunia. Harapan saya bisa bergabung dengan klub Liverpool menggantikan Karius.”

Sumber: Abu Syirin
Internasional

Kiper Iran: Dulu Aku Hanyalah Seorang Kuli Bangunan

Unknown  |  at  Rabu, Juni 27, 2018

Pertahanan Iran sebagai pertahanan terbaik versi FIFA selama putaran grup tidak lepas dari penampilan cantik dari kiper Iran, Alireza Beiranvand. Kiper kelahiran 21 september 1992 yang memperkuat klub Persepolis F.C. itu terlahir dari keluarga sederhana, namun membuktikan dirinya adalah kiper terbaik dengan meraih penghargaan sebagai kiper terbaik pada tahun 2016-2017.

Alireza bercerita:
“ Sebelum menjadi kiper timnas Iran, saya hanyalah seorang Kuli bangunan, montir mobil dan pelayan restoran. Terkadang karena letih, saya tertidur di bunderan Azadi, namun itu semua tidak menjadikan diriku patah semangat untuk menjadi seorang pesepakbola professional. Dan kini, saya berada dipentas terbesar sepakbola berhadapan dengan kiper-kiper terbaik dunia. Harapan saya bisa bergabung dengan klub Liverpool menggantikan Karius.”

Sumber: Abu Syirin

Minggu, 27 September 2015

http://islamtimes.org/images/docs/000487/
Sekjen Hizbullah, Sayyid Hassan Nasrallah dalam wawancara dengan TV al-Manar, Jumat malam waktu setempat (25/09/15), menjelaskan perubahan situasi terkini di Suriah yang menurutnya perubahan jelas atas sikap beberapa kekuatan dunia dalam mendukung presiden sah, Bashar Assad.

"Tujuan dari 5 tahun perang global Suriah adalah untuk menggulingkan rezim dan menguasai negara (Suriah), tetapi keuletan Suriah dan sekutunya merupakan faktor utama di balik apa yang kita saksikan hari ini," kata Nasrallah.

"Hari ini kita menyaksikan kegagalan strategi AS dan koalisi internasional anti Negara Islam (IS). Eropa kini menghadapi tantangan baru, tantangan para pengungsi, dan mereka menghadapi dua pilihan,- mengakhiri perang di Suriah atau mengambil para pengungsi", jelasnya.

Pemimpin Hizbullah juga mencatat kesepakatan nuklir terakhir antara Iran dan kekuatan dunia merupakan faktor utama yang menyebabkan perkembangan saat ini terkait krisis Suriah.

"Amerika mengira mereka bisa meyakinkan Iran melalui perundingan untuk tawar-menawar atas Aram (Suriah), tetapi hal ini juga telah berakhir," tandasnya.

Nasrallah menjelaskan beberapa laporan mengenai Rusia yang menyerukan koalisi internasional anti IS (ISIS) yang terdiri dari Iran, Irak, Turki dan aliansi saat ini yang "menghadapi" ISIS.

"Beberapa kali terjadi pertemuan antara pejabat senior negara-negara ini, dan mereka terlibat dalam diskusi serius tentang pembentukan kekuatan anti-teror yang nyata," kata Nasrallah.

Menurutnya, sikap Rusia terhadap Presiden Suriah Bashar Assad dalam transisi politik di negara itu tidak ambigu lagi dan sangat jelas.

"Rusia dan Iran sangat menentukan dalam dukungan mereka terhadap Presiden Bashar Assad," tegas Nasrallah.

Ketika ditanya tentang bala bantuan Rusia yang sedang dikirim ke Suriah, Nasrallah mengatakan Hizbullah menyambut baik setiap upaya kekuatan yang memasuki Suriah untuk mendukung perlawanan, karena itu akan memberikan kontribusi untuk menangkis ancaman utama yang dihadapi Suriah dan wilayah."

"Rusia bergerak dengan koordinasi empat negara yang saya sebutkan," katanya.

Ditanya mengapa Hizbullah dan tentara Suriah tidak mampu menyelesaikan pertempuran yang dimulai pada bulan Juli di kota Zabadani dekat perbatasan Libanon, Nasrallah mengatakan, "Kami mulai pertempuran di Zabadani pada 1 Juli dan menguasai semua perbukitan di sekitar kota dan sebagian besar wilayah kota. Para militan (ISIS) mulai mengeluarkan panggilan marabahaya dalam waktu kurang dari dua minggu ... Mereka kemudian hilang bersamaan dengan Fuaa-Kafraya-Zabadani setelah para pemimpin mereka berpikir bahwa tekanan terhadap Fuaa dan Kafraya akan memperbaiki situasi mereka di Zabadani," jelas Nasrallah.

"Ketika terkait masalah Zabadani, kami melihat kesempatan, dan kami dilindungi Fuaa dan Kafraya dengan menahan diri untuk merebut kendali penuh kota (Zabadani) sebelum mencapai solusi baik bagi dua kota," katanya.

Nasrallah menjelaskan beberapa laporan media tentang korban dipihak Hizbullah di Zabadani yang menurutnya berlebihan.

Terkait gencatan senjata enam bulan setelah meraih tiga kota itu, Nasrallah mengatakan kesepakatan itu dicapai di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dengan perantara sekutu utama Damaskus, yakni Iran.

Kesempatan ini akan digunakan untuk mengevakuasi orang-orang bersenjata dan yang terluka dari Zabadani ke provinsi Idlib untuk pertukaran evakuasi 10.000 warga sipil dari desa Fuaa dan Kafraya ke zona yang dikendalikan oleh pemerintah," katanya.

Pada Kamis, 24/09/15, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan kesepakatan gencatan senjata itu dicapai di bawah sponsor Turki dan Iran dan dengan jaminan dari PBB.
Berita timur tengah

Hizbullah: Rusia, Iran dan Irak Bentuk Aliansi Anti ISIS

Unknown  |  at  Minggu, September 27, 2015

http://islamtimes.org/images/docs/000487/
Sekjen Hizbullah, Sayyid Hassan Nasrallah dalam wawancara dengan TV al-Manar, Jumat malam waktu setempat (25/09/15), menjelaskan perubahan situasi terkini di Suriah yang menurutnya perubahan jelas atas sikap beberapa kekuatan dunia dalam mendukung presiden sah, Bashar Assad.

"Tujuan dari 5 tahun perang global Suriah adalah untuk menggulingkan rezim dan menguasai negara (Suriah), tetapi keuletan Suriah dan sekutunya merupakan faktor utama di balik apa yang kita saksikan hari ini," kata Nasrallah.

"Hari ini kita menyaksikan kegagalan strategi AS dan koalisi internasional anti Negara Islam (IS). Eropa kini menghadapi tantangan baru, tantangan para pengungsi, dan mereka menghadapi dua pilihan,- mengakhiri perang di Suriah atau mengambil para pengungsi", jelasnya.

Pemimpin Hizbullah juga mencatat kesepakatan nuklir terakhir antara Iran dan kekuatan dunia merupakan faktor utama yang menyebabkan perkembangan saat ini terkait krisis Suriah.

"Amerika mengira mereka bisa meyakinkan Iran melalui perundingan untuk tawar-menawar atas Aram (Suriah), tetapi hal ini juga telah berakhir," tandasnya.

Nasrallah menjelaskan beberapa laporan mengenai Rusia yang menyerukan koalisi internasional anti IS (ISIS) yang terdiri dari Iran, Irak, Turki dan aliansi saat ini yang "menghadapi" ISIS.

"Beberapa kali terjadi pertemuan antara pejabat senior negara-negara ini, dan mereka terlibat dalam diskusi serius tentang pembentukan kekuatan anti-teror yang nyata," kata Nasrallah.

Menurutnya, sikap Rusia terhadap Presiden Suriah Bashar Assad dalam transisi politik di negara itu tidak ambigu lagi dan sangat jelas.

"Rusia dan Iran sangat menentukan dalam dukungan mereka terhadap Presiden Bashar Assad," tegas Nasrallah.

Ketika ditanya tentang bala bantuan Rusia yang sedang dikirim ke Suriah, Nasrallah mengatakan Hizbullah menyambut baik setiap upaya kekuatan yang memasuki Suriah untuk mendukung perlawanan, karena itu akan memberikan kontribusi untuk menangkis ancaman utama yang dihadapi Suriah dan wilayah."

"Rusia bergerak dengan koordinasi empat negara yang saya sebutkan," katanya.

Ditanya mengapa Hizbullah dan tentara Suriah tidak mampu menyelesaikan pertempuran yang dimulai pada bulan Juli di kota Zabadani dekat perbatasan Libanon, Nasrallah mengatakan, "Kami mulai pertempuran di Zabadani pada 1 Juli dan menguasai semua perbukitan di sekitar kota dan sebagian besar wilayah kota. Para militan (ISIS) mulai mengeluarkan panggilan marabahaya dalam waktu kurang dari dua minggu ... Mereka kemudian hilang bersamaan dengan Fuaa-Kafraya-Zabadani setelah para pemimpin mereka berpikir bahwa tekanan terhadap Fuaa dan Kafraya akan memperbaiki situasi mereka di Zabadani," jelas Nasrallah.

"Ketika terkait masalah Zabadani, kami melihat kesempatan, dan kami dilindungi Fuaa dan Kafraya dengan menahan diri untuk merebut kendali penuh kota (Zabadani) sebelum mencapai solusi baik bagi dua kota," katanya.

Nasrallah menjelaskan beberapa laporan media tentang korban dipihak Hizbullah di Zabadani yang menurutnya berlebihan.

Terkait gencatan senjata enam bulan setelah meraih tiga kota itu, Nasrallah mengatakan kesepakatan itu dicapai di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dengan perantara sekutu utama Damaskus, yakni Iran.

Kesempatan ini akan digunakan untuk mengevakuasi orang-orang bersenjata dan yang terluka dari Zabadani ke provinsi Idlib untuk pertukaran evakuasi 10.000 warga sipil dari desa Fuaa dan Kafraya ke zona yang dikendalikan oleh pemerintah," katanya.

Pada Kamis, 24/09/15, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan kesepakatan gencatan senjata itu dicapai di bawah sponsor Turki dan Iran dan dengan jaminan dari PBB.

Senin, 14 September 2015


Seperti dilansir situs El Nashra, komando pasukan koalisi Arab mengumumkan bahwa lima tentara Arab Saudi tewas dalam bentrokan dengan pasukan perbatasan Yaman.

Sementara itu, media-media Yaman pada Minggu (13/9/2015) mengabarkan serangan rudal dan artileri militer dan komite rakyat negara ini terhadap sejumlah pangkalan militer Arab Saudi di wilayah Jizan.

Serangan tersebut merupakan balasan atas serangan brutal rezim Al Saud ke berbagai wilayah Yaman.

Seorang pejabat militer Yaman yang berbicara secara anonim mengatakan, unit rudal dan artileri militer dan komite rakayat Yaman telah menarget sejumlah pangkalan militer Arab Saudi di Jizan.

Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat telah melancarkan agresi militer ke Yaman sejak 26 Maret 2015. Serangan jet-jet tempur rezim Al Saud telah merenggut nyawa sedikitnya 5.200 orang dan melukai belasan ribu lainnya.

Agresi tersebut juga telah memporak-porandakan infrastruktur Yaman dan memaksa lebih dari 1,3 warga negara ini mengungsi.
Berita timur tengah

Saudi Akui Lima Tentaranya Tewas di Perbatasan

Unknown  |  at  Senin, September 14, 2015


Seperti dilansir situs El Nashra, komando pasukan koalisi Arab mengumumkan bahwa lima tentara Arab Saudi tewas dalam bentrokan dengan pasukan perbatasan Yaman.

Sementara itu, media-media Yaman pada Minggu (13/9/2015) mengabarkan serangan rudal dan artileri militer dan komite rakyat negara ini terhadap sejumlah pangkalan militer Arab Saudi di wilayah Jizan.

Serangan tersebut merupakan balasan atas serangan brutal rezim Al Saud ke berbagai wilayah Yaman.

Seorang pejabat militer Yaman yang berbicara secara anonim mengatakan, unit rudal dan artileri militer dan komite rakayat Yaman telah menarget sejumlah pangkalan militer Arab Saudi di Jizan.

Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat telah melancarkan agresi militer ke Yaman sejak 26 Maret 2015. Serangan jet-jet tempur rezim Al Saud telah merenggut nyawa sedikitnya 5.200 orang dan melukai belasan ribu lainnya.

Agresi tersebut juga telah memporak-porandakan infrastruktur Yaman dan memaksa lebih dari 1,3 warga negara ini mengungsi.


Sebagaimana yang telah diberitakan terakhir kali oleh pihak kepengurusan Masjidil Haram, jumlah korban yang meninggal akibat peristiwa crane jatuh Jumat kemarin mencapai 107 orang dan 238 orang lainnya luka-luka.
Peristiwa jatuhnya crane di Masjidil Haram pada saat jemaah haji berkumpul melaksanakan ibadah mereka kurang lebih memakan 107 korban jiwa dan 238 orang lainnya terluka.

Menurut pihak pengurus Masjidil Haram crane tersebut jatuh pada Jum’at pukul 5 sore itu disebabkan cuaca buruk, hujan dan angin yang kecepatannya lebih dari 83 kilometer per jam.

Khalid Faisal, amir kawasan satu  Makkah memerintahkan diusutnya sebab kejadian ini dan meminta agar hasilnya segera diumumkan. Ia juga meminta agar para korban mendapatkan perawatan darurat secepat mungkin.

Koran Akkadh memberitakan bahwa rumah sakit-rumah sakit di Makkah berada dalam keadaan siaga. Ketua Red Crescent Makkah juga menyatakan bahwa 39 unit ambulan telah disiapkan untuk mengangkut para korban ke rumah sakit terdekat.

Juru bicara gubernur Makkah mengaku kejadian ini sedang diteliti dan diusut asal muasalnya.

Dikabarkan juga bahwa crane yang jatuh di Masjidil Haram itu milik salah satu perusahaan Muhammad bin Salman, anak raja Arab Saudi.

Perusahaan milik anak raja Arab Saudi itu sebelumnya memaksakan diri untuk menjalankan proyek pembangunan masjid tersebut dan menyingkirkan perusahaan-perusahaan lainnya.

Menurut berbagai pihak, perusahaan itu mengada-ada dengan mengatakan bahwa penyebab jatuhnya crane dikarenakan sambaran petir. Padahal dalam video rekaman kejadian tersebut sama sekali tidak terlihat petir menyambar.

Menurut yang diberitakan, lebih dari 30 milyar USD dikeluarkan oleh Arab Saudi untuk membiayai pembangunan Masjidil Haram.
Berita timur tengah

Korban Crane Jatuh Makkah Terus Bertambah

Unknown  |  at  Senin, September 14, 2015


Sebagaimana yang telah diberitakan terakhir kali oleh pihak kepengurusan Masjidil Haram, jumlah korban yang meninggal akibat peristiwa crane jatuh Jumat kemarin mencapai 107 orang dan 238 orang lainnya luka-luka.
Peristiwa jatuhnya crane di Masjidil Haram pada saat jemaah haji berkumpul melaksanakan ibadah mereka kurang lebih memakan 107 korban jiwa dan 238 orang lainnya terluka.

Menurut pihak pengurus Masjidil Haram crane tersebut jatuh pada Jum’at pukul 5 sore itu disebabkan cuaca buruk, hujan dan angin yang kecepatannya lebih dari 83 kilometer per jam.

Khalid Faisal, amir kawasan satu  Makkah memerintahkan diusutnya sebab kejadian ini dan meminta agar hasilnya segera diumumkan. Ia juga meminta agar para korban mendapatkan perawatan darurat secepat mungkin.

Koran Akkadh memberitakan bahwa rumah sakit-rumah sakit di Makkah berada dalam keadaan siaga. Ketua Red Crescent Makkah juga menyatakan bahwa 39 unit ambulan telah disiapkan untuk mengangkut para korban ke rumah sakit terdekat.

Juru bicara gubernur Makkah mengaku kejadian ini sedang diteliti dan diusut asal muasalnya.

Dikabarkan juga bahwa crane yang jatuh di Masjidil Haram itu milik salah satu perusahaan Muhammad bin Salman, anak raja Arab Saudi.

Perusahaan milik anak raja Arab Saudi itu sebelumnya memaksakan diri untuk menjalankan proyek pembangunan masjid tersebut dan menyingkirkan perusahaan-perusahaan lainnya.

Menurut berbagai pihak, perusahaan itu mengada-ada dengan mengatakan bahwa penyebab jatuhnya crane dikarenakan sambaran petir. Padahal dalam video rekaman kejadian tersebut sama sekali tidak terlihat petir menyambar.

Menurut yang diberitakan, lebih dari 30 milyar USD dikeluarkan oleh Arab Saudi untuk membiayai pembangunan Masjidil Haram.


Ibrahim al-Jaafari melontarkan protes tersebut di sela-sela sidang Liga Arab di Kairo, ibukota Mesir, Minggu (13/9/2015).

Ia mengecam serangan Turki ke utara Irak yang dilakukan tanpa koordinasi dengan pemerintah Baghdad dengan dalih memerangi anggota Partai Buruh Kurdistan (PKK).

Selama beberapa pekan ini, jet-jet tempur Turki membombardir posisi PKK di utara Irak dengan dalih memerangi anasir kelompok ini.

Turki bahkan baru-baru ini telah mengirim pasukan khusus untuk masuk ke wilayah Kurdistan Irak meskipun Ankara mengklaim bahwa operasi pasukan darat ini hanya untuk sementara.

Pemerintah Ankara juga mengklaim bahwa langkah tersebut dilakukan atas izin Massoud Barzani, Pemimpin Kurdistan Irak. Namun pemerintah pusat Baghdad menegaskan pentingnya untuk koordinasi terlebih dahulu. 

Berita timur tengah

Irak Protes Serangan Militer Turki ke Utara Negara Ini

Unknown  |  at  Senin, September 14, 2015


Ibrahim al-Jaafari melontarkan protes tersebut di sela-sela sidang Liga Arab di Kairo, ibukota Mesir, Minggu (13/9/2015).

Ia mengecam serangan Turki ke utara Irak yang dilakukan tanpa koordinasi dengan pemerintah Baghdad dengan dalih memerangi anggota Partai Buruh Kurdistan (PKK).

Selama beberapa pekan ini, jet-jet tempur Turki membombardir posisi PKK di utara Irak dengan dalih memerangi anasir kelompok ini.

Turki bahkan baru-baru ini telah mengirim pasukan khusus untuk masuk ke wilayah Kurdistan Irak meskipun Ankara mengklaim bahwa operasi pasukan darat ini hanya untuk sementara.

Pemerintah Ankara juga mengklaim bahwa langkah tersebut dilakukan atas izin Massoud Barzani, Pemimpin Kurdistan Irak. Namun pemerintah pusat Baghdad menegaskan pentingnya untuk koordinasi terlebih dahulu. 

Senin, 31 Agustus 2015


Anggota Militan Takfiri ISIS telah menculik 200 orang di provinsi barat Anbar Irak, sebagaimana militan terus melakukan tindakan kriminal dalam skala besar di daerah yang berada di bawah kendali mereka.

Wakil Walikota Rutbah, Imad Ahmad, mengatakan kepada jaringan televisi satelit berbahasa Arab al-Sumaria pada hari Sabtu (29/8/15) bahwa Daesh menculik warga sipil yang berpartisipasi dalam beberapa hari demonstrasi anti-teroris di kota tersebut, yang terletak sekitar 428 kilometer (265 mil) dari ibukota Irak, Baghdad.

Ahmad menambahkan bahwa anggota al-Kabisat dan suku-suku lain berunjuk rasa di Rutbah setelah ISIS mengeksekusi suku Kabisat di pusat kota atas tuduhan menyerang salah satu militan.

Sementara itu, juru bicara Partai Demokrat Kurdistan (KDP) di Mosul, Saeed Mamouzini, mengatakan bahwa ISIS telah mengeksekusi hampir dua lusin rekan militan mereka di kota tersebut.

Mamouzini mengatakan bahwa ISIS membunuh lima anggota militan sendiri atas tuduhan melakukan serangan bersenjata pada gubernur Mosul.

Lima belas anggota ISIS lainnya dieksekusi atas tuduhan melarikan diri dari bentrokan dengan tentara Irak di distrik al-Khazer.

Sebuah sumber lokal, yang berbicara dengan syarat anonim, juga mengatakan militan dari ISIS telah menghancurkan sebuah masjid di Provinsi Nineveh.
Isis

Militan ISIS Culik 200 Warga Irak di Anbar

Unknown  |  at  Senin, Agustus 31, 2015


Anggota Militan Takfiri ISIS telah menculik 200 orang di provinsi barat Anbar Irak, sebagaimana militan terus melakukan tindakan kriminal dalam skala besar di daerah yang berada di bawah kendali mereka.

Wakil Walikota Rutbah, Imad Ahmad, mengatakan kepada jaringan televisi satelit berbahasa Arab al-Sumaria pada hari Sabtu (29/8/15) bahwa Daesh menculik warga sipil yang berpartisipasi dalam beberapa hari demonstrasi anti-teroris di kota tersebut, yang terletak sekitar 428 kilometer (265 mil) dari ibukota Irak, Baghdad.

Ahmad menambahkan bahwa anggota al-Kabisat dan suku-suku lain berunjuk rasa di Rutbah setelah ISIS mengeksekusi suku Kabisat di pusat kota atas tuduhan menyerang salah satu militan.

Sementara itu, juru bicara Partai Demokrat Kurdistan (KDP) di Mosul, Saeed Mamouzini, mengatakan bahwa ISIS telah mengeksekusi hampir dua lusin rekan militan mereka di kota tersebut.

Mamouzini mengatakan bahwa ISIS membunuh lima anggota militan sendiri atas tuduhan melakukan serangan bersenjata pada gubernur Mosul.

Lima belas anggota ISIS lainnya dieksekusi atas tuduhan melarikan diri dari bentrokan dengan tentara Irak di distrik al-Khazer.

Sebuah sumber lokal, yang berbicara dengan syarat anonim, juga mengatakan militan dari ISIS telah menghancurkan sebuah masjid di Provinsi Nineveh.

Selasa, 04 Agustus 2015


Reza Mirabyan, Selasa (4/8) kepada IRIB News menjelaskan statemen yang disampaikan pada pertemuan segitiga Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rusia dan Arab Saudi di Riyadh kemarin, Senin (3/8).

Ia menuturkan, “Selain rezim Zionis Israel dan petinggi Kongres Amerika, seluruh negara, bahkan Saudi, menyambut kesepakatan nuklir Iran dan Kelompok 5+1.”

Mirabyan menjelaskan, “Surat terbaru Mohammad Javad Zarif, Menlu Iran yang dimuat media-media Teluk Persia, menekankan pembentukan dewan regional untuk menjalin kerjasama di bidang keamanan, ekonomi dan budaya antara Iran dan negara-negara Teluk Persia.”

Saya berharap, kata Mirabyan, hubungan Iran dengan negara-negara Teluk Persia akan lebih baik dan lebih luas lagi.

Pakar Timur Tengah ini menerangkan, “Salah satu hasil kesepakatan nuklir Iran adalah terhapusnya isu Islamphopia yang sebelumnya menghantui kawasan, dan terbukanya peluang kerjasama regional dan transregional.” 
Iran

Kerjasama Iran dan Negara Arab Teluk Persia Meningkat

Unknown  |  at  Selasa, Agustus 04, 2015


Reza Mirabyan, Selasa (4/8) kepada IRIB News menjelaskan statemen yang disampaikan pada pertemuan segitiga Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rusia dan Arab Saudi di Riyadh kemarin, Senin (3/8).

Ia menuturkan, “Selain rezim Zionis Israel dan petinggi Kongres Amerika, seluruh negara, bahkan Saudi, menyambut kesepakatan nuklir Iran dan Kelompok 5+1.”

Mirabyan menjelaskan, “Surat terbaru Mohammad Javad Zarif, Menlu Iran yang dimuat media-media Teluk Persia, menekankan pembentukan dewan regional untuk menjalin kerjasama di bidang keamanan, ekonomi dan budaya antara Iran dan negara-negara Teluk Persia.”

Saya berharap, kata Mirabyan, hubungan Iran dengan negara-negara Teluk Persia akan lebih baik dan lebih luas lagi.

Pakar Timur Tengah ini menerangkan, “Salah satu hasil kesepakatan nuklir Iran adalah terhapusnya isu Islamphopia yang sebelumnya menghantui kawasan, dan terbukanya peluang kerjasama regional dan transregional.” 

Minggu, 12 Juli 2015

Nasrallah membuat pernyataan itu dalam pidato pada hari Jumat (10/7/15) untuk menandai Hari Quds Internasional, yang ditetapkan oleh pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini.

Di tempat lain dalam sambutannya, dia mengacu pada serangan militer Saudi terhadap Yaman, dan mengatakan Muslim Arab telah meninggalkan rakyat Yaman. "Perang melawan Yaman saat ini adalah pelayanan terbesar yang dilakukan Arab Saudi untuk Israel," katanya. "Dan itu dilakukan secara gratis." Israel, "ibu dari semua terorisme," menampilkan dirinya sebagai kekuatan yang memerangi terorisme, kata Nasrallah. Iran satu satunya pembawa 'bendera perjuangan Palestina' Pemimpin Hizbullah mengatakan bahwa, ketika Suriah diganggu oleh konflik, musuh terfokus pada Iran dan gerakan perlawanan sebagai ancaman terbesar yang tersisa.

Dia mengatakan gerakan perlawanan bangga dapat menimbulkan ancaman strategis untuk Israel, "tapi belum mencapai tingkat bertindak sebagai ancaman eksistensial bagi Israel.” Nasrallah mengatakan bahwa Iran adalah satu-satunya negara, yang dalam pikiran para pejabat Israel, merupakan ancaman eksistensial bagi Israel; dengan demikian, mereka berusaha untuk menghasut seluruh dunia untuk melawan Republik Islam. Dia mengajukan pertanyaan; mengapa "perseteruan total" sedang diarahkan pada Iran dan tidak melawan negara-negara Arab. 

Karena, kata dia, Israel menyadari bahwa pejabat Arab tidak melakukan apapun bagi bangsa Palestina dan Gaza, "bagian dari Umat Islam." "Apakah Palestina bukan Muslim?" tanyanya. "Siapa yang masih mengibarkan bendera?" Tanya Nasrallah. "Dia, yang masih menaikkan bendera ... masih berdiri di garis depan ... Republik Islam Iran." Pemerintah Iran dan rakyatnya di bawah pimpinan Ayatullah Sayyid Ali Khamenei tidak akan pernah mengakui Israel, katanya. Meskipun sanksi dan ancaman perang terhadap Iran dan perang media dan psikologis yang dilancarkan terhadap Iran, negara (Iran) adalah satu-satunya negara yang mendukung Palestina, katanya.

"Jika Anda ingin mendukung Palestina, Anda harus mendukung Republik Islam Iran," kata pemimpin Hizbullah, dan "jika Anda adalah seorang musuh Republik Islam, Anda adalah musuh Palestina.
Hizbullah

Sekjen Hizbullah: Jika Suriah Jatuh, Palestina Akan Jatuh

Unknown  |  at  Minggu, Juli 12, 2015

Nasrallah membuat pernyataan itu dalam pidato pada hari Jumat (10/7/15) untuk menandai Hari Quds Internasional, yang ditetapkan oleh pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini.

Di tempat lain dalam sambutannya, dia mengacu pada serangan militer Saudi terhadap Yaman, dan mengatakan Muslim Arab telah meninggalkan rakyat Yaman. "Perang melawan Yaman saat ini adalah pelayanan terbesar yang dilakukan Arab Saudi untuk Israel," katanya. "Dan itu dilakukan secara gratis." Israel, "ibu dari semua terorisme," menampilkan dirinya sebagai kekuatan yang memerangi terorisme, kata Nasrallah. Iran satu satunya pembawa 'bendera perjuangan Palestina' Pemimpin Hizbullah mengatakan bahwa, ketika Suriah diganggu oleh konflik, musuh terfokus pada Iran dan gerakan perlawanan sebagai ancaman terbesar yang tersisa.

Dia mengatakan gerakan perlawanan bangga dapat menimbulkan ancaman strategis untuk Israel, "tapi belum mencapai tingkat bertindak sebagai ancaman eksistensial bagi Israel.” Nasrallah mengatakan bahwa Iran adalah satu-satunya negara, yang dalam pikiran para pejabat Israel, merupakan ancaman eksistensial bagi Israel; dengan demikian, mereka berusaha untuk menghasut seluruh dunia untuk melawan Republik Islam. Dia mengajukan pertanyaan; mengapa "perseteruan total" sedang diarahkan pada Iran dan tidak melawan negara-negara Arab. 

Karena, kata dia, Israel menyadari bahwa pejabat Arab tidak melakukan apapun bagi bangsa Palestina dan Gaza, "bagian dari Umat Islam." "Apakah Palestina bukan Muslim?" tanyanya. "Siapa yang masih mengibarkan bendera?" Tanya Nasrallah. "Dia, yang masih menaikkan bendera ... masih berdiri di garis depan ... Republik Islam Iran." Pemerintah Iran dan rakyatnya di bawah pimpinan Ayatullah Sayyid Ali Khamenei tidak akan pernah mengakui Israel, katanya. Meskipun sanksi dan ancaman perang terhadap Iran dan perang media dan psikologis yang dilancarkan terhadap Iran, negara (Iran) adalah satu-satunya negara yang mendukung Palestina, katanya.

"Jika Anda ingin mendukung Palestina, Anda harus mendukung Republik Islam Iran," kata pemimpin Hizbullah, dan "jika Anda adalah seorang musuh Republik Islam, Anda adalah musuh Palestina.

Komandan Angkatan Laut Iran mengatakan musuh-musuh Republik Islam tidak berani melakukan aksinya di perbatasan negara itu.


"Iran berada dalam situasi yang membuat musuh tidak berani mengancam atau mendekati Republik Islam Iran melalui perbatasan laut dan darat dan kami mengumumkan bahwa kami tidak takut ancaman apapun dan akan sepenuhnya mempertahankan wilayah negara," ungkap Laksamana Habibollah Sayyari dalam sebuah wawancara pada hari Sabtu (11/7/15). 

Komandan itu mengatakan bahwa musuh telah berusaha merusak Republik Islam sejak kemenangan Revolusi Islam lebih dari tiga dekade lalu, namun negara itu telah berhasil menggagalkan semua plot dan melawan semua ancaman musuh.

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah membuat terobosan besar di sektor pertahanan dan mencapai swasembada dalam memproduksi peralatan militer. 

Iran sejauh ini telah diproduksi berbagai jenis sistem radar, drone, kapal perusak, rudal, kapal selam dan jet tempur buatan dalam negeri. Pekan lalu, Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan sistem radar jarak jauh di barat daya Iran untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udara negara itu.
Iran

Komandan Iran: Musuh Tidak Berani Ancam Iran

Unknown  |  at  Minggu, Juli 12, 2015

Komandan Angkatan Laut Iran mengatakan musuh-musuh Republik Islam tidak berani melakukan aksinya di perbatasan negara itu.


"Iran berada dalam situasi yang membuat musuh tidak berani mengancam atau mendekati Republik Islam Iran melalui perbatasan laut dan darat dan kami mengumumkan bahwa kami tidak takut ancaman apapun dan akan sepenuhnya mempertahankan wilayah negara," ungkap Laksamana Habibollah Sayyari dalam sebuah wawancara pada hari Sabtu (11/7/15). 

Komandan itu mengatakan bahwa musuh telah berusaha merusak Republik Islam sejak kemenangan Revolusi Islam lebih dari tiga dekade lalu, namun negara itu telah berhasil menggagalkan semua plot dan melawan semua ancaman musuh.

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah membuat terobosan besar di sektor pertahanan dan mencapai swasembada dalam memproduksi peralatan militer. 

Iran sejauh ini telah diproduksi berbagai jenis sistem radar, drone, kapal perusak, rudal, kapal selam dan jet tempur buatan dalam negeri. Pekan lalu, Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan sistem radar jarak jauh di barat daya Iran untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udara negara itu.

Iran telah menggagalkan aksi kelompok teroris yang berniat untuk melakukan aksi teror di berbagai kota di seluruh negeri, ungkap seorang komandan senior Iran. 

Komandan Perbatasan Iran Brigadir Jenderal Qassem Rezaei mengatakan hari Sabtu (11/7/15) bahwa sekelompok penjaga perbatasan dikirim ke wilayah perbatasan Mirjaveh di Sistan-Baluchestan pada hari Jumat sore untuk menjaga rute di daerah itu setelah menerima laporan yang mengatakan kelompok teroris ingin menyeberang ke perbatasan Iran dari Pakistan. 

Pasukan perbatasan terlibat dalam bentrokan dengan teroris pada hari Sabtu dan berhasil menghancurkan kelompok teroris dan memaksa mereka mundur, ungkap komandan Iran dalam konferensi pers di ibukota provinsi Zahedan.

"Dalam operasi ini, sejumlah teroris tewas dan tiga orang lainnya ditangkap, satu orang terluka," ungkap komandan Rezaei. 

Rezaei menambahkan bahwa dua dari teroris yang ditahan adalah warga negara Pakistan. 

Dia mengatakan bahwa kelompok teroris, yang dilatih oleh agen mata-mata asing, dilengkapi dengan berbagai jenis senjata dan bahan peledak untuk melakukan serangan teroris di berbagai kota di Iran, namun mereka gagal di perbatasan Pakistan.
Iran

Berusaha Menyusup ke Iran, Sejumlah Teroris Dari Pakistan Tewas

Unknown  |  at  Minggu, Juli 12, 2015

Iran telah menggagalkan aksi kelompok teroris yang berniat untuk melakukan aksi teror di berbagai kota di seluruh negeri, ungkap seorang komandan senior Iran. 

Komandan Perbatasan Iran Brigadir Jenderal Qassem Rezaei mengatakan hari Sabtu (11/7/15) bahwa sekelompok penjaga perbatasan dikirim ke wilayah perbatasan Mirjaveh di Sistan-Baluchestan pada hari Jumat sore untuk menjaga rute di daerah itu setelah menerima laporan yang mengatakan kelompok teroris ingin menyeberang ke perbatasan Iran dari Pakistan. 

Pasukan perbatasan terlibat dalam bentrokan dengan teroris pada hari Sabtu dan berhasil menghancurkan kelompok teroris dan memaksa mereka mundur, ungkap komandan Iran dalam konferensi pers di ibukota provinsi Zahedan.

"Dalam operasi ini, sejumlah teroris tewas dan tiga orang lainnya ditangkap, satu orang terluka," ungkap komandan Rezaei. 

Rezaei menambahkan bahwa dua dari teroris yang ditahan adalah warga negara Pakistan. 

Dia mengatakan bahwa kelompok teroris, yang dilatih oleh agen mata-mata asing, dilengkapi dengan berbagai jenis senjata dan bahan peledak untuk melakukan serangan teroris di berbagai kota di Iran, namun mereka gagal di perbatasan Pakistan.

Rabu, 24 Juni 2015

Bentrokan berat Hamas dengan ISIL pecah di distrik Sheikh Ridvan, Gaza setelah pasukan keamanan Hamas mencoba menangkap seorang komandan terkenal Salafi sehari sebelumnya, Palestina Today melaporkan.

Pendukung ISIS mulai mengintensifkan kegiatan mereka di Jalur Gaza baru-baru ini dan  Hamas berusaha menghadapi mereka dengan segala cara.

Pada Minggu silam, ISIS membunuh seorang komandan Hamas bernama Saber Siam di Jalur Gaza dengan meledakkan bom di kendaraannya.

Hamas berhasil menangkap puluhan pendukung ISIS dalam beberapa pekan terakhir setelah ISIS mengambil alih kamp pengungsi Yarmouk di dekat Damaskus.
palestina terkini

ISIS Bentrok dengan Hamas di Jalur Gaza

Unknown  |  at  Rabu, Juni 24, 2015

Bentrokan berat Hamas dengan ISIL pecah di distrik Sheikh Ridvan, Gaza setelah pasukan keamanan Hamas mencoba menangkap seorang komandan terkenal Salafi sehari sebelumnya, Palestina Today melaporkan.

Pendukung ISIS mulai mengintensifkan kegiatan mereka di Jalur Gaza baru-baru ini dan  Hamas berusaha menghadapi mereka dengan segala cara.

Pada Minggu silam, ISIS membunuh seorang komandan Hamas bernama Saber Siam di Jalur Gaza dengan meledakkan bom di kendaraannya.

Hamas berhasil menangkap puluhan pendukung ISIS dalam beberapa pekan terakhir setelah ISIS mengambil alih kamp pengungsi Yarmouk di dekat Damaskus.

Senin, 22 Juni 2015

Berbicara pada kondisi anonimitas, sumber itu mengatakan Putra Mahkota Mohammed bin Nayef, juga menteri dalam negeri, secara pribadi mengikuti dan memantau pembentukan dan kegiatan tim keamanan itu.

Menurut situs berita Nahrainnet, 23 aktivis politik Arab telah dimasukkan dalam daftar yang akan dibunuh oleh unit rahasia di wilayah Qatif.

Laporan itu menambahkan bahwa tokoh oposisi terkenal di kota Qatif yang dianggap sebagai "ancaman" untuk rezim Saudi, adalah target pembunuhan demi kegiatan damai mereka.

Organisasi hak asasi manusia internasional telah mengecam Arab Saudi karena gagal mengatasi situasi hak asasi di kerajaan. Mereka mengatakan Riyadh telah terus-menerus menerapkan kebijakan represif yang menahan kebebasan berekspresi, berserikat dan berkumpul.

Aktivis mengatakan ada lebih dari 30.000 tahanan politik di Arab Saudi.
zionis

Mendagri Arab Saudi Bentuk Tim Pembunuh

Unknown  |  at  Senin, Juni 22, 2015

Berbicara pada kondisi anonimitas, sumber itu mengatakan Putra Mahkota Mohammed bin Nayef, juga menteri dalam negeri, secara pribadi mengikuti dan memantau pembentukan dan kegiatan tim keamanan itu.

Menurut situs berita Nahrainnet, 23 aktivis politik Arab telah dimasukkan dalam daftar yang akan dibunuh oleh unit rahasia di wilayah Qatif.

Laporan itu menambahkan bahwa tokoh oposisi terkenal di kota Qatif yang dianggap sebagai "ancaman" untuk rezim Saudi, adalah target pembunuhan demi kegiatan damai mereka.

Organisasi hak asasi manusia internasional telah mengecam Arab Saudi karena gagal mengatasi situasi hak asasi di kerajaan. Mereka mengatakan Riyadh telah terus-menerus menerapkan kebijakan represif yang menahan kebebasan berekspresi, berserikat dan berkumpul.

Aktivis mengatakan ada lebih dari 30.000 tahanan politik di Arab Saudi.

Menurut Julian Assange, rezim Al Saud telah berubah menjadi ancaman dan bahaya bagi negara-negara tetangga dan Arab Saudi sendiri.

Assange menekankan, lima ratus ribu dokumen rahasia tersebut akan disebarkan secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan. Dalam dokumen-dokumen ini ditegaskan, Al Saud berpesta ria ketika menerima seratus kepala yang telah disembelih dari sejak permulaan tahun ini.

Menurut Wikileaks, Arab Saudi menuai banyak kritikan pedas sehubungan dengan kasus HAM. Sekalipun demikian, rezim ini masih menjadi sekutu utama dan dekat Amerika Serikat.

Dokumen-dokumen rahasia tersebut meliputi catatan, telegram, dan dokumen-dokumen rahasia yang berhasil dikumpulkan dari kedubes-kedubes Arab Saudi di seluruh jagat. Laporan-laporan super rahasia Kementerian Negara dan Badan Inteligen Umum Saudi juga terlihat di antara dokumen-dokumen tersebut.

Pihak kepolisian kota London senantiasa mengawasi gerak-gerik Assange dengan bantuan tenaga-tenaga yang telah ditempatkan di luar Kedubes Ekuador. Menurut pengakuan Scotlandyard, hingga kini sudah lebih dari 17 juta dolar dikeluarkan untuk menjaga keamanan Assange.

Wikileaks mulai tenar dan dikenal dunia dari sejak tahun 2010 ketika berani menyebarkan dokumen-dokumen rahasia berkenaan dengan perang Amerika di Iraq dan Afghanistan serta lima puluh telegram Kementerian Luar Negeri negara ini.
saudi

Al Saud adalah Ancaman untuk Negara Tetangga

Unknown  |  at  Senin, Juni 22, 2015

Menurut Julian Assange, rezim Al Saud telah berubah menjadi ancaman dan bahaya bagi negara-negara tetangga dan Arab Saudi sendiri.

Assange menekankan, lima ratus ribu dokumen rahasia tersebut akan disebarkan secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan. Dalam dokumen-dokumen ini ditegaskan, Al Saud berpesta ria ketika menerima seratus kepala yang telah disembelih dari sejak permulaan tahun ini.

Menurut Wikileaks, Arab Saudi menuai banyak kritikan pedas sehubungan dengan kasus HAM. Sekalipun demikian, rezim ini masih menjadi sekutu utama dan dekat Amerika Serikat.

Dokumen-dokumen rahasia tersebut meliputi catatan, telegram, dan dokumen-dokumen rahasia yang berhasil dikumpulkan dari kedubes-kedubes Arab Saudi di seluruh jagat. Laporan-laporan super rahasia Kementerian Negara dan Badan Inteligen Umum Saudi juga terlihat di antara dokumen-dokumen tersebut.

Pihak kepolisian kota London senantiasa mengawasi gerak-gerik Assange dengan bantuan tenaga-tenaga yang telah ditempatkan di luar Kedubes Ekuador. Menurut pengakuan Scotlandyard, hingga kini sudah lebih dari 17 juta dolar dikeluarkan untuk menjaga keamanan Assange.

Wikileaks mulai tenar dan dikenal dunia dari sejak tahun 2010 ketika berani menyebarkan dokumen-dokumen rahasia berkenaan dengan perang Amerika di Iraq dan Afghanistan serta lima puluh telegram Kementerian Luar Negeri negara ini.

Rabu, 17 Juni 2015

Kerry mengatakan kepada wartawan melalui konferensi video dari Boston bahwa dia "benar-benar yakin" bahwa Assad telah menggunakan gas klorin untuk melakukan serangan kimia pada rakyatnya.

"Kami yakin bahwa serangan-serangan dominan telah dilakukan oleh rezim, dan kami menyusun portofolio untuk data yang mendukung bahkan saat kita berbicara sekarang," kata Kerry. 

"Saya pikir kesabaran semua orang semangkin tipis sehubungan dengan kebobrokan yang luar biasa dari persenjataan dan mekanisme pengiriman, yang telah digunakan Assad untuk melawan rakyatnya sendiri," tambahnya.

"Sejauh ini, belum berhenti, dan saya pikir itu hanya meningkatkan kemarahan masyarakat internasional pada rezim Assad," kata diplomat tertinggi AS.

Amerika Serikat telah lama menuduh Damaskus menggunakan bahan kimia terhadap rakyat Suriah.
Damaskus telah berulang kali menolak tuduhan itu. Dia (Suriah) sudah menyerahkan stok senjata kimia nya pada misi bersama yang dipimpin oleh PBB dan Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), yang mengawasi penghancuran senjata kimia Suriah.

Kerry mengatakan akhir tahun lalu bahwa Amerika Serikat telah "menghapus dan menghancurkan" semua senjata kimia Suriah yang dinyatakan oleh Damaskus.

Suriah telah dicengkeram oleh kerusuhan mematikan sejak 2011. Menurut laporan, Amerika Serikat dan sekutu regionalnya - terutama Qatar, Arab Saudi, dan Turki - yang mendukung teroris pemberontak yang beroperasi di dalam negeri Suriah.
Suriah

Kerry Menuduh Suriah Menggunakan Bahan Kimia terhadap Warga Sipil

Unknown  |  at  Rabu, Juni 17, 2015

Kerry mengatakan kepada wartawan melalui konferensi video dari Boston bahwa dia "benar-benar yakin" bahwa Assad telah menggunakan gas klorin untuk melakukan serangan kimia pada rakyatnya.

"Kami yakin bahwa serangan-serangan dominan telah dilakukan oleh rezim, dan kami menyusun portofolio untuk data yang mendukung bahkan saat kita berbicara sekarang," kata Kerry. 

"Saya pikir kesabaran semua orang semangkin tipis sehubungan dengan kebobrokan yang luar biasa dari persenjataan dan mekanisme pengiriman, yang telah digunakan Assad untuk melawan rakyatnya sendiri," tambahnya.

"Sejauh ini, belum berhenti, dan saya pikir itu hanya meningkatkan kemarahan masyarakat internasional pada rezim Assad," kata diplomat tertinggi AS.

Amerika Serikat telah lama menuduh Damaskus menggunakan bahan kimia terhadap rakyat Suriah.
Damaskus telah berulang kali menolak tuduhan itu. Dia (Suriah) sudah menyerahkan stok senjata kimia nya pada misi bersama yang dipimpin oleh PBB dan Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), yang mengawasi penghancuran senjata kimia Suriah.

Kerry mengatakan akhir tahun lalu bahwa Amerika Serikat telah "menghapus dan menghancurkan" semua senjata kimia Suriah yang dinyatakan oleh Damaskus.

Suriah telah dicengkeram oleh kerusuhan mematikan sejak 2011. Menurut laporan, Amerika Serikat dan sekutu regionalnya - terutama Qatar, Arab Saudi, dan Turki - yang mendukung teroris pemberontak yang beroperasi di dalam negeri Suriah.

Rabu, 10 Juni 2015

Dalam konferensi pers mingguan hari ini di Tehran, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Marzieh Afkham mengatakan tuduhan itu sebuah permainan belaka.

Afkham juga mengatakan "pendekatan keamanan" akan gagal mengakhiri ketegangan di Bahrain. Solusi damai yang melibatkan semua pihak dalam proses politik  adalah kunci menyelesaikan konflik di Bahrain, lanjutnya.

Pada Minggu silam, Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengklaim menghancurkan sebuah sel besar teroris yang tehubung dengan kelompok terlarang di Iran.  Dua anggota senior kelompok itu -- yang merekrut warga Bahrain  untuk melakukan operasi di Bahrain -- masih buron di Iran, lanjut Kementerian.

Bahrain menyaksikan sejumlah demo anti pemerintah sejak 2011. Puluhan warga Bahrain tewas dan ribuan lainnya teruka dalam tindakan keras pemerintah untuk menghentikan demo.

Afkham menyesali kondisi Yaman yang terus memburuk sejak serangan 26 Maret lalu.   Dia juga mengecam Riyadh yang menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan, termasuk bahan makanan dan obat-obatan, ke Yaman.

Dia menyatakan optimisme bahwa konflik di Yaman bisa diselesaikan melalui perundingan internal Yaman.
Iran

Iran Tolak Klaim Bahrain

Unknown  |  at  Rabu, Juni 10, 2015

Dalam konferensi pers mingguan hari ini di Tehran, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Marzieh Afkham mengatakan tuduhan itu sebuah permainan belaka.

Afkham juga mengatakan "pendekatan keamanan" akan gagal mengakhiri ketegangan di Bahrain. Solusi damai yang melibatkan semua pihak dalam proses politik  adalah kunci menyelesaikan konflik di Bahrain, lanjutnya.

Pada Minggu silam, Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengklaim menghancurkan sebuah sel besar teroris yang tehubung dengan kelompok terlarang di Iran.  Dua anggota senior kelompok itu -- yang merekrut warga Bahrain  untuk melakukan operasi di Bahrain -- masih buron di Iran, lanjut Kementerian.

Bahrain menyaksikan sejumlah demo anti pemerintah sejak 2011. Puluhan warga Bahrain tewas dan ribuan lainnya teruka dalam tindakan keras pemerintah untuk menghentikan demo.

Afkham menyesali kondisi Yaman yang terus memburuk sejak serangan 26 Maret lalu.   Dia juga mengecam Riyadh yang menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan, termasuk bahan makanan dan obat-obatan, ke Yaman.

Dia menyatakan optimisme bahwa konflik di Yaman bisa diselesaikan melalui perundingan internal Yaman.

Senin, 08 Juni 2015

Membantai warga tak berdosa terutama kaum wanita dan anak-anak sudah merupakan sebuah tindakan yang lumrah bagi ISIL. Hingga sekarang, sudah ribuan warga sipil meregang nyawa lantaran aksi teroris kelompok teroris anti Islam ini.

Dalam sebuah aksi teroris terakhir, ISIL ingin meledakkan bendungan Samarra’ yang merupakan sumber air dan perairan warga kota Samarra’. ISIL mengirimkan sebuah perahu yang sudah diisi dengan bom untuk meledakkan bendungan ini.

Tetapi, sebelum niat mereka tercapai, pasukan sukarelawan rakyat Iraq berhasil mendeteksi perahu tersebut dan lantas meledakkannya sebelum menembus bendungan.

Dalam sebuah pertempuran sengit di tenggara Samarra’, pasukan sukarelawan Iraq juga berhasil meledakkan sebuah mobil bersenjata dan menewaskan 12 orang anggota ISIL.
Isis

Upaya Peledakan Bendungan Samarra Berhasil Digagalkan

Unknown  |  at  Senin, Juni 08, 2015

Membantai warga tak berdosa terutama kaum wanita dan anak-anak sudah merupakan sebuah tindakan yang lumrah bagi ISIL. Hingga sekarang, sudah ribuan warga sipil meregang nyawa lantaran aksi teroris kelompok teroris anti Islam ini.

Dalam sebuah aksi teroris terakhir, ISIL ingin meledakkan bendungan Samarra’ yang merupakan sumber air dan perairan warga kota Samarra’. ISIL mengirimkan sebuah perahu yang sudah diisi dengan bom untuk meledakkan bendungan ini.

Tetapi, sebelum niat mereka tercapai, pasukan sukarelawan rakyat Iraq berhasil mendeteksi perahu tersebut dan lantas meledakkannya sebelum menembus bendungan.

Dalam sebuah pertempuran sengit di tenggara Samarra’, pasukan sukarelawan Iraq juga berhasil meledakkan sebuah mobil bersenjata dan menewaskan 12 orang anggota ISIL.

Senin, 25 Mei 2015

Surat kabar berbahasa Arab Rai al-Youm, yang berbasis di London, melaporkan bahwa Israel telah menawarkan Arab Saudi transfer teknologi Iron Dome untuk melindungi wilayah berbatasannya dengan Yaman, yang telah terpukul oleh roket dan rudal beberapa kali baru-baru ini dalam pertempuran dengan pemberontak Houthi.

Iron Dome dikembangkan setelah perang kedua Israel dengan Lebanon pada 2006, ketika sekitar 4.000 roket ditembakkan dari Lebanon selatan.

Sistem pertahanan Iron Dome dioperasikan Israel dalam konflik berdarah terbaru mereka dengan Hamas. Sistem ini merupakan sistem pertahanan anti-rudal untuk mencegat roket Hamas yang menarget Tel Aviv dan Yerusalem–dua kota terbesar Israel.

Tawaran transfer teknologi Iron Dome Israel kepada Saudi, menegaskan bahwa kedua negara ini memiliki hubungan erat, dan membuktikan bahwa invansi Saudi ke Yaman atas restu rezim Zionis dan untuk melayani kepentinga mereka.

Invansi Saudi di Yaman telah menciptakan kekosongan politik dan menciptakan bencana kemanusiaan, serta menyebabkan ribuan warga sipil Yaman menjadi tuna wisma.

Bahkan Saudi berusaha memasukkan kelompok-kelompok ekstremis seperti Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) dan “Negara Islam” (ISIS) untuk ikut andil menciptakan kekerasan dan kekejaman di Yaman.
zionis

Israel Tawarkan Saudi Sistem Iron Dome untuk Lindungi Perbatasan

Unknown  |  at  Senin, Mei 25, 2015

Surat kabar berbahasa Arab Rai al-Youm, yang berbasis di London, melaporkan bahwa Israel telah menawarkan Arab Saudi transfer teknologi Iron Dome untuk melindungi wilayah berbatasannya dengan Yaman, yang telah terpukul oleh roket dan rudal beberapa kali baru-baru ini dalam pertempuran dengan pemberontak Houthi.

Iron Dome dikembangkan setelah perang kedua Israel dengan Lebanon pada 2006, ketika sekitar 4.000 roket ditembakkan dari Lebanon selatan.

Sistem pertahanan Iron Dome dioperasikan Israel dalam konflik berdarah terbaru mereka dengan Hamas. Sistem ini merupakan sistem pertahanan anti-rudal untuk mencegat roket Hamas yang menarget Tel Aviv dan Yerusalem–dua kota terbesar Israel.

Tawaran transfer teknologi Iron Dome Israel kepada Saudi, menegaskan bahwa kedua negara ini memiliki hubungan erat, dan membuktikan bahwa invansi Saudi ke Yaman atas restu rezim Zionis dan untuk melayani kepentinga mereka.

Invansi Saudi di Yaman telah menciptakan kekosongan politik dan menciptakan bencana kemanusiaan, serta menyebabkan ribuan warga sipil Yaman menjadi tuna wisma.

Bahkan Saudi berusaha memasukkan kelompok-kelompok ekstremis seperti Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) dan “Negara Islam” (ISIS) untuk ikut andil menciptakan kekerasan dan kekejaman di Yaman.

Kamis, 21 Mei 2015

Arab Saudi terus melakukan serangan militer terhadap Yaman meskipun dunia Internasional memanggil untuk menghentikan agresi terhadap negara miskin itu. 

Laporan media pada hari Selasa (19/5/15) mengatakan bahwa sedikitnya empat orang tewas dan enam orang lainnya menderita luka-luka dalam serangan udara Saudi di provinsi Ibb barat daya Yaman. 

Jet tempur Saudi juga menghantam daerah al-Seifi dan Beit al-Ahmer yang terletak di sebelah selatan ibukota, Sana'a. 

Laporan juga mengatakan bahwa pesawat tempur Saudi melancarkan serangan di provinsi Sa'ada Yaman barat. 

Riyadh juga meluncurkan beberapa serangan udara di pangkalan militer Yaman di kota Ta'izz Yaman selatan. 

Hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban menyusul serangan di Sanhan, Ta'izz dan Sa'ada. 

Pada hari Senin, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyerukan perpanjangan jeda kemanusiaan, satu panggilan yang ditolak oleh Arab Saudi.
Berita timur tengah

Arab Saudi Abaikan Panggilan Dunia untuk Hentikan Perang di Yaman

Unknown  |  at  Kamis, Mei 21, 2015

Arab Saudi terus melakukan serangan militer terhadap Yaman meskipun dunia Internasional memanggil untuk menghentikan agresi terhadap negara miskin itu. 

Laporan media pada hari Selasa (19/5/15) mengatakan bahwa sedikitnya empat orang tewas dan enam orang lainnya menderita luka-luka dalam serangan udara Saudi di provinsi Ibb barat daya Yaman. 

Jet tempur Saudi juga menghantam daerah al-Seifi dan Beit al-Ahmer yang terletak di sebelah selatan ibukota, Sana'a. 

Laporan juga mengatakan bahwa pesawat tempur Saudi melancarkan serangan di provinsi Sa'ada Yaman barat. 

Riyadh juga meluncurkan beberapa serangan udara di pangkalan militer Yaman di kota Ta'izz Yaman selatan. 

Hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban menyusul serangan di Sanhan, Ta'izz dan Sa'ada. 

Pada hari Senin, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyerukan perpanjangan jeda kemanusiaan, satu panggilan yang ditolak oleh Arab Saudi.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan lebih dari setengah ju
ta warga di Yaman telah mengungsi sejak Arab Saudi memulai agresi militer terhadap negara itu pada akhir Maret.

Seorang juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), Adrian Edwards, kepada wartawan di Jenewa mengatakan bahwa diperkirakan 545.000 orang telah mengungsi. 

Pejabat PBB mengatakan bahwa masuknya bantuan selama lima hari gencatan senjata telah menunjukkan kesulitan besar bagi ribuan warga sipil yang mengungsi akibat konflik yang melanda negara itu." 

Tim bantuan menyatakan bahwa populasi Yaman mengalami trauma, takut, marah dan warga terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, "kata Edwards. 

Mengutip pejabat kesehatan Yaman, PBB mengatakan bahwa, laporan pada 15 Mei, menyatkaan bahwa 1.850 orang tewas dan 7.394 terluka dalam kekerasan di Yaman. 

Program Pangan Dunia juga telah mengeluh menyatakan bahwa gencatan senjata itu "tidak cukup lama untuk mencapai semua daerah yang membutuhkan bantuan.
Berita timur tengah

PBB: Setangah Juta Warga Yaman Terpaksa Mengungsi

Unknown  |  at  Kamis, Mei 21, 2015

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan lebih dari setengah ju
ta warga di Yaman telah mengungsi sejak Arab Saudi memulai agresi militer terhadap negara itu pada akhir Maret.

Seorang juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), Adrian Edwards, kepada wartawan di Jenewa mengatakan bahwa diperkirakan 545.000 orang telah mengungsi. 

Pejabat PBB mengatakan bahwa masuknya bantuan selama lima hari gencatan senjata telah menunjukkan kesulitan besar bagi ribuan warga sipil yang mengungsi akibat konflik yang melanda negara itu." 

Tim bantuan menyatakan bahwa populasi Yaman mengalami trauma, takut, marah dan warga terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, "kata Edwards. 

Mengutip pejabat kesehatan Yaman, PBB mengatakan bahwa, laporan pada 15 Mei, menyatkaan bahwa 1.850 orang tewas dan 7.394 terluka dalam kekerasan di Yaman. 

Program Pangan Dunia juga telah mengeluh menyatakan bahwa gencatan senjata itu "tidak cukup lama untuk mencapai semua daerah yang membutuhkan bantuan.

General

© 2015 Gen Syi'ah. WP Mythemeshop Converted by Bloggertheme9
Blogger Template. Powered by Blogger.